Suara.com - Sebagai negara tropis, Indonesia memiliki kecenderungan yang lebih tinggi terhadap kejadian influenza sepanjang tahunnya. Hal ini berdasarkan Riset Kesehatan Masyarakat pada 2014, menyebabkan sejumlah kerugian, seperti mempengaruhi jumlah absensi di kantor dan sekolah.
Menurut dr. Eveline dari sebuah perusahaan farmasi Interbat, umumnya orang dewasa mengalami flu sebanyak empat kali setiap tahunnya. Ini berarti, ada sekitar tiga minggu dalam setahun yang membuatnya tidak produktif dan bisa berdampak terhadap efektifitas kerja.
Sementara, lanjut dia, untuk anak-anak, mereka umumnya mengalami flu 6-8 kali setiap tahunnya. Yang artinya, satu bulan dalam setahun, dihabiskan si kecil untuk sakit dan hal ini tentunya dapat berdamoak terhadap kualitas belajarnya di sekolah.
"Flu paling banyak menyerang dan paling banyak ditemukan di negara kita. Virus ini juga menjadi penyebab utama absensi kerja dan sekolah. Mulai dari bersin-bersin, hidung berair dan tersumbat, sakit tenggorokan, sakit saat menelan, batuk, demam, sakit kepala dan sebagainya. Ini tentunya cukup mengganggu," ujar Eveline dalam peluncuran Spartan Mouth Spray Alami Pencegah Flu, di kawasan Senayan, Jakarta pada Kamis (6/8/2015).
Flu itu sendiri bisa didapat seseorang dengan dua mekanisme penularan, yakni secara langsung atau tidak langsung. Secara langsung, kata dia, partikel flu yang keluar dari sesorang penderita itu terhirup oleh orang lain melalui hidung atau mulut.
Sementara secara tidak langsung, kata Eveline menjelaskan, seseorang yang belum terjangkit virus flu, menyentuh benda-benda yang sudah terkontaminasi oleh partikel flu, lalu ia menyentuh hidung atau mulutnya sehingga membuatnya terkena penyakit tersebut.
"Virus flu itu miliaran jumlahnya, yang terdapat di mana saja dan kapan saja bisa menjangkiti seseorang. Satu kali bersin saja, kita bisa mengeluarkan 40 ribu butir partikel droplet dengan kecepatan 250 km/jam. Virus ini juga bisa bertahan hingga 48 jam di ruangan tertutup," jelasnya lagi.
Ketika virus terhirup, kata Eveline, akan mendiami sel pada tenggorokan dan mulai berkembang biak. Hal ini tentu bisa menyebabkan infeksi, namun dalam kenyataannya tidak selalu demikian karena daya tahan tubuh seseorang sebenarnya telah dirancang untuk secara alami dapat menghentikan flu.
"Yang akan menentukan apakah seseorang akan jatuh sakit atau tidak, adalah daya tahan tubuhnya dan jumlah virus yang berhasil memasuki sel," ujar dia.
Untuk itu, agar tidak mudah terkena virus flu, kata Eveline, sebaiknya seseorang dapat menjalani pola hidup sehat, makan minum serta istirahat yang cukup dan mengonsumsi vitamin untuk meningkatkan daya tahan tubuh.
"Bisa juga memakai produk yang sesuai untuk langkah preventif, berbahan alami aman dan teruji efektifitas," tutupnya.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Link Download Gratis Ebook PDF Buku Broken Strings, Memoar Pilu Karya Aurelie Moeremans
- Biodata dan Agama DJ Patricia Schuldtz yang Resmi Jadi Menantu Tommy Soeharto
- Kronologi Pernikahan Aurelie Moeremans dan Roby Tremonti Tak Direstui Orang Tua
- 5 Sepatu Jalan Lokal Terbaik Buat Si Kaki Lebar Usia 45 Tahun, Berjalan Nyaman Tanpa Nyeri
- DPUPKP Catat 47 Hektare Kawasan Kumuh di Kota Jogja, Mayoritas di Bantaran Sungai
Pilihan
-
Hari Ini Ngacir 8 Persen, Saham DIGI Telah Terbang 184 Persen
-
Mengapa Purbaya Tidak Pernah Kritik Program MBG?
-
Kuburan atau Tambang Emas? Menyingkap Fenomena Saham Gocap di Bursa Indonesia
-
Nama Orang Meninggal Dicatut, Warga Bongkar Kejanggalan Izin Tanah Uruk di Sambeng Magelang
-
Di Reshuffle Prabowo, Orang Terkaya Dunia Ini Justru Pinang Sri Mulyani untuk Jabatan Strategis
Terkini
-
Gaya Hidup Sedentari Tingkatkan Risiko Gangguan Muskuloskeletal, Fisioterapi Jadi Kunci Pencegahan
-
Hati-hati saat Banjir! Jangan Biarkan 6 Penyakit Ini Menyerang Keluarga Anda
-
Pankreas, Organ yang Jarang Disapa Tapi Selalu Bekerja Diam-Diam
-
Perawatan Kulit Personal Berbasis Medis, Solusi Praktis di Tengah Rutinitas
-
Implan Gigi Jadi Solusi Modern Atasi Masalah Gigi Hilang, Ini Penjelasan Ahli
-
Apa Beda Super Flu dengan Flu Biasa? Penyakitnya Sudah Ada di Indonesia
-
5 Obat Sakit Lutut Terbaik untuk Usia di Atas 50 Tahun, Harga Mulai Rp 13 Ribu
-
Kalimantan Utara Mulai Vaksinasi Dengue Massal, Kenapa Anak Jadi Sasaran Utama?
-
Kesehatan Anak Dimulai Sejak Dini: Gizi, Anemia, dan Masalah Pencernaan Tak Boleh Diabaikan
-
Krisis Senyap Pascabencana: Ribuan Pasien Diabetes di Aceh dan Sumut Terancam Kehilangan Insulin