Suara Denpasar - Memasuki musim penghujan, laporan ular masuk permukiman padat penduduk mulai terjadi di Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur.
Di Kelurahan Tonatan, Kecamatan Ponorogo Kota, seorang warga berhasil menangkap ular yang masuk ke area gudang untuk berburu makanan seperti anak ayam.
Tidak hanya sekali, warga tersebut menangkap ular sebanyak dua kali secara berturut turut.
Catur Priyambodo, warga Tonatan Ponorogo, menuturkan bahwa peristiwa penemuan ular masuk ke rumah diketahui saat istrinya berteriak melihat ular seukuran lengan anak kecil dengan panjang 1,5 meter tengah mengejar anak ayam yang dipeliharanya.
"Iya jadi istri teriak melihat ular tengah mengejar anak ayam yang dipeliharanya," ungkapnya saat ditemui di rumahnya, Sabtu (16/7/2023).
Ia juga mengaku, bahwa ditemukannya ular di rumahnya ini bukan kali pertama.
Beberapa hari sebelumnya, dia juga menangkap ular yang lebih kecil dari halaman rumah. Ular tersebut kemudian dikembalikan ke habitatnya di area persawahan.
"Kalau sebelumnya memang nangkep ular, karena lebih kecil jadi di kembalikan ke sawah," terangnya.
Sementara itu, Hadi Susanto, Koordinator TRC-PB Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Ponorogo, menjelaskan bahwa di bulan Desember ini banyak ular yang memasuki pemukiman untuk mencari makan.
Baca Juga: Ammar Zoni Masuk Bui Lagi, Begini Potret Irish Bella Sibuk Mencari Nafkah
"Karena banyak ular yang kekurangan stok makanan jadi ular tersebut mulai masuk ke pemukiman," jelasnya.
Ia menekankan, pemicu ular masuk daerah pemukiman memang di latar belakang cuaca kemarau yang cukup panjang beberapa bulan lalu dan mengakibatkan binatang melata tersebut kekurangan makanan.
"Memang pemicunya ya kemarau panjang, jadi ular harus masuk ke pemukiman untuk mencari makanan," tegasnya.
Hadi menambahkan, bahwa pihaknya sudah memberikan himbauan ke masyarakat bahwa ular menyukai tempat yang lembab.
Sebab itu, masyarakat diminta waspada dan segera melapor jika terjadi ular masuk rumah. (*/Dinda)
Berita Terkait
Terpopuler
- Menteri Agama RI Nasaruddin Umar Disebut Mengundurkan Diri
- Partai Kaesang Tutup Pintu Rapat untuk Ketum Projo: Tempat Budi Arie Bukan di PSI
- Dilaporkan ke Bareskrim Polri, Gus Lilur Tantang 4 Tokoh NU Ngaji Kitab Kuning Saat Muktamar
- Desil Tak Akurat Bisa Bikin Warga Kehilangan Hak Bansos!
- AMPB Pulang Usai Audiensi DPR, Relawan Ojol Curiga Ada Kesepakatan Transaksional
Pilihan
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
-
Senayan Kondusif: Tol Dalam Kota Normal dan Blokade Jalan Dibuka Pasca Bentrok 27 Agustus
-
Ada Isu Aksi Demo Lanjutan, BEI Minta Investor Tak Panik
-
Admin Medsos dan Pengkritik Jadi Target Penangkapan Jelang Demo Agustus
-
3 Pesawat Tempur F16 'Rally' di Langit Jakarta Jumat Pagi, Ini Klarifikasi TNI AU
Terkini
-
21 Ribu Warga Yogyakarta Terdampak Perubahan Desil, Wali Kota Siapkan Refocusing Anggaran
-
Doa Shin Tae-yong: Semoga Ada Solusi Terbaik buat Jakmania dan Manajemen Persija
-
Persib Bandung Wajib Waspada! Teja Paku Alam Ungkap Ancaman Serangan Balik Manila Digger
-
Bisikan Sang Ayah Bikin Agil Bangkit, Mahasiswa UT Ini Raih Podium Campus League
-
Penanganan Karhutla Jangan Cuma Hitung Luasan, Pakar UGM Soroti Habitat Satwa
-
Kader PDIP Jadi Tersangka Kasus Intimidasi Dokter Icha di NTT, Hasto Buka Suara
-
Tangis Pecah Gus Yahya, LPJ PBNU 2021-2026 Diterima Muktamar ke-35 NU
-
Penuhi Panggilan sebagai Saksi, BPKH Tegaskan Komitmen Dukung Penegakan Hukum
-
Simak Rekayasa Lalu Lintas dan Lokasi Parkir Merdeka Run 81 Tahun Indonesia Besok
-
Geger Skandal Sekpri vs Wabup Sumedang: Rumah Dinas Jadi Sorotan, Pemprov Turun Tangan