Suara.com - Lebih dari 100 anak di kota Muzaffarpur, Bihar, India Utara mengalami kematian misterius dua dekade terakhir. Mulanya mereka kejang-kejang lalu kehilangan kesadaran dan berakhir dengan kematian.
Setelah diselidiki, kebanyakan korban tewas adalah anak petani leci. Peneliti dari Amerika Serikat dan India pun diterjunkan untuk menganalisis penyebab dari kematian mendadak ratusan anak tersebut.
Sebuah penelitian terkini yang dipublikasikan dalam jurnal Lancet menguak alasan di balik kasus kematian anak-anak yang menjadi misteri selama dua dekade.
Menurut peneliti, anak-anak tersebut keracunan leci saat perut kosong. Leci mengandung racun yang membuat anak-anak dengan kondisi perut kosong atau kadar glukosa rendah bereaksi dengan kejang dan kehilangan kesadaran.
Peneliti menilai anak-anak yang keracunan tersebut mengalami pembengkakan otak sehingga mengalami kejang.
"Penyelidikan kami menunjukkan bahwa wabah ini disebabkan oleh kandungan hypoglycin, racun yang terdapat pada leci dimana mencegah tubuh memproduksi glukosa," ujar peneliti.
"Penyelidikan kami menunjukkan wabah ensefalopati akut pada Muzaffarpur terkait dengan kedua hypoglycin A dan toksisitas MCPG," kata para peneliti.
Untuk mencegah keracunan dan mengurangi angka kematian di wilayah ini, peneliti menganjurkan orangtua untuk membatasi konsumsi leci dan memastikan anak mereka makan malam sehingga tidak mengalami penurunan kadar glukosa. [Zeenews]
Baca Juga: Hati-hati! Bahaya Mengintai di Balik Pembungkus "Fast Food"
Berita Terkait
Terpopuler
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- 5 Lipstik Rekomendasi Fuji yang Tahan Lama, Tidak Kering dan Anti Pecah-Pecah
- PT Blueray Cargo Milik Siapa? Perusahaan Logistik yang Seret Raffi Ahmad dalam Kasus Suap Importasi
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
Kolesterol Tinggi Sering Tanpa Gejala, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini sejak Usia 20 Tahun
-
Dokter Bantah Mitos Obat Kolesterol dan Diabetes Rusak Ginjal, Ini Penjelasannya
-
Anak Sering Ruam atau Diare Setelah Minum Susu? Bisa Jadi Tanda Alergi Susu Sapi
-
Metoo Hadirkan Senyum di Tengah Mobilitas Jakarta lewat Aktivasi Interaktif di CSW
-
Dorong Pola Makan Seimbang, Konsumsi Buah dan Sayur Masih Jadi Tantangan di Indonesia
-
Saat Lambung Mulai Sensitif, Ini Pilihan Makanan yang Lebih Ramah di Perut
-
Quinn Salman Selalu Sempatkan Waktu Bermain Bersama Keluarga, Ternyata Manfaatnya Bagus Banget?
-
Mobilitas Tinggi Bikin Kulit Lebih Rentan Terpapar Kuman, Kapan Perlu Antiseptik?
-
Ancaman Tak Terlihat bagi Lingkungan Perairan: Residu Antidepresan Meningkat di Sungai
-
Layanan Ortopedi Dalam Negeri Kian Dekat dengan Standar Internasional