- Maroko mencatat sejarah sebagai tim Afrika pertama di semifinal Piala Dunia 2022 dengan mengandalkan taktik pertahanan rapat.
- Pelatih baru Mohamed Ouahbi kini mengusung gaya permainan lebih agresif dan dominan untuk menyambut turnamen Piala Dunia 2026.
- Generasi baru seperti Brahim Diaz menjadi tumpuan Maroko dalam mengeksekusi strategi menyerang guna menghadapi persaingan level dunia.
Tim asuhannya hanya mencatat rata-rata penguasaan bola 36 persen sepanjang turnamen dan bahkan hanya menguasai bola 25 persen saat menang 2-0 atas Argentina di final.
Taktik Lebih Agresif dan Dominan
Meski demikian, Maroko kini diperkirakan akan tampil jauh lebih proaktif. Penampilan mereka di AFCON 2025 menjadi indikator perubahan tersebut.
Bermain di hadapan publik sendiri, Maroko tampil sebagai unggulan utama dan mampu memenuhi ekspektasi. Walaupun gelar juara mereka sempat diwarnai kontroversi, statistik menunjukkan dominasi yang luar biasa.
Maroko mencatat sentuhan terbanyak di kotak penalti lawan dengan 201 kali serta melepaskan 108 tembakan sepanjang turnamen. Perubahan paling mencolok dibanding Piala Dunia 2022 adalah keberanian mereka menekan lawan sejak awal pertandingan.
Maroko memulai pola permainan terbuka jauh lebih tinggi dari wilayah pertahanannya, menerapkan high press untuk merebut bola di area lawan.
Strategi agresif tersebut menghasilkan 52 high turnovers dan 12 di antaranya berujung menjadi tembakan, angka tertinggi sepanjang AFCON 2025.
Menariknya, pendekatan menyerang itu tidak mengurangi soliditas pertahanan. Mereka hanya menghadapi rata-rata 5,6 tembakan per pertandingan, menjadi yang terbaik di turnamen.
Namun, tantangan terbesar Maroko kini justru muncul saat menghadapi tim yang bermain sangat defensif. Mereka sempat kesulitan membongkar pertahanan Tanzania meski menguasai bola hingga 72 persen.
Baca Juga: Bintang Tumbang Jelang Piala Dunia 2026: Daftar Pemain Kunci yang Dihantam Cedera
Brahim Diaz hingga Neil El Aynaoui Jadi Senjata Baru
Sebagai mantan pelatih tim U-20, Ouahbi membawa banyak pemain muda ke skuad senior. Dari 23 pemain non-kiper yang dipanggil, hanya satu pemain yang berusia di atas 30 tahun, yakni Ayoub El Kaabi (32 tahun). Sebaliknya, delapan pemain berusia 23 tahun atau lebih muda.
Bintang Real Madrid, Brahim Diaz, menjadi sorotan utama. Setelah mencetak tujuh gol di fase kualifikasi, ia juga keluar sebagai top skor AFCON 2025 dengan torehan lima gol.
Pergerakan direct dan kemampuannya memecah pertahanan lawan membuat Diaz menjadi ancaman utama. Ia bahkan menjadi pemain yang paling sering dilanggar sepanjang turnamen dengan 20 pelanggaran yang dimenangkan.
Selain Diaz, Maroko tetap mengandalkan Achraf Hakimi sebagai motor serangan dari sisi kanan. Namun, ancaman kini juga hadir dari sisi kiri berkat kehadiran Abde Ezzalzouli.
Di lini tengah, Neil El Aynaoui berkembang menjadi mesin permainan baru. Gelandang AS Roma tersebut tampil impresif berkat akurasi operan tinggi dan etos kerja luar biasa saat melakukan pressing.
Bukan Lagi Kuda Hitam
Skuad Maroko saat ini telah mengalami transformasi signifikan dibandingkan beberapa tahun lalu. Generasi baru yang dibangun Mohamed Ouahbi tumbuh dalam atmosfer kemenangan dan ekspektasi tinggi.
