SUARA DENPASAR – Mantan Kadiv Propam Polri Irjen Pol Ferdy Sambo dan dua anak buahnya, Kompol Chuck Putranto dan Kompol Baiquni Wibowo sudah divonis pecat. Dengan demikian, masih ada empat lagi yang akan menyusul untuk menjalani sidang kode etik dari klaster CCTV. Di luar klaster CCTV masih ada 28 orang polisi lagi menunggu giliran.
Sebelumnya, tiga orang yang melakukan obstruction justice atau menghalangi penyidikan dalam klaster CCTV (menghilangkan hingga merusak CCTV) sudah diberi sanksi pecat. Yakni mantan Kadiv Propam Polri, Ferdy Sambo yang diputus pecat pada 29 Agustus 2022.
Dua anak buah Ferdy Sambo yang sudah disanksi pecat adalah Kompol Chuck Putranto (mantan PS Kasubbagaudit Baggaketika Rowabprof Divisi Propam Polri) menjalani sidang kode etik pada 1 September 2022 dan mendapat sanksi pecat.
Sedangkan Kompol Baiquni Wibowo (mantan PS Kasubbagriksa Baggaketika Rowabprof Divisi Propam Polri) diberi sanksi pecat pada 2 September 2022.
Atas putusan ini, ketiganya menyatakan banding. Hal itu pun sudah ditegaskan Kadiv Humas Polri, Irjen Pol Dedi Prasetyo.
“Telah diputuskan oleh sidang komisi, yang bersangkutan (Kompol Baiquni) mengajukan banding juga," kata Irjen Pol Dedi Prasetyo, Jumat (2/9/2022).
Meski sudah menyatakan banding, sampai hari ini Biro Pertanggungjawaban Profesi Polri (Wabprof) Propam Polri belum menerima memori banding dari Ferdy Sambo yang lebih dulu divonis pecat.
"Untuk memori banding Irjen FS (Ferdy Sambo) belum diterima, namun Wabprof sudah berkomunikasi dengan Divkum Polri sudah mempersiapkan sidang komisi banding," kata Dedi.
Dia menjelaskan, komisi banding Ferdy Sambo akan dipimpin jenderal bintang tiga, atau Komjen. Dia mengatakan, bila memori banding sudah masuk, maka dalam jangka waktu 21 hari, komisi banding akan memutuskan apakah menerima atau menolak memori banding Ferdy Sambo.
Irjen Dedi Prasetyo menambahkan, dalam klaster CCTV memang sudah ada tujuh orang yang diajukan dalam sidang etik. Ketujuhnya juga sudah menjadi tersangka perintangan penyidikan perkara pembunuhan Brigadir Joshua.
"Ini kan masalah klaster dulu, ya. Klaster untuk CCTV dulu, ya. Itu dulu. Abis klaster CCTV baru klaster yang lain lagi. Obstruction of justice ada juga bagian-bagiannya," jelas Dedi.
Untuk klaster CCTV, masih ada empat orang lagi. Mereka adalah Brigjen Hendra Kurniawan (mantan Karopaminal Divisi Propam Polri), Kombes Agus Nurpatria (mantan Kaden A Biropaminal Divisi Propam Polri), AKBP Arif Rachman Arifin (mantan Wakaden B Biropaminal Divisi Propam Polri), dan AKP Irfan Widyanto (mantan Kasubnit I Subdit III Dittipidum Bareskrim Polri).
Empat polisi anak buah Ferdy Sambo yang melakukan obstruction of justice ini memiliki peran berbeda-beda. Simak penjelasannya:
1. Brigjen Hendra Kurniawan
Sebagai Karo Paminal Divisi Propam Polri, Brigjen Hendra Kurniawan merupakan bawahan langsung Ferdy Sambo. Lulusan Akpol 1995 ini diduga bersama Ferdy Sambo dan Kombes Agus Nurpatria memerintahkan AKBP Arif Rachman, Kompol Chuck, dan Kompol Baiquni untuk mengambil, menghilangkan dan merusak barang bukti berupa DVR CCTV di lokasi pembunuhan Brigadir Joshua.
