Entertainment / Gosip
Kamis, 08 Januari 2026 | 14:57 WIB
Ammar Zoni membongkar kebusukan selama selama dia ditahan di Rutan Salemba, Jakarta Pusat. [Suara.com/Rena Pangesti]
Baca 10 detik
  • Ammar Zoni bersaksi di PN Jakarta Pusat mengenai penemuan narkoba di Rutan Salemba dan dugaan pemerasan Rp300 juta.
  • Aktor tersebut mencabut keterangan BAP karena merasa ditekan dan tidak didampingi pengacara saat pemeriksaan.
  • Penemuan narkoba terjadi setelah Ammar Zoni menolak tawaran terkait barang haram dari narapidana lain.

Setelah menolak, insiden penemuan narkoba di ventilasi kamar Ammar Zoni terjadi. Inilah yang kemudian membuat bapak dua anak tersebut bingung.

Bahkan tak hanya itu, peristiwa ini pula yang menjadi awal pemerasan Rp300 juta kepada Ammar Zoni.

Berikut rangkumannya.

1. Kamar Ammar Zoni digeledah

Peristiwa terjadi pada 3 Januari 2025 di mana kamar Ammar Zoni di Lapas Salemba digeledah.

"Di malamnya sekitar isya, Pak Eka datang, lalu dia langsung bilang 'Mana HP lo?' Saya kasih langsung," kata Ammar Zoni.

Ammar Zoni bersama teman di lapas dibawa ke depan. Ia bertanya, apa yang terjadi dan petugas mengatakan penemuan narkoba.

"Saya tanya ini masalahnya apa, (kata petugas) 'sudah enggak usah ini, lo katanya bilang dia ngasih barang narkoba ke lo'," tutur sang aktor.

2. Merasa ditekan saat BAP

Ammar Zoni kemudian menjalani BAP, sesuatu yang ia tidak tahu namun harus memberikan keterangan.

"Saya ditekan di-BAP," katanya mengungkap.

Baca Juga: Ammar Zoni Siap Buka-bukaan di Sidang Narkoba, Janji Ungkap Fakta Sebenarnya

Ammar Zoni menerangkan, keterangan dalam BAP jauh berbeda dengan yang dialami. Karena itu dalam kesempatan di persidangan, ia mencabut BAP tersebut.

"Karena memang pada dasarnya itu tidak keterangan saya. Saya di bawah tekanan," ucap Ammar Zoni.

3. Diperas Rp 300 juta

Saat Ammar Zoni menolak untuk terlibat transaksi narkoba, pesinetron 7 Harimau tersebut justru dipaksa untuk tunduk pada arahan.

"Dari penyidiknya tetap menekan saya 'Sudah lah, yang jelas lo mau kayak gimana aja ini kasus enggak akan bisa naik, yang penting lo siapkan dana Rp300 juta per kepala'," imbuh Ammar Zoni.

Tak hanya Rp300 juta, Ammar Zoni disuruh menanggung semua biaya narapidana yang terlibat.

"Dia suruh saya nanggung semuanya, ada 10 orang, Rp3 miliar berarti saya harus siapkan dana. Saya bilang loh ini pemerasan namanya," kata Ammar Zoni.

Load More