Suara.com - Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pasaman, Sumatera Barat, Desrizal menghitung jumlah anak korban dugaan keracunan bakso bakar terus bertambah menjadi 36 orang, sebelumnya 25. Mereka dirawat di Rumah Sakit Yarsi Panti.
Desrizal mengatakan dari 36 korban tersebut 23 korban dirawat di RS Yarsi Panti dan empat di Puskesmas Tapus.
"Ditambah yang telah dirujuk ke RSUD Lubuk Sikaping sembilan orang," ujarnya, Rabu (14/12/2016).
Untuk korban balita, katanya, ada delapan korban. Selebihnya anak-anak di atas umur enam tahun. Ia mengatakan saat ini sampel bakso bakar sudah diambil.
"Kita belum bisa memastikan kandungan makanan itu. Sampel akan diperiksa dulu di Balai POM Padang. Mungkin sekitar satu minggu baru bisa diketahui hasilnya," ujarnya.
Sementara itu, Wakil Kepala Polsek Panti Iptu Sulaiman Pane mengatakan pihak kepolisian telah mengetahui identitas pedagang bakso bakar keliling itu.
"Saat ini petugas masih melakukan pencarian terhadap pedagang. Mudah-mudahan segera dapat diamankan," katanya.
Sementara itu, Indun (36) orang tua Abdul Halim (10), salah seorang korban mengatakan anaknya membeli bakso bakar tersebut ketika pulang dari sekolah di SDN 09 Petok.
"Setelah itu sekitar pukul 16.00 WIB, anak kami mengalami muntah-muntah, pusing dan mencret. Selanjutnya langsung kita bawa ke rumah sakit," katanya.
Sebelumnya, anak-anak di Kecamatan Panti dan Padang Gelugur diduga keracunan setelah memakan bakso bakar keliling.
"Menurut keterangan orangtua korban awalnya mereka membeli jajanan bakso bakar kepada pedagang keliling. Setelah itu anaknya mengali muntah-muntah dan pusing. Mereka langsung membawanya ke rumah sakit," kata Kepala Unit Reserse Kriminal Polsek Panti Aiptu Zulhendri. (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Apa Itu Sepatu Hybrid? Ini 5 Rekomendasi Buatan Lokal Terbaik dan Serbaguna
- Soal TNI-Komcad Dikerahkan di Demo Mahasiswa, Ini Reaksi Komisi I DPR
- Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
- Motor Mirip Harley-Davidson Harga Rasa Matic: Mending Morbidelli C252V atau QJ Motor SRV250?
Pilihan
-
Aksi di DPR Memanas! Peserta Demo Cipayung Menggugat Ngaku Dianiaya Polisi usai Ditangkap
-
Wasit Liga Indonesia 'Berulah', FIFA Investigasi Kemenangan Timnas Jerman vs Curacao
-
Mahasiswa Gelar Demo di DPR, Tagih Janji 19 Juta Lapangan Kerja dan Desak Hentikan MBG
-
Mau Aksi di Patung Kuda, Mahasiswa UBK Sempat Dihadang di Tugu Tani
-
Anggaran Kunjungan Luar Negeri Prabowo Tembus Rp1,1 T! Lebih Besar dari APBD Satu Kabupaten di NTB
Terkini
-
KPK Dalami Dugaan Suap Rp21 Miliar Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama
-
Datang ke Jakarta Fair Bisa Sekalian Bayar Pajak Kendaraan, Begini Caranya
-
Jangan Tergiur SIM Instan! Korlantas: Hanya Polri Institusi Sah Terbitkan Izin Mengemudi
-
Viral Tawuran Berujung Curanmor di Karawang: Satu Pelaku Ditangkap, Polisi Buru Komplotan Lain
-
Alasan Elza Syarief Bela Gratis Lalu Tinggalkan Eks Wakil BGN di Kasus Korupsi MBG
-
Mal Jakarta Mulai Sepi, Kunjungan Turun 10 Persen Akibat Daya Beli Masyarakat Melemah
-
Gempa di Palu, Gubernur Sulteng Minta Rumah Sakit Siaga hingga Siapkan Tempat Pengungsian
-
Gempa Magnitudo 6,7 Guncang Sulteng, Sejumlah Bangunan Rusak
-
Ngeri! Bawa Bom Molotov Buat Tawuran, 18 Remaja di Bekasi Diciduk Brimob
-
Mengejutkan! India Blokir Telegram, Ada Apa?