/
Senin, 29 Agustus 2022 | 17:37 WIB
Foto kanan, Irjen Pol Ferdy Sambo. Foto kiri, Putri Candrawathi dan Brigadir Joshua melakukan selfie. (IST)

SUARA DENPASAR – Putri Candrawathi sempat melapor ke Polres Metro Jakarta Selatan terkait tuduhan pelecehan seksual di rumah dinas Duren Tiga. Laporan ini mentok karena tidak ditemukan unsur pidana. 

Ternyata, pelecehan Duren Tiga hanya fiktif, dan otak dari rekayasa pelecehan terhadap Putri di DurenTiga adalah Ferdy Sambo sendiri.

Hal itu diungkap Ketua Komisi Nasional Hak Asasi (Komnas HAM) Ahmad Taufan Damanik, saat ditemui wartawan di Kantor Komnas HAM, Menteng, Jakarta Selatan, Senin (29/8/2022). 

Taufan mengatakan, dari pemeriksaan yang dilakukan Komnas HAM terhadap Putri Candrawathi didapat keterangan bahwa Ferdy Sambo yang merekayasa seolah-olah ada pelecehan seksual di rumah dinas Kadiv Propam Polri, Duren Tiga, Jaksel.

Walau begitu, Taufan menjelaskan, Putri ngotot telah mendapat pelecehan seksual yang diduga oleh Birgadir Joshua atau Nofriansyah Yosua Hutabarat. Hanya saja, locus delicti, atau lokasi kejadiannya di Magelang, yakni di rumah Ferdy Sambo dan Putri.

"Karena dia (Putri) bilang sebetulnya yang terjadi itu di Magelang. 'Saya disuruh untuk mengakui kejadian itu terjadi di Duren Tiga,'" jelas Taufan menirukan pengakuan Putri.

Menurut Taufan, pengakuan Putri Candrawathi telah dilecehkan di Magelang harus dibuktikan. Jangan sampai, setelah diselidiki ternyata tidak ditemukan unsur pidana, kemudian mengaku hanya disuruh untuk mengakui terjadi pelecehan seksual di Duren Tiga.

Karena itu, Taufan meminta penyidik yang mendalami pengakuan Putri soal pelecehan seksual di Magelang ini tidak hanya berdasarkan keterangan. Katanya, perlu ada bukti-bukti lain selain keterangan saksi.

"Saya kira tugas penyidik saat ini mendalami dan mencari bukti-bukti selain keterangan," tegas dia.

Baca Juga: Ini Alasan Istri Ferdy Sambo Tidak Memakai Baju Tahanan Bersama 4 Tersangka Lain

Kalau penyidik atau Putri tidak bisa menemukan atau menunjukkan bukti-bukti lain, Taufan menegaskan, persitiwa Magelang tidak menjadi penting lagi. 

“Yang penting adalah membuktikan hubungan antara satu peristiwa di mana Ferdy Sambo memerintahkan beberapa anak buahnya untuk mengeksekusi saudara Yosua (Brigadir Joshua)," imbuhnya dilansir dari Suara.com.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Putri Candrawathi melaporkan almarhum Brigadir Joshua melakukan pelecehan seksual di kamarnya. Waktu itu muncul skenario seolah-olah Brigadir Joshua masuk ke kamar Putri yang saat itu sedang tidur. 

Dalam laporannya, Brigadir Joshua melakukan percobaan pelecehan seksual. Kemudian Putri berteriak hingga didengar Bharada RE. Kemudian terjadi tembak-menembak antara Bharada RE dengan Brigadir Joshua. Dalam peristiwa itu, Brigadir Joshua meninggal dunia.

Ternyata, cerita tembak-menembak dan pelecehan seksual di Duren Tig aitu hanya fiktif belaka. Otak dari rekayasa ini adalah Ferdy Sambo. Bahkan, Ferdy Sambo ikut menembak Brigadir Joshua higga tewas.

Perkara pelecehan seksual terhadap Putri yang dituduhkan kepada almarhum Brigadir Joshua juga tidak terbukti. Ini setelah Bareskrim Polri menghentikan perkara itu karena tidak ditemukan unsur pidana pelecehan seksual di Duren Tiga. (*)

Load More