Suara.com - Kesebelasan Semen Padang Football Club (SPFC) menunda jadwal latihan perdana tim "Kabau Sirah" untuk menghadapi kompetisi Liga 2 yang rencananya digelar pertengahan Juli 2021.
Manajer Semen Padang FC Effendi Syahputra ketika dihubungi dari Padang, Senin (17/5/2021), mengatakan adanya penyekatan di perbatasan daerah membuat pemain tidak dapat berkumpul hari ini.
"Kita akan melakukan rapat untuk menentukan jadwal yang pas untuk mengumpulkan tim dalam melakukan persiapan kompetisi," kata dia.
Menurut dia adanya aturan larangan mudik di perbatasan daerah hingga 24 Mei nanti membuat manajemen membatalkan jadwal latihan perdana.
"Kita liat kodisi selanjutnya sampai seluruh pemain yang kita ikat berkumpul di Padang," kata dia.
Sebelumnya manajemen menjadwalkan akan memulai latihan dalam menghadapi kompetisi Liga 2 2021 pada hari ini Senin (17/5/2021).
Manajemen sudah menjadwalkan seluruh pemain yang sudah diikat kontrak oleh Semen Padang FC akan dikumpulkan di mess pemain Semen Padang.
"Selepas Lebaran ini kita akan mulai latihan menghadapi kompetisi Liga 2," kata dia.
Sejauh ini ada 25 pemain yang sudah menjalani kesepakatan untuk membela tim "Kabau Sirah" pada musim ini.
Baca Juga: Sambut Liga 1, Persija Kembali Berlatih 20 Mei 2021
Terkait untuk pelatih kepala, ia mengatakan saat berkumpul itu belum diumumkan kepada publik.
"Untuk siapa yang akan mengisi posisi pelatih kepala dan jajaran pelatih lainnya akan kita umumkan terakhir," kata dia.
Semen Padang baru memperkenalkan 24 pemain dari 25 pemain yang sudah diikat untuk musim ini.
Ia menyebutkan 24 pemain tersebut di antaranya adalah Dedi Gusmawan, Manda Cingi, Aldino Herdianto, Tri Rahmad Priadi, Risman Maidullah. Kemudian tiga pemain asal Papua, Mario Aibekop, Krismon Gustap Wombaibobo dan Kelvin Wopi.
Kemudian Rudi, Vendry Mofu, Rosad Setiawan, Amar Prayogi, Genta Alpredo, Yoga Noviandre, Aulia Hidayat, Vivi Asrizal, Ricky Ohorella, Aimar Ohorella, Sunarto, M Iqbal Bachtiar, Rendy Oscario, Tegar Dadi, dan M Fahri. (Antara)
Berita Terkait
-
Persis Solo Turun Kasta, Komisaris Klub Minta Suporter Tenang: Manajemen Sedang Bergerak!
-
Imran Nahumarury Bertekad Bawa Semen Padang Kembali ke Super League
-
Rizky Ridho Kecewa Persija Kalah, Tragedi Kartu Merah Gagal Beri Kado untuk Jakmania
-
Drama Super League: Persis Solo Turun Kasta Meski Bungkam Persita
-
Persija Bidik Akhir Manis di JIS, Ardhi Tjahjoko Tegaskan Wajib Menang Lawan Semen Padang
Terpopuler
- 50 Orang Berambut Cepak 'Serbu' Polda Metro Jaya: 'Mau Ambil Saksi Kasus Jampidsus'
- Jampidsus Febrie Adriansyah Tengah Disorot Publik, Keberadaannya Masih Misterius
- Mencekam! 50 Pria diduga Tentara Datangi Polda Metro Jaya Usai Penggeledahan Rumah Febrie Adriansyah
- Surat Edaran Rahasia Kejagung Bocor, Jaksa Diminta Waspada dan Dilarang Berkomentar soal Perkara
- Rumah Jampidsus Febrie Adriansyah Dijaga Ketat Tentara Usai Polisi Geledah Kafe deClan Signature
Pilihan
-
BREAKING NEWS: Penyidik Geledah Ruko di Cipete terkait 3 Perkara Korupsi
-
BREAKING NEWS! KPK Dikabarkan OTT Bupati Sukoharjo dan Sejumlah Orang
-
Jampidsus Febrie Adriansyah Tengah Disorot Publik, Keberadaannya Masih Misterius
-
Mobil Dinas TNI Tabrak Tiang Rambu di Depan DPR, Polisi Duga Pengemudi Microsleep
-
Bantah Isu TNI 'Serbu' Polda Metro Usai Ramai Kasus Jampidsus, Kapuspen: Waspada Provokator!
Terkini
-
Data Piala Dunia 2026: Prancis Paling Dirugikan, Argentina Paling Diuntungkan Wasit
-
Gol ke-64 Kylian Mbappe Bawa Prancis ke Babak Semifinal Piala Dunia 2026
-
Polisi dan Tentara Prancis Siaga 1 Jelang Laga Lawan Maroko: Trauma Kerusuhan 2022
-
Ricuh! Dua Jurnalis Baku Pukul di Konferensi Pers Prancis vs Maroko
-
Argentina Raja Statistik Piala Dunia 2026: Terdepan dalam Gol, Umpan, dan Akurasi
-
Resmi Jadi Pelatih Baru Chelsea, Xabi Alonso: The Blues Klub Terbaik Dunia
-
FIFA Pasang Badan! Collina Bela Putusan Kontroversial Wasit Francois Letexier
-
Di Balik Layar Piala Dunia 2026: Begini Cara FIFA Tangkis 500 Juta Serangan Siber per Hari
-
Sesaat Lagi Kick Off! Prancis vs Maroko: Duel Lini Tengah Jadi Kunci
-
Gagal di Piala Dunia 2026, Hong Myung-bo Tinggalkan Korsel: Keluarga Saya Mau Dibunuh