Bola / Bola Indonesia
Senin, 05 Januari 2026 | 17:05 WIB
Pelatih Persebaya Surabaya Bernardo Tavares (tengah) saat menjawab pertanyaan dari awak media setelah mendarat di Bandara Internasional Juanda Surabaya, Minggu (4/1/2026) malam. [ANTARA/Naufal Ammar Imaduddin]
Baca 10 detik
  • Bernardo Tavares menerima tawaran melatih Persebaya Surabaya karena melihat reputasi klub tersebut sebagai tantangan besar.
  • Tavares menyadari Persebaya adalah klub bersejarah dengan basis suporter fanatik yang sangat menuntut hasil maksimal.
  • Ia akan memimpin latihan Persebaya pada 6 Januari 2026 dan debut melawan Malut United pada 10 Januari.

Suara.com - Di saat banyak pelatih mungkin berpikir dua kali, Bernardo Tavares justru melihatnya sebagai sebuah tantangan Ketika dapat tawaran untuk menjadi pelatih Persebaya Surabaya.

Bernardo Tavares sadar betul reputasi Persebaya Surabaya sebagai klub yang 'tidak ramah' bagi para juru taktik.

Alih-alih gentar, label 'kuburan pelatih"' itulah yang justru memantapkan hatinya untuk menerima pinangan Bajul Ijo.

Tavares bukanlah sosok yang buta akan kondisi Persebaya. Ia paham betul sejarah besar klub yang akan segera merayakan ulang tahun ke-100, basis suporter fanatik Bonek yang selalu menuntut hasil maksimal, dan tentu saja urusan gonta-ganti pelatih.

"Ini adalah klub yang akan merayakan ulang tahun ke-100 musim depan, klub dengan banyak penggemar dan yang, jika berprestasi baik secara olahraga, dapat dengan mudah mengisi stadion dengan 35.000 atau 40.000 orang," kata Bernardo Tavares dikutip dari Renascenca.

"Beberapa tahun terakhir ini tidak berjalan dengan baik karena biasanya terjadi banyak pergantian pelatih. Saya akan menjadi pelatih keempat musim ini," imbuhnya.

Ia bahkan tak segan membandingkan kultur sepak bola Indonesia dengan Brasil dalam hal kesabaran terhadap pelatih.

"Di negara ini, yang merupakan negara yang bahkan lebih buruk daripada Brasil. Saya tidak tahu negara mana pun yang sering mengganti pelatih. Bahkan Portugal pun tidak," ujar eks juru latih PSM Makassar ini.

"Klub yang akan saya tuju (Persebaya) dijuluki 'kuburan pelatih,' artinya ini bukan sembarang klub, ini klub dengan basis penggemar yang sangat menuntut," tambahnya lagi.

Baca Juga: Siap Bertanding, Beckham Putra Tak Takut Hadapi Persik Kediri

Lantas mengapa ia berani mengambil risiko yang telah memakan korban banyak pelatih bagus sebelumnya. Jawabannya sederhana, namun menunjukkan mentalitasnya yang luar biasa.

"Pelatih-pelatih bagus sudah pernah ada di sana dan mereka tidak bertahan lama. Jadi mengapa mengambil risiko ini? Saya suka tantangan," tambahnya dengan tegas.

Keberanian inilah yang kini menjadi harapan baru bagi Persebaya. Dengan Tavares yang akan mulai memimpin latihan pada Selasa (6/1/2026) dan debut yang sudah menanti di depan mata saat menjamu Malut United pada 10 Januari, publik menanti apakah sang penakluk tantangan ini benar-benar mampu mematahkan kutukan dan membawa Bajul Ijo kembali ke jalur juara.

Load More