Warga melintas di depan layar digital pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (3/6/2026). [ANTARA FOTO/Sulthony Hasanuddin/bar]
Baca 10 detik
- Bursa Efek Indonesia menyatakan fundamental emiten tetap tangguh meski IHSG mengalami koreksi lima persen pada Juni 2026.
- Laba bersih emiten mencapai rekor tertinggi dengan 80 persen perusahaan berhasil mencetak keuntungan pada kuartal pertama 2026.
- BEI mempertahankan kebijakan pembelian kembali saham dan pembatasan short selling untuk menjaga stabilitas pasar serta kepercayaan investor.
Kuartal I-2026: Melonjak hingga menyentuh angka 80 persen, membuktikan kualitas dan daya tahan korporasi lokal di tengah dinamika ekonomi.
Kebijakan Jaga Stabilitas Pasar Tetap Berlaku
Selain bertumpu pada kinerja laporan keuangan emiten yang sehat, BEI juga mengingatkan publik bahwa berbagai regulasi taktis perlindungan pasar yang dirilis sejak tahun lalu masih disiagakan secara aktif demi mengantisipasi potensi guncangan dari sentimen global maupun domestik.
Dua kebijakan strategis yang ditegaskan masih berjalan hingga saat ini adalah:
- Aksi Buyback Tanpa RUPS: Emiten diperbolehkan melakukan pembelian kembali saham publik mereka tanpa harus melewati persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham dalam kondisi pasar tertentu yang bergejolak.
- Penundaan Short Selling: Otoritas bursa masih menahan izin pelaksanaan transaksi penjualan kosong demi memitigasi risiko penurunan harga saham secara tidak wajar.
Jeffrey menegaskan seluruh perangkat aturan ini sengaja dipertahankan demi menjaga stabilitas pasar dan mempertebal kepercayaan para investor.
Komentar
Berita Terkait
-
Kabar Pasar Saham Indonesia Turun ke Frontier Market MSCI, BEI Buka Suara
-
Rupiah Semakin Tak Berharga, SBY Beberkan Ciri Pemimpin yang Kuat
-
Pemicu IHSG Anjlok 3% hingga 716 Saham Merah di Perdagangan Sesi I
-
IHSG Kacau-Balau, Analis Sarankan Investor Ritel Hati-hati dan Perlu Jaga Modal
-
Investor Waspada! IHSG Bisa Menuju ke Level 5.500
Terpopuler
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Diperiksa Kejagung, Lodewyk Pusung dan Sony Sanjaya Ikut Diciduk
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Dijemput Kejagung, 2 Lainnya Dikejar untuk Ditangkap
- 5 HP dengan Kamera Telefoto Terbaik untuk Konten Media Sosial
- 3 HP Murah Samsung Terlaris Global Q1 2026: Mulai Sejutaan, Kamera Sudah OIS
- Ironi Letjen Lodewyk Pusung: 32 Tahun Setia di Militer, Tumbang dalam 1,5 Tahun Urus Gizi Nasional
Pilihan
-
Terbukti Korupsi! Immanuel Ebenezer 'Noel' Dijatuhi Hukuman 4,5 Tahun dan Denda Rp200 Juta
-
Purbaya Bantah Kabar Akan Dicopot dari Kursi Menteri Keuangan
-
Menkeu Purbaya Dikabarkan Bakal Dicopot Kamis Hari Ini
-
Wamen Imipas Silmy Karim Ditahan KPK, Terborgol Pakai Rompi Oranye Usai Drama Menyerahkan Diri
-
Mengejutkan! Ini Pesan Terakhir Wamen Imipas Silmy Karim Sebelum Dicari KPK Terkait OTT Imigrasi
Terkini
-
Pertamina Akselerasi Transisi Energi Nasional Lewat Inovasi Dekarbonisasi dan Bisnis Rendah Karbon
-
Kabar Pasar Saham Indonesia Turun ke Frontier Market MSCI, BEI Buka Suara
-
Tak Sekadar untuk Ibadah, Masjid 3 Lantai Fakultas Teknik UGM Jadi Tempat Favorit Mahasiswa Nugas
-
Prodi Kebidanan dan Manajemen Paling Banyak Ditutup Tahun 2026, Efek Sepi Peminat?
-
Purbaya Bantah Kabar Akan Dicopot dari Kursi Menteri Keuangan
-
Dolar AS Mahal, RI Pakai Skema 'Barter' Dagang dengan Filipina
-
Mendag 'Senang' Rupiah Melemah, Bisa Cuan dari Ekspor
-
Rupiah Semakin Tak Berharga, SBY Beberkan Ciri Pemimpin yang Kuat
-
Menkeu Purbaya Dikabarkan Bakal Dicopot Kamis Hari Ini
-
Rupiah Rp18.000 per Dolar: Apakah Indonesia Sedang Mengulang Krisis 1998?