Sinopsis Film Syirik: Dayang Laut Selatan
Film yang ditulis sekaligus disutradarai Hestu Saputra. menceritakan tentang sebuah desa yang masih menjalankan praktik budaya namun berbau syirik atau menyekutukan Tuhan.
Seorang pemuda bernama Said yang diperankan Teuku Rassya kembali ke desanya setelah bertahun-tahun belajar di pondok pesantren.
Desanya itu bernama Wonosari yang ternyata ada perubahan mencolok karena terjerat ajaran mistis.
Said kembali bertemu dengan Sari yang diperankan Richelle Skornicki mantan kekasihnya dulu.
Namun hubungan mereka terhalang restu dari ibu Sari yakni Sartika yang diperankan Kinaryosih.
Sartika menginginkan Sari menjadi penari utama Ledhek yang ternyata sebuah ritual mistis di desa tersebut.
Sayangnya, ada saingan berat Sari yakni Ningsih yang diperankan Nikita Mirzani karena dia sangat berambisi ingin menjadi penari utamanya.
Sari pun terjebak dalam intrik berbahaya antara Sartika dan Ningsih.
Baca Juga: Diserahkan ke Kejaksaan dengan Tangan Diborgol, Vadel Badjideh Tampak Lebih Gemuk
Sementara itu, Ki Dalang yang diperankan Donny Alamsyah sebagai pemimpin ritual mencari siapa yang akan menjadi penari utama.
Ajaran Ki Dalang ditentang Said yang merupakan saudaranya. Sedangkan ada sosok Pak Lurah yang juga menyimpan rencana jahat.
Di balik wibawanya, Pak Lurah punya ambisi tersembunyi buat menyaingi Ki Dalang.
Bagaimana kondisi desa tersebut yang menyimpan rahasia mistis dan gara-gara ritualnya bisa mengancam nyawa semua yang terlibat.
Saksikan kisah penuh misteri dan konflik akan menguji batas cinta, kepercayaan dan tradisi.
Film bergenre horor ini akan mulai tayang di bioskop pada 19 Juni 2025.
Fakta menarik Film Syirik: Dayang Laut Selatan
Fakta menarik dari film ini, menurut Hestu berawal dari pengalaman empiris yang dirasakannya sejak kecil.
Hal ini dia ungkapkan saat menceritakan lebih dalam tentang film terbarunya itu dalam channel YouTube Ganapati Studio.
Penulisan naskahnya pun hanya membutuhkan waktu 2 minggu meski kemudian untu pendalaman hingga menjadi sebuah film butuh waktu 2 tahun.
Dia cukup kesulitan mencari lokasi syuting yang benar-benar bisa menggambarkan situasi nyata dalam film tersebut.
Hingga akhirnya Desa Turunan Girisuko, Gunung Kidul, Yogyakarta. Merupakan daerah terpencil dan jauh dari keramaian kota yang terpilih.
Meski diakunya, tetap ada sentuhan GI atau Computer-Generated Imagery untuk menggambarkan suasana kering seperti di cerita.
Makna tarian Ledhek yang ditampilkan juga bukan hanya sekadar tarian.
Tarian di film ini muncul dengan kekuatan magis dari Roh gelap yang mengikat jiwa manusia.
Para penari yang terlibat dalam produksi ini bukan hanya mahir menari, tetapi juga memahami filosofi dan emosi yang dalam di balik setiap gerakan mereka.
Makna syirik juga bukan hanya diartikan sebagai menyekutukan Tuhan namun syirik lebih luas sebagai perubahan besar persinggungan antara budaya dan masuknya agama di wilayah itu.
"Ketika ia lebih kita takuti atau kita agungkan daripada kebenaran, di situlah bibit-bibit syirik mulai tumbuh," salah satu narasi yang diutarakan.
Awal kemunculan film ini, beberapa netizen juga menyerukan boikot karena pemainnya ada Nikita Mirzani, Meski itu tak menjadi halangan dan film ini tetap tayang.
Kontributor : Tinwarotul Fatonah
Berita Terkait
-
Razman Desak Vadel Badjideh Lawan Nikita Mirzani di Sidang: Gak Ada Hubungan Badan dan Aborsi
-
Tessa Mariska Kecewa Nikita Mirzani Tak Dibebaskan, Batal Bikin Tumpengan
-
Vadel Badjideh Lafalkan Potongan Surat Al-Baqarah di Hadapan Jaksa
-
Polisi Klarifikasi Kabar Nikita Mirzani Sakit sampai Dirawat, Cuma Diperiksa di Klinik
-
Vadel Badjideh Bakal Jadi Penghuni Rutan Cipinang
Terpopuler
- Apa Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam pada Usia 50 Tahun? Ini 5 Rekomendasi sesuai Review
- John Herdman Coret 27 Pemain Jelang Timnas Indonesia vs Kamboja di Piala AFF 2026
- 10 Simbol Feng Shui di Rumah Old Money yang Dipercaya Membawa Kemakmuran
- Jakarta Siap Pungut Pajak Mobil Listrik Tahun Ini, Kendaraan Mewah Kena hingga 75% PKB
- Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
Pilihan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
-
Sudaryono Jabat Kepala BGN, Sudah Diworo-woro Istana Sejak Selasa Malam
Terkini
-
Indonesia Masih Bergantung pada Obat Impor, Kemandirian Farmasi Jadi Tantangan
-
Nekat Gelantungan di Pintu KRL saat Mabuk, Pria Ini Resmi Masuk Daftar Hitam KAI Commuter
-
Proyek E10 Ambisius, Tapi Siapa Mau Pasok Tebu untuk Pemerintah?
-
Siap War Tiket! Indomaret Fun Run 2026 Bakal Ramaikan Gaya Hidup Sehat Warga Semarang
-
Anggaran Dipotong Pusat, Renovasi 11 Sekolah di Jakarta Terpaksa Mundur ke 2027
-
Gotong Royong Polhut Se-Indonesia, Bangun Rumah untuk Saudara di Aceh Tamiang
-
Dukungan Pendidikan Jadi Langkah untuk Mempersiapkan Generasi Muda Berintegritas
-
Ratusan Hektare Mangrove di Riau Habis Dibabat, Kapolda Turun Tangan
-
Gibran Playing Victim Soal Posisi Duduk? Analis: Bersihkan Istana dari Pengaruh Jokowi!
-
Tumbal Terakhir