SuaraCianjur.id - Perayaan Tahun Baru Imlek 2023 akan segera dimulai. Berbagai ciri khas biasanya hadir dalam perayaan ini, seperti kue keranjang, barongsai, dan angpao merah.
Namun, tahukah anda mengapa angpao merah sering disajikan saat perayaan Imlek?
Terkait penggunaan warna merah, hal tersebut ada kaitannya dengan pengusiran setan.
Legenda Setan Bernama 'Sui'
Melansir laporan China Highlights pada Sabtu (21/1/2023), berdasarkan legenda, pada zaman dahulu, hiduplah setan bernama Sui yang bertugas menakut-nakuti anak-anak saat mereka tidur.
Untuk melindungi anak-anak mereka dari Sui, orang tua menyalakan lilin dan begadang sepanjang malam di Tahun Baru Imlek.
Menurut legenda, pada Malam Tahun Baru Imlek, seorang anak diberi delapan koin untuk dimainkan agar dia tetap terjaga.
Anak itu membungkus koin itu dengan kertas merah, membukanya, lalu membungkusnya kembali. Ia mengulanginya sampai lelah dan terlelap.
Koin yang dibungkus kertas merah diletakkan di bawah bantal anak itu setelah dia tidur.
Sui, sang iblis, muncul dan berusaha menakuti anak yang sedang tidur itu. Ketika Sui mencoba menyentuh kepala anak itu, delapan koin itu segera memancarkan cahaya yang sangat terang, menakuti Sui yang lari tunggang langgang.
Baca Juga: Pelari Akhir Pekan, Kumpulan Pemuda Pemudi Bandung Yang Suka Lari dan Pembuat Konten
Delapan koin yang terbungkus merah ternyata adalah delapan peri yang baik.
Dengan kata lain, pada malam Tahun Baru Imlek, koin yang dibungkus kertas merah berfungsi sebagai penjaga anak-anak.
Pemberian angpao merah sejak itu menjadi cara agar anak-anak tetap aman dan membawa keberuntungan.
Paket merah merah dikenal sebagai 'Ya Sui Qian' di Cina. Seseorang yang menerima angpao merah kemungkinan akan mendapatkan tahun baru yang aman dan damai.
Untuk menerimanya, anak cucu terlebih dahulu harus mendoakan orang tua atau kakek neneknya sebelum menerima angpao sebagai hadiah.
Orang tua dan kakek nenek juga dapat menerima angpao merah untuk mendoakan keberuntungan, kebahagiaan, dan kesehatan. (*)
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Ratusan Honorer NTB Diberikan Tali Asih Rp3,5 Juta Usai Putus Kontrak
- Lupakan Aerox atau NMAX, Skutik Baru Yamaha Ini Punya Traksi dan Agresivitas Sempurna di Trek Basah
- Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
- Anggota DPR RI Mendadak Usul Bangun 1.000 Bioskop di Desa Pakai Dana APBN 2027
- 5 Serum Penumbuh Rambut Terbaik untuk Rambut Menipis dan Area Botak
Pilihan
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
-
Bawa Bukti ke Istana, Purbaya 'Bongkar' 10 Perusahaan Sawit Manipulasi Harga Ekspor
-
Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
Terkini
-
Selat Solo Bisa Jadi Inspirasi Menu Idul Adha Selain Gulai
-
Bulog Ajak Mahasiswa dan Kampus untuk Mendukung Swasembada Pangan Berkelanjutan
-
Kapan IHSG Kembali Dibuka Setelah Iduladha 2026, Ini Jadwalnya
-
Manga Horor Junji Ito, The Long Hair in the Attic Siap Diangkat Jadi Film Live Action
-
Demi Konten Viral, Tren Kelulusan Sekolah Pakai Lagu Kicau Mania Disentil Netizen Malaysia
-
5 Cara Download Video TikTok Tanpa Watermark dengan Mudah, Kualitas Tetap Bagus
-
PHE dan Mitra Global Perkuat Kerja Sama Pengembangan Proyek CCS Lintas Batas IndonesiaKorsel
-
Warung Nasi-Coffee Shop di Medan Menjerit Saat Listrik Padam Massal: Tak Ada Pemasukan
-
Modal Chery Q Jawab Kecemasan Calon Pengguna Mobil Listrik di Indonesia
-
IHSG Hancur Lebur Seperti Era COVID-19, Padahal Tak Sedang Pandemi