/
Sabtu, 22 Oktober 2022 | 09:00 WIB
Terdakwa Kuat Maruf jalani sidang lanjutan kasus pembunuhan Brigadir J di PN Jaksel (Foto Istimewa / Suara.com / ANTARA FOTO - Muhammad Adimaja/rwa)

DIkatakan kalau situasi itu terjadi pada tanggal 7 Juli 2022, sehari sebelum insiden penembakan Brigadir J di Duren Tiga, Jakarta.

"Lalu saksi Susi lari ke kamar Putri Candrawathi dan saksi Susi berteriak 'Ibu Ibu Ibu' akhirnya Kuat Maruf berhenti mengejar Nofriansyah Yoshua Hutabarat (Brigadir J). Kuat Maruf kemudian lari ke atas kamar Putri Candrawathi melalui ruang makan kemudian mengambil pisau untuk jaga-jaga," beber kuasa hukumnya pada saat penyampaian nota keberatan di dalam ruangan sidang.

Situasi itu terjadi ketika Kuat Maruf mengejar Brigadir J yang baru keluar dari kamar Putri Candrawathi. Hal itu diduga lantaran diduga melakukan tindakan pelecehan kepada istri dari Ferdy Sambo.

Kuat Maruf meneriaki Brigadir J yang dikatakan berlari ke arah dapur. Aksi saling kejar pun tak terhindarkan. Ketika Kuat Maruf melihat Susi, langsung memintanya untuk memastikan kondisi dari Putri Candrawathi.

"Terdakwa teriak kepada saksi Susi 'Susi lihat ibu Lihat Ibu' lalau saksi Susi lari ke kamar Putri Candrawathi," terang kuasa hukum

Kondisi itu bikin Susi berteriak hingga kemudian Kuat Maruf mengambil pisau, sebagai bentuk untuk menjaga diri kalau ada ancaman dari Brigadir J.

Load More