- Kelompok Wanita Tani Sumber Boga mengelola kebun lidah buaya di lahan bekas klinik peninggalan Belanda, Padukuhan Tamanan, Sleman.
- Sejak 2019, lahan seluas 1.000 meter persegi tersebut dimanfaatkan untuk membudidayakan 1.200 tanaman lidah buaya secara berkelompok.
- Bantuan teknologi pengairan IoT dari BRI pada 2024 mempermudah perawatan tanaman serta mendukung pengembangan UMKM produk olahan warga.
"Sebelum ada pengairan itu, kami menggerakkan ibu-ibu. Hampir satu atau dua minggu sekali, bawa ember nanti jejer-jejer deket selokan itu. Diranting, satu planter bag itu satu ember kecil," kenang Nurul.
"Selama ini gitu, manual. Capek iya. Capek tanaga, capek perkewuh mengumumkan juga," lanjutnya.
Perubahan besar akhirnya datang pada 2024. PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI menyalurkan bantuan Corporate Social Responsibility (CSR) yang dimanfaatkan KWT Sumber Boga untuk meningkatkan sarana dan prasarana kebun.
Sebagian dana CSR BRI dialihkan untuk membuat Irigasi IoT (Internet of Things), sistem pengairan cerdas yang memanfaatkan sensor dan perangkat terhubung untuk penyiraman otomatis.
Sehingga, kini KWT Sumber Boga tidak angkat-angkat ember lagi. Cukup lewat handphone atau HP, kebun seluas 1.000 meter persegi itu bisa sirami dengan mudah dan efisien.
"Pakai smart IoT, tinggal pencet saja. Saya sambil masak saja nyalakan bisa, sudah mengalir. Saya mau di Semarang, mau di Jakarta juga bisa langsung," ujar Nurul.
"Jadi, sangat bermanfaat. Apalagi kalau musim kemarau sangat bermanfaat," imbuhnya.
Kebun Terawat, Ekonomi Warga Meningkat
Adanya teknologi penyiraman otomatis membuat tenaga ibu-ibu KWT Sumber Boga bisa teralihkan ke kegiatan lainnya, seperti pembuatan produk-produk untuk dipasarkan.
Baca Juga: Bukan Mistis! Misteri Barang Terbakar Sendiri di Sleman Terungkap, Pakar UGM Bongkar Biang Keroknya
Saat ini, produk unggulan KWT Sumber Boga adalah minuman lidah buaya dengan aneka rasa. Kemudian, ada permen, keripik, hingga sabun.
Kepala Dukuh Tamanan, Hasto Sri Wibowo, menjelaskan bahwa UMKM (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah) berkembang di bawah pengelolaan KWT Sumber Boga dengan jumlah saat ini mencapai 22.
Warga diberikan kesempatan untuk membuat produk. Kemudian, KWT Sumber Boga nantinya akan membantu dalam hal pemasaran dan lain sebagainya.
"Dengan adanya KWT ini sekarang sudah terkumpul sekitar 22 UMKM di Tamanan. Tadinya kan enggak ada," kata Hasto.
"Yang usaha-usaha kami kumpulkan, mau buat kripik dan lainnya, kami bantu pemasaran. Ada event-event kami munculkan semua," imbuhnya.
Berkembangnya UMKM di bawah KWT Sumber Boga turut diakui berdampak pada geliat ekonomi warga desa. Sehingga diharapkan mampu menciptakaan masyarakat yang semakin mandiri secara ekonomi.
"Iya berdampak ke ekonomi warga itu jelas," tegas Hasto.
"Saya harapannya simpel, warga saya tumbuh mandiri. Tidak kebergantungan dengan bantuan. Biar mereka usaha dan kita ikhtiar," lanjut pria asal Sleman itu.
Dari halaman klinik peninggalan Belanda yang pernah terbengkalai, kini tumbuh ribuan tanaman lidah buaya yang memberi manfaat bagi masyarakat sekitar.
Jejak sejarah yang nyaris terlupakan perlahan menemukan kehidupan baru melalui tangan-tangan ibu rumah tangga KWT Sumber Boga yang merawatnya setiap hari.
Tag
Berita Terkait
-
Bukan Mistis! Misteri Barang Terbakar Sendiri di Sleman Terungkap, Pakar UGM Bongkar Biang Keroknya
-
Sumber Teror Api Misterius di Seyegan Mulai Terkuak, Tim UPN Soroti Gas Metana dari Bekas Rawa
-
Persib Bandung Buka Suara Terkait Sanksi FIFA, Ternyata Ini Penyebabnya
-
Resmi Berpisah, Ini Statistik Mentereng M Rahmat di Bali United
-
Gegana Tak Sanggup? Ahli Nuklir UGM Turun Tangan Selidiki Api Misterius di Sleman
Terpopuler
- Menkeu Purbaya Dikabarkan Bakal Dicopot Kamis Hari Ini
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Diperiksa Kejagung, Lodewyk Pusung dan Sony Sanjaya Ikut Diciduk
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Dijemput Kejagung, 2 Lainnya Dikejar untuk Ditangkap
- 3 HP Xiaomi dengan Chipset Snapdragon dan RAM 8 GB Termurah Juni 2026
- 4 Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review dan Harga
Pilihan
-
Purbaya Disebut Bakal Jadi Gubernur BI, Prabowo Sedang Timbang Chatib Basri Jadi Menkeu
-
Prabowo Timbang Chatib Basri Gantikan Purbaya, Senin Disebut Bakal Ada Reshuflle Kabinet
-
Tersangka Korupsi MBG Sony Sonjaya Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator, Siap Ungkap Pihak Lain
-
Terbukti Korupsi! Immanuel Ebenezer 'Noel' Dijatuhi Hukuman 4,5 Tahun dan Denda Rp200 Juta
-
Purbaya Bantah Kabar Akan Dicopot dari Kursi Menteri Keuangan
Terkini
-
Purbaya Disebut Bakal Jadi Gubernur BI, Prabowo Sedang Timbang Chatib Basri Jadi Menkeu
-
Pasar Sambut Positif Rumor Chatib Basri Jadi Menkeu, tapi Ada Catatannya
-
Kepercayaan Pasar Jadi Taruhan, Isu Pergantian Menkeu Bisa Guncang Rupiah
-
Panas Bumi Indonesia Melesat, PGE Dapat Suntikan Dana Rp7,8 Triliun untuk 3 Proyek Strategis
-
Harga Emas Hari Ini Naik, Antam Tembus Rp2,88 Juta per Gram, Masih Jadi Investasi Incaran?
-
OJK Catat Aset Industri Asuransi Tembus Rp1,2 Kuadriliun pada April 2026, Tumbuh 3,39 Persen
-
Belanja Negara Capai Rp1.365,4 Triliun hingga Mei 2026, Tumbuh 34,4 Persen
-
Saham BBCA dan BBRI Sedang 'Cuci Gudang', Saatnya Borong?
-
Pasar Modal Indonesia Ditinggal Investor, 15 Perusahaan Masih Nekat IPO Tahun Ini
-
MinyaKita Hilang dari Rak Toko, Tukang Gorengan Akui Rugi Pengeluaran Bengkak