Suara.com - Manajer Chelsea, Graham Potter mengatakan timnya penuh percaya diri menatap laga kandang leg kedua babak 16 besar Liga Champions kontra Borussia Dortmund, yang akan digelar di Stadion Stamford Bridge, London, Rabu (8/3/2023) dini hari WIB.
Chelsea sebelummya menjalani tren buruk bersama Potter yang membuat pelatih asli Inggris itu dalam tekanan untuk dipecat.
Namun akhir pekan kemarin, Chelsea kembali ke jalur kemenangan usai mengalahkan Leeds United 1-0 dalam lanjutan Liga Inggris di Stamford Bridge.
Kemenangan atas Leeds itu diyakini Potter bisa jadi fondasi Chelsea untuk merangkai hasil positif ke depannya. Meski kini tertinggal agregat 0-1 dari Dortmund, Potter pede timnya bisa membalikkan keadaan dan lolos ke perempat final Liga Champions.
"Kami sebelumnya sudah seringkali bermain baik, tapi hasil yang kami petik berbanding terbalik. Saya yakin kemenangan atas Leeds kemarin bisa jadi fondasi untuk meraih kemenangan demi kemenangan ke depannya. Ada beban yang sudah mulai terlepas dari pundak kami," ucap Potter seperti dilansir Tribal Football, Selasa (7/3/2023).
"Kami yakin punya peluang besar untuk lolos (ke perempat final). Kami ingin memastikan, laga tandang di Liga Champions bakal tidak mengenakkan bagi Dortmund. Kami perlu suporter kami untuk itu. Ini akan jadi malam yang spesial di Stamford Bridge," lanjut eks arsitek Brighton itu.
Setelah tersingkir dari dua piala domestik, dan kini masih tercecer di peringkat 10 klasemen sementara Liga Inggris, maka Liga Champions praktis jadi satu-satunya trofi realistis yang bisa diwujudkan Potter untuk Chelsea di musim ini.
Meski demikian, Chelsea perlu setidaknya mencetak dua gol untuk menyingkirkan Dortmund tanpa adu penalti di laga nanti.
Faktanya, The Blues --julukan Chelsea-- sudah tak pernah bisa mencetak dua gol dalam satu pertandingan sejak 27 Desember 2022 silam di lintas kompetisi.
Baca Juga: Dulu Lari 14 Km, Ini Hukuman yang Diterima Pemain Manchester United Usai Digerus Liverpool
Berita Terkait
-
Here We Go! Usai Final Piala FA, Chelsea Umumkan Xabi Alonso sebagai Pelatih Baru?
-
Prediksi Final Piala FA Chelsea vs Man City: Misi Berat The Blues, The Citizens di Atas Angin
-
Victor Osimhen Diminta Tinggalkan Galatasaray demi Liga Champions
-
Barcelona Bidik Joao Pedro sebagai Pengganti Robert Lewandowski
-
Kejar Tayang Final Liga Champions, Jurrien Timber Jadi Harapan Arteta Atasi Krisis Bek
Terpopuler
- Jokowi Sembuh dan Siap Keliling Indonesia, Pengamat: Misi Utamanya Loloskan PSI ke Senayan!
- Promo Long Weekend Alfamart, Diskon Camilan untuk Liburan sampai 60 Persen
- 6 Warna Pakaian yang Dipercaya Bawa Keberuntungan untuk Shio di Tahun Kuda Api 2026
- 5 HP Xiaomi RAM Besar Termurah, Baterai Awet untuk Multitasking Harian
- Siapa Ayu Aulia? Bongkar Ciri-ciri Bupati R yang Membuatnya Kehilangan Rahim
Pilihan
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
-
Di Tengah Maraknya Klitih, Korban Kejahatan di Jogja Harus Cari Penjamin Biaya Medis Sendiri
-
Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi
-
Menilik Sepatu Lari 'Anak Jaksel' di Lapangan Banteng: Brand Lokal Mulai Mendominasi?
-
SMAN 1 Pontianak Tolak Ikut Lomba Ulang, Sampaikan Salam: Sampai Jumpa di LCC Tahun Depan!
Terkini
-
Intip Markas Tim Favorit Piala Dunia 2026: Argentina dan Inggris Sekota, Spanyol Pasang Pagar Tinggi
-
Here We Go! Usai Final Piala FA, Chelsea Umumkan Xabi Alonso sebagai Pelatih Baru?
-
Prediksi Final Piala FA Chelsea vs Man City: Misi Berat The Blues, The Citizens di Atas Angin
-
Final Piala FA Chelsea vs Man City: Psy War Ala Guardiola Bikin McFarlane Ciut Nyali
-
Kisah Douglas Santos Tolak Naturalisasi Rusia, Target Timnas Brasil Juara Piala Dunia 2026
-
Prediksi Starting XI Timnas Jepang di Piala Dunia 2026: Hajime Moriyasu Dipusingkan Cedera
-
Strategi Timnas Selandia Baru di Piala Dunia 2026, Ambisi Chris Wood Akhiri Penantian 16 Tahun
-
Analisa Kekuatan Penuh Didier Deschamps Hadapi Irak, Norwegia, dan Senegal, Welcome Back Manu Kone
-
Prediksi Starting XI Jerman di Piala Dunia 2026: Kreatif Tanpa Striker Murni
-
Krisis Cedera Spanyol Mereda, Luis de la Fuente Pastikan Nico Williams Pulih di Piala Dunia 2026