Singa Atlas kini memiliki variasi taktik yang jauh lebih kaya dibandingkan saat mengejutkan dunia pada 2022. Laga fase grup melawan Brasil, Skotlandia, dan Haiti akan menjadi panggung pembuktian kualitas mereka.
Menurut prediksi superkomputer Opta, Maroko memiliki peluang 88,8 persen untuk lolos dari fase grup dan peluang 10,3 persen untuk kembali menembus semifinal.
Pertanyaannya kini bukan lagi apakah Maroko mampu membuat kejutan. Pertanyaan sesungguhnya adalah apakah generasi emas baru Singa Atlas mampu memikul ekspektasi sebagai salah satu kandidat juara Piala Dunia 2026.
Berita Terkait
-
Daftar Skuad Termahal di Piala Dunia 2026: Prancis Tertinggi, Argentina Tak Masuk 5 Besar
-
Sejarah Piala Dunia dalam 3 Menit: Dari 1930 hingga Era 48 Tim di Piala Dunia 2026
-
Kronologis Kasus Sardar Azmoun Hingga Dicoret dari Timnas Iran
-
Haiti Pesta Gol ke Gawang Selandia Baru, Menang Telak 4-0 Jelang Piala Dunia
-
Timnas Brasil Bawa Barang 10 Ton di Piala Dunia 2026, Dari Laser Terapi hingga Ambulans
Terpopuler
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Dijemput Kejagung, 2 Lainnya Dikejar untuk Ditangkap
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Diperiksa Kejagung, Lodewyk Pusung dan Sony Sanjaya Ikut Diciduk
- 5 Motor yang Jadi Mimpi Buruk Mekanik, Montir Langsung Pura-Pura Sibuk
- realme C100i Jadi Andalan Anak Muda, Baterai Awet 6 Tahun dan Reverse Charging
- 5 HP dengan Kamera Telefoto Terbaik untuk Konten Media Sosial
Pilihan
-
Mengejutkan! Ini Pesan Terakhir Wamen Imipas Silmy Karim Sebelum Dicari KPK Terkait OTT Imigrasi
-
Siasat Dadan Hindayana Cs Korupsi MBG: Pakai Yayasan Sendiri, Sedot Miliaran Rupiah Tiap Hari!
-
Momen Unik Penahanan Dadan Cs, Satu Tersangka Tertinggal Mobil Tahanan hingga 'Dikepung' Wartawan
-
Pakai Rompi Pink dan Diborgol, Kejagung Resmi Tahan Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Cs
-
Drama 'Penjemputan' Dadan Hindayana Cs, Ada yang Sempat Lari ke Jabar
Terkini
-
Menanti Magis Patrik Schick di Piala Dunia 2026: Bola Mati dan Kolektivitas Jadi Kunci Republik Ceko
-
Tanpa Sehelai Benang Model Brasil Tempeli Tubuhnya dengan Stiker Piala Dunia
-
Egy Maulana Vikri Tak Pilih-pilih Ajang, Siap Bela Timnas Indonesia di Piala AFF atau FIFA Matchday
-
Rebutan Sebelum Piala Dunia! Arsenal dan Bayern Munich Sikut-sikutan demi 'Monster' Muda
-
Persib Bandung Hattrick Juara, Terima Bonus Rp1 Miliar dari KDM
-
Persis Solo Turun Kasta, Komisaris Klub Minta Suporter Tenang: Manajemen Sedang Bergerak!
-
Jari Emiliano Martinez Retak, Absen Bela Timnas Argentina di Piala Dunia 2026?
-
Bukan Jangka Panjang, Ini Alasan Andoni Iraola Hanya Mau 2 Tahun di Liverpool
-
Sumber: Gelandang Atalanta Ederson Sepakat Gabung Manchester United Senilai Rp 845 Miliar
-
PSSI Jelaskan Polemik Salah Tulis Nama Dimas di Piala AFF U-19 2026