Suara Denpasar – PSIS Semarang memilih untuk mengosongkan nomor punggung 9 dan 22 di skuad mereka dalam mengarungi kompetisi Liga 1 2023-2024 yang akan bergulir 1 Juli 2023 mendatang.
Nomor punggung 9 dan 22 dikosongkan dari skuad PSIS karena adanya beberapa pertimbangan manajemen tim.
CEO PSIS Semarang, A.S. Sukawijaya yang akrab disapa Yoyok Sukawi menjelaskan alasan dikosongkannya nomor punggung 9 dan 22 karena manajemen ingin menghormati legenda tim.
Nomor punggung 9 di kosong sebagai bentuk penghormatan kepada almarhum Erik Dwi. Sedangkan nomor punggung 22 dikosongkan untuk menghormati eks pemain PSIS Semarang, Hari Nur Yulianto.
Hari Nur memutuskan pergi meninggalkan tim berjuluk Laskar Mahesa Jenar yang sudah ia perkuat sejak 2013 lalu pada akhir musim lalu.
Hari Nur memang menjadi ikon PSIS dalam beberapa musim terakhir.
“Penghormatan bagi kedua pemain yang telah berjasa membawa PSIS Semarang kembali ke Liga 1 pada 2017,” jelas Yoyok Sukawi dilansir Suara Denpasar dari laman Suara.com, Minggu (25/6/2023).
Menghadapi musim baru, Yoyok berharap para suporter setia PSIS bisa memberi doa dan dukungan agar tim bisa meraih prestasi terbaiknya musim depan.
PSIS Semarang sudah resmi memperkenalkan skuad mereka untuk Liga 1 musim 2023-2024 pada hari Sabtu (24/6/2023) kemarin yang ditandai dengan laga uji coba melawan tim juara Liga Kamboja, Phnom Penh Crown FC.
Pertandingan uji coba tersebut berakhir dengan skor sama kuat 2-2. (Rizal/*)
Berita Terkait
Terpopuler
- Guru Besar UII: Publik Tak Cukup Tuntut Maaf, Layak Layangkan Mosi Tidak Percaya pada Prabowo
- Sayembara Rp10 Juta Dedi Mulyadi Dikritik UGM, Dinilai Cermin Gagalnya Negara Jamin Keamanan
- Tak Terima Disita, Pemilik Emas dan Uang Sitaan Kejagung di Kasus Febrie Bakal Ajukan Praperadilan
- Serum Viva untuk Flek Hitam Warna Apa? Ini 2 Varian Terbaiknya
- 5 Rekomendasi Parfum Aroma Vanilla di Alfamart, Wangi Mewah Tahan Lama untuk Harian
Pilihan
-
Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
-
Penjaga Rumah Febrie Adriansyah Ditemukan Tewas, Mulut dan Hidung Berbusa
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
Terkini
-
Rio Fahmi Yakin Persija Berkembang Usai Kalah dari Persebaya di Piala Presiden 2026
-
Tito Mohon-mohon ke Purbaya Minta Cairkan Tambahan Anggaran Rp 6 T buat Pemulihan Sumatra
-
Viral Kasus Pelecehan Seksual Konsumen Paylater, Kredivo Putus Kerja Sama Debt Collector
-
Shin Tae-yong Maklumi Persija Kalah di Laga Perdana Piala Presiden 2026
-
Industri Kreatif Bergeser, Strategi Kampanye Tak Lagi Cukup
-
Ekonom UGM Endus Pola Penggusuran 'Orang Jokowi' di Balik Mundurnya Gubernur BI
-
RI Lobi AS Agar Sawit Bebas Tarif Section 301, Airlangga: Kami Minta Dikecualikan
-
KPK Periksa SF Hariyanto, Eks Ketua KPID Riau hingga Anggota Dewan
-
Teka-teki Kematian Sutrimo, DPR Minta Polisi Tak Sisakan Spekulasi
-
Ketimpangan Relasi Kerja: Mengapa Loyalitas Hanya Berlaku Satu Arah?