Suara.com - Seorang ibu bernama Alicia Barber harus memandikan bayinya dengan clorox atau pemutih untuk membantu membersihkan kulit buah hatinya yang tertutup sisik akibat penyakit langka.
Perempuan berusia 27 tahun ini memandikan putranya yang berusia satu tahun bernama Jamison sebanyak dua kali seminggu selama 15 menit. Bukan cuma itu, Jamison juga harus digosok dengan sarung tangan, untuk membersihkan kulit-kulit keras di tubuhnya dan menangkal infeksi.
Jamison menderita ichthyosis Harlequin, penyakit kulit parah yang disebabkan oleh mutasi genetik yang memengaruhi sekitar satu dalam 500.000 kelahiran.
Sejak lahir, kulit Jamison ditutupi oleh lapisan keras protein, yang membentuk pelat seperti sisik, dipisahkan oleh retakan-retakan yang dalam. Lapisan yang disebut keratin shell ini membuat penderitanya hampir tidak mungkin bergerak bebas dan dapat menyebabkan kesulitan bernapas serta membuatnya berisiko tinggi mengalami infeksi.
Alicia mengetahui tentang diagnosis putranya ini saat ia hamil tujuh bulan. Awalnya ia didiagnosis hamil bayi kembar, tetapi satu janinnya meninggal di dalam rahim. Dokter mengatakan, satu bayinya memang bisa bertahan hidup, tapi mungkin mengalami kondisi yang sulit baginya. Dokter pun merekomendasikan Alicia untuk mengakhiri kehamilannya.
Meskipun kesempatan bertahan hidup Jamison hanya 2 persen, tak disangka ia telah menentang kemungkinan tersebut dan berhasil melewati ulang tahun pertamanya. Dengan penyakit ini di tubuhmya, berarti dia harus bertahan dengan pengobatan yang melelahkan yang meliputi mandi pemutih dan resep morfin untuk membantu meringankan rasa sakit yang luar biasa.
Alicia mengatakan dia juga berjuang dengan berbagai komentar orang-orang asing yang kejam yang menyebut putranya 'menyeramkan'. Dia mengatakan bahwa dirinya ingin meningkatkan kesadaran tentang kondisi yang tidak diketahui oleh banyak orang ini.
"Saya belum pernah mendengar tentang ichthyosis Harlequin sebelum dokter menjelaskannya pada saya dan menunjukkan sebuah buku teks dengan gambar-gambar bayi dengan kondisi ini. Mereka tidak memiliki wajah, tidak ada tangan, tidak ada kaki, dan tidak ada jari tangan dan kaki," kata Ibu tiga anak, dari Chattaroy, Washington, Amerika Serikat.
"Itu benar-benar membuat trauma dan mereka merekomendasikan agar saya mengakhiri kehamilan waktu itu," lanjut dia.
Baca Juga: Lima Cara Sederhana Pangkas Risiko Kanker Payudara
"Itu menakutkan, saya tidak tahu apa yang akan terjadi dengannya dan kelahirannya juga sangat traumatis. Saya menjalani operasi caesar darurat karena mereka khawatir bahwa melahirkan secara alami atau normal akan menyebabkan robeknya fisura kulitnya," jelas Alicia.
"Saya juga membutuhkan transfusi darah empat-setengah kantung dan tidak sempat menemuinya selama beberapa hari. Saya sempat tak siap ketika saya melihatnya, saya ingin memeluknya dan mengatakan kepadanya bahwa itu akan baik-baik saja. Saya tahu dia akan bertarung," kata dia lagi.
Kelainan kulit yang terkait dengan ichthyosis Harlequin mengganggu penghalang pelindung kulit, membuat penderitanya sulit mengontrol air, mengatur suhu tubuh mereka, dan melawan infeksi.
Karena itulah, Jamison membutuhkan perawatan 24 jam dan 187 jam sebulan di rumah sakit. Selain mandi dengan pemutih, dia juga harus mandi dua kali sehari selama 45 menit dengan air, dan digosok dengan kain amplas untuk membantunya melepaskan kulit berisisknya.
Dokter meresepkan pemutih rumah tangga, jenis yang Anda beli di toko kelontong untuk mandi Jamisom.
"Ini menyakitkan baginya, jadi dia diberi morfin yang dapat memperlambat dan membuatnya mengantuk," ujar Alicia.
Berita Terkait
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- 4 Calon Pemain Naturalisasi Baru Era John Herdman, Kapan Diperkenalkan?
- Kakek Penjual Es Gabus Dinilai Makin 'Ngelunjak' Setelah Viral, Minta Mobil Saat Dikasih Motor
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 4 Mobil Kecil Bekas 80 Jutaan yang Stylish dan Bandel untuk Mahasiswa
Pilihan
-
Epstein Gigih Dekati Vladimir Putin Selama Satu Dekade, Tawarkan Informasi 'Rahasia AS'
-
Bertemu Ulama, Prabowo Nyatakan Siap Keluar dari Board of Peace, Jika...
-
Bareskrim Tetapkan 5 Tersangka Dugaan Manipulasi Saham, Rp674 Miliar Aset Efek Diblokir
-
Siswa SD di NTT Akhiri Hidup karena Tak Mampu Beli Buku, Mendikdasmen: Kita Selidiki
-
Kasus Saham Gorengan, Bareskrim Tetapkan 3 Tersangka Baru, Salah Satunya Eks Staf BEI!
Terkini
-
Toko Sociolla Pertama di Sorong, Lengkapi Kebutuhan Kecantikan di Indonesia Timur
-
Awali 2026, Lilla Perkuat Peran sebagai Trusted Mom's Companion
-
Era Baru Kesehatan Mata: Solusi Tepat Mulai dari Ruang Dokter Hingga Mendapatkan Kacamata Baru
-
Dokter Ungkap: Kreativitas MPASI Ternyata Kunci Atasi GTM, Perkenalkan Rasa Indonesia Sejak Dini
-
Solusi Bijak Agar Ibu Bekerja Bisa Tenang, Tanpa Harus Mengorbankan Kualitas Pengasuhan Anak
-
Dokter Saraf Ungkap Bahaya Penyalahgunaan Gas Tawa N2O pada Whip Pink: Ganggu Fungsi Otak!
-
Tidak Semua Orang Cocok di Gym Umum, Ini Tips untuk Olahraga Bagi 'Introvert'
-
Dehidrasi Ringan Bisa Berakibat Serius, Kenali Tanda dan Solusinya
-
Indonesia Masih Kekurangan Ahli Gizi, Anemia hingga Obesitas Masih Jadi PR Besar
-
Cedera Tendon Achilles: Jangan Abaikan Nyeri di Belakang Tumit