Suara.com - Band Jikustik sempat mencuri perhatian di awal tahun 2000-an berkat lagu-lagu mereka yang sangat disukai. Namun sejak beberapa tahun lalu, band pemilik hits "Setia" ini tenggelam dan menghilang.
Namun ada kabar bahagia bagi para penggemar Jikustik. Band yang beranggotakan Pongki (vokal), Icha (bass), Dadi (gitar), Adhit (keyboard) dan Carlo (drum) akan menggelar konser reuni di kota asal mereka, Yogyakarta pada 29 Maret mendatang.
"Sebenarnya Mas Anas dari Rajawali Communication, menawarkan ini sudah tiga tahun yang lalu. Tapi saya sendiri merasa kurang pas waktunya, nggak tahu sama yang lain," kata Ponki, saat jumpa pers di kawasan Sudirman, Jakarta Selatan, Selasa (12/2/2019).
Menurut Pongki, bukan hanya dari Rajawali yang menawarkannya untuk menggelar konser reuni.
"Ada beberapa orang yang lain juga menawarkan lima tahun yang lalu reuni dengan Jikustik. Tapi nggak ada yang pas, baik secara konsep maupun teknis dan segala macam," sambung Pongki.
Dadi gitaris Jikustik mengaku ingin turut andil di konser Reuni Jikustik karena merindukan bermain dengan para sahabatnya itu.
"Yang tersulit sebenanya bukan persoalan menyesuaikan musik. Ini terlalu kompleks, sangat besar. Tapi garis besarnya sudah sama, bahwa kami sangat kangen untuk bermusik kembali, ingin bermain bersama," tutur Dadi.
Dalam konser nanti Jikustik akan membawakan lagu-lagu populer yang sempat merajai musik di tahun 2000-an.
Baca Juga: Sekuel Aquaman Tengah Digarap
"Dua jam konser, lagu belum ditentukan. Kalau satu jam 10 lagu, dua jam berarti 20 lagu. Tapi nanti kita lihat konten dari konsep," ujar Pongki.
Untuk penjualan tiket Jikustik Reuni, Rajawali kembali bekerja sama dengan Melon Indonesia sebagai exlusive official ticketing patner. Penjualan tiket presale dilakukan pada 18 Febuari mendatang dan hanya dijual di tiketapasaja.com. Sedangkan pada keesokan harinya tiket dapat dibeli secara reguler di afiliasi Melon.
Tiket presale disiapkan terdiri dari empat kelas, yaitu Festival Rp 150 ribu, Gold Rp 250 ribu, Platinum Rp 350 ribu, dan Diamond Rp 600 ribu.
Berita Terkait
-
6 Video Musik Dibintangi Gary Iskak, Video Klip Lagu Kris Dayanti Paling Ikonik
-
Strategi Baru LMKN Atasi Kisruh Royalti Musik, Ajak Musisi Jadi Mata-Mata
-
Bosan Pop Cinta-cintaan, Pongki Barata Rilis Album Rock 8090
-
Merayakan 29 Tahun Berkarya, Jikustik Ungkap Makna Ganda di Balik Lagu Puitisnya
-
Beda Pendidikan Ahmad Dhani Vs Pongki Barata: Ada yang Disentil Soal UU Hak Cipta
Terpopuler
- 3 Sepatu New Balance Tanpa Tali, Bantalan Nyaman untuk Jalan Kaki Jauh
- Warga Kayumanis Bogor Tolak PSEL
- 5 Sepatu Adidas Tanpa Tali yang Serbaguna, Anti Pegal Dipakai Jalan Seharian
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- 5 HP Baru 2026 Memori Besar dan Baterai Badak untuk Multitasking, Harga Rp2 Jutaan
Pilihan
-
Strategi Berani John Herdman: Mengapa Piala AFF 2026 Jadi Panggung Khusus Pemain Domestik?
-
Insiden Noni Madueke Tanpa Penalti, Eks Wasit Liga Inggris Buka Suara
-
Drama Final Liga Champions: Sakitnya Arsenal, PSG Back to Back Juara
-
Kesehatan Donald Trump Bermasalah? Gedung Putih Dituding Tutupi Hasil Medical Check-up
-
Kebakaran RSUD Syekh Yusuf Gowa, Begini Kondisi Terkini Pasien
Terkini
-
Ibu Niko Al Hakim Diduga Sindir Rachel Vennya, Singgung Cucu hingga Penjualan Rumah
-
Dikenal Couple Goals, Vilmei Resmi Umumkan Putus dari Willie Salim Setelah 6 Tahun Bersama
-
Kasus Whip Pink Seret Influencer ZNM dan YouTuber RV, Ketua Patron Bilang Begini
-
Tribute to Erros Djarot Jadi Momen Spesial di Java Jazz Festival 2026, Penonton Diajak Bernostalgia
-
Bahas Risiko Diamuk Massa, Mahalini Tolak Permintaan Tambah Lagu di Specteve 2026: Aku Capek Viral
-
Influencer ZNM dan YouTuber RV Dijemput Paksa Polisi Terkait Kasus Whip Pink, Siapa?
-
Quinn Salman Bagikan Resep Asah Kreativitas di Depan Ribuan Anak
-
Cici Nuni Ungkap Rahasia Sukses Jadi Affiliator, Penghasilannya Setara Pekerja Kantoran
-
Tampil di Specteve 2026, Efek Rumah Kaca Bawa Pesan Emosional Lewat Lagu 'Di Udara'
-
Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy