2. Kombes Agus Nurpatria
Sebagai Kaden A Biropaminal Divisi Propam Polri, Kombes Agus Nurpatria merupakan bawahan Brigjen Hendra Kurniawan. Mantan Kapolres Subang Jawa Barat, ini diduga bersama-sama Ferdy Sambo dan Hendra Kurniawan, memerintahkan tiga bawahannya mengambil hingga merusak DVR CCTV.
3. AKBP Arif Rachman Arifin
Sebagai Wakaden B Biropaminal Divisi Propam Polri, dia juga bawahan dari Brigjen Hendra Kurniawan. Mantan Kapolres Karawang dan Kapolres Jember ini diduga menjalankan perintah atasannya menghilangkan BB dengan cara mengambil hingga merusak DVR CCTV.
4. AKP Irfan Widyanto
AKP Irfan Widyanto sebetulnya bukan dari Divisi Propam Polri. Dia adalah Kasubnit I Subdit III Dittipidum Bareskrim Polri. Kebetulan, Ferdy Sambo pernah menjadi Dirtipidum Bareskrim Polri sampai 2020. Jadi, AKP Irfan Widyanto bawahan Ferdy Sambo waktu masih di Bareskrim Polri.
Peran AKP Irfan Widyanto yang merupakan lulusan Akpol 2010 dengan predikat terbaik sehingga meraih penghargaan Adhi Makayasa ini ternyata cukup vital. Dirtipidsiber Bareskrim Polri Brigjen Asep Edi Suheri 19 Agustus 2022 lalu menyebut, AKP IW (Irfan Widyanto) melakukan penggantian decoder CCTV.
Peran mereka dalam menghilangkan barang bukti CCTV dalam kasus pembunuhan Brigadir Joshua di rumah dinas Kadiv Propam Polri pada 8 Juli 2022 termasuk pelanggaran berat. Sebab menghambat dalam pengungkapan kasus kematian Brigadir Joshua di rumah dinas Ferdy Sambo.
Apalagi, terungkap bahwa upaya penghilangan barang bukti CCTV ini menjadi bagian dari rekayasa fakta pembunuhan Brigadir Joshua menjadi seolah-olah sebagai peristiwa tembak-menembak antara Brigadir Joshua dan Bharada E yang menewaskan Brigadir Joshua.
“Menghilangkan CCTV itu yang paling berat sehingga proses penyidikan awal itu agak terganggu,” tegas Irjen Pol Dedi, Sabtu (3/9/2022). (Suara.com/PMJNews)
Tag
Berita Terkait
-
Sosok Kombes Agus Nurpatria dkk Bukan Hanya Terancam Pecat, Juga Dijerat Pidana UU ITE Karena Ferdy Sambo
-
Sosok Kompol Chuck Putranto, Karier Mulai Menanjak dan Berujung Dipecat-Terancam Penjara
-
Sosok Brigjen Tri Utoyo, Ayah Kompol Chuck Putranto, Anak Buah Gories Mere di BNN, Punya Menantu Kapolres
-
Sosok Brigjen Hendra Kurniawan, Tersangka Kasus Sambo yang Pernah Jadi Korban Hoax sebagai Anak Presiden China
-
Sosok Kompol Baiquni Wibowo, Jadi Anak Buah sejak Ferdy Sambo Masih Kombes, Kini Dipecat
Terpopuler
- Hadir ke Cikeas Tanpa Undangan, Anies Baswedan Dapat Perlakuan Begini dari SBY dan AHY
- 7 Rekomendasi Bedak Tabur yang Bagus dan Tahan Lama untuk Makeup Harian
- 30 Kode Redeem FF 25 Maret 2026: Klaim Bundle Panther Gratis dan Skin M14 Sultan Tanpa Top Up
- 5 Rekomendasi HP Samsung Terbaru Murah dengan Spek Gahar, Mulai Rp1 Jutaan
- Panas! Keluarga Bongkar Aib Bunga Zainal, Sebut Istri Sukhdev Singh Pelit hingga Nikah tanpa Wali
Pilihan
-
Skandal Rudapaksa Turis China di Bali: Pelaku Ditangkap Saat Hendak Kembalikan iPhone Korban!
-
Arus Balik Susulan, 14 Ribu Kendaraan Diprediksi Lewat GT Purwomartani Sabtu Ini
-
Fokus Timnas Indonesia, John Herdman Ogah Ikut Campur Polemik Paspor Dean James
-
Video Jusuf Kalla di Pesawat Menuju Iran adalah Hoaks
-
Kabais Dicopot Buntut Aksi Penyiraman Air Keras Terhadap Andrie Yunus
Terkini
-
Strategi Perbankan Hadapi Volatilitas Global: Dari Stress Test hingga Hedging
-
THR ASN Belum Cair Semua, Purbaya: Kementerian dan Lembaga Lambat Mengajukan
-
5 Drama Korea Bertema Pekerjaan yang Melibatkan Hantu, Ada Phantom Lawyer
-
Sinopsis If Wishes Could Kill, Serial Terbaru Netflix Karya Sutradara Park Youn Seo
-
Samsung Tak Lagi Mendominasi di Pasar HP Lipat, Motorola Melesat
-
Eks Bupati Sleman Sri Purnomo: Jangan Sampai Menghukum Orang yang Tak Berdosa
-
Perbanas: Fundamental Perbankan Tetap Kuat di Tengah Tekanan Eksternal
-
Cerita Perantau Tempuh Perjalanan Panjang hingga Apresiasi Pemerintah atas Kelancaran Mudik Lebaran
-
Kebijakan WFH Sekali Sepekan untuk Hemat BBM, Pramono: DKI Jakarta Tunggu Arahan Pusat
-
Konflik Global Picu Ketidakpastian, Perbankan RI Pertebal Manajemen Risiko