Sebagai tamatan Akpol 1995, dia telah malang-melintang dalam sejumlah jabatan di kepolisian. Di antaranya pernah menjadi Kapolres Kediri Kota, Kapolres Mojokerto, Kapolres Metro Jakarta Utara, dan
Kapolres Metro Jakarta Selatan.
Tag
Berita Terkait
-
Sosok Kombes Agus Nurpatria dkk Bukan Hanya Terancam Pecat, Juga Dijerat Pidana UU ITE Karena Ferdy Sambo
-
Sosok Kompol Chuck Putranto, Karier Mulai Menanjak dan Berujung Dipecat-Terancam Penjara
-
Sosok Brigjen Tri Utoyo, Ayah Kompol Chuck Putranto, Anak Buah Gories Mere di BNN, Punya Menantu Kapolres
-
Sosok Brigjen Hendra Kurniawan, Tersangka Kasus Sambo yang Pernah Jadi Korban Hoax sebagai Anak Presiden China
-
Sosok Kompol Baiquni Wibowo, Jadi Anak Buah sejak Ferdy Sambo Masih Kombes, Kini Dipecat
Terpopuler
- Hadir ke Cikeas Tanpa Undangan, Anies Baswedan Dapat Perlakuan Begini dari SBY dan AHY
- 7 Rekomendasi Bedak Tabur yang Bagus dan Tahan Lama untuk Makeup Harian
- 30 Kode Redeem FF 25 Maret 2026: Klaim Bundle Panther Gratis dan Skin M14 Sultan Tanpa Top Up
- 5 Rekomendasi HP Samsung Terbaru Murah dengan Spek Gahar, Mulai Rp1 Jutaan
- Panas! Keluarga Bongkar Aib Bunga Zainal, Sebut Istri Sukhdev Singh Pelit hingga Nikah tanpa Wali
Pilihan
-
Skandal Rudapaksa Turis China di Bali: Pelaku Ditangkap Saat Hendak Kembalikan iPhone Korban!
-
Arus Balik Susulan, 14 Ribu Kendaraan Diprediksi Lewat GT Purwomartani Sabtu Ini
-
Fokus Timnas Indonesia, John Herdman Ogah Ikut Campur Polemik Paspor Dean James
-
Video Jusuf Kalla di Pesawat Menuju Iran adalah Hoaks
-
Kabais Dicopot Buntut Aksi Penyiraman Air Keras Terhadap Andrie Yunus
Terkini
-
Salah Sasaran, 2 Pemuda Dikeroyok karena Disangka Begal di Baleendah
-
Gelar Doa di Lokasi KM 50, PUI: Indikasi Pengaburan Fakta Kian Terang
-
Menantang Maut di Aliran Cikaso: Ketika Jalan Rusak Memaksa Warga Cilampahan Nyebrang dengan Perahu
-
Iran Sakit Hati Kapal dan Minyak Miliknya Rp 1,17 triliun Dilelang Indonesia
-
Bayar Pajak Kendaraan di Riau Bisa Dapat Emas Batangan dan Sepeda Motor
-
Sinopsis Gold Land, Park Bo Young Terlibat Kasus Penyelundupan Emas Ilegal
-
5 Motor Bekas Tangguh di Bawah Rp10 Juta untuk Perantau yang Mau Cari Kerja di Jakarta
-
Tembus 2,37 Juta Kendaraan! Arus Mudik Lebaran 2026 di Tol Tangerang-Merak Pecah Rekor
-
Kehabisan Ongkos Pulang dari Anyer, 4 Wisatawan Jakarta Nekat Curi Kabel di Serang
-
Kepala Diperban, Flea RHCP Bohong Habis Hajar Preman yang Rampok Lansia