Suara.com - Hati-hati untuk wanita yang hamil di atas usia 36 tahun, karena bisa berisiko kelainan genetik pada bayi yang dikandungnya.
Memiliki anak memang merupakan anugerah bagi setiap pasangan suami istri (pasutri). Namun tak semua pasutri diberi keturunan dalam waktu yang cepat. Ada yang perlu menunggu bertahun-tahun bahkan puluhan tahun.
Nah, bagi Anda kaum hawa yang berkesempatan hamil di usia 36 tahun maka waspadai risiko terjadinya kelainan genetik pada bayi yang Anda kandung. Menurut Dr dr Naomi Esthernita F Dewanto SpA(K), dari Siloam Hospital Kebon Jeruk, meski belum diketahui penyebab pasti kelainan genetik, tapi kehamilan pada usia di atas 36 tahun bisa meningkatkan risiko bayi lahir dengan kondisi kelainan genetik.
"Biasanya kelainan genetik karena saat penggabungan sel telur dan sel sperma ada gangguan. Faktor risiko ibu hamil 36 tahun juga mempengaruhi," ujar dr Naomi dalam temu media di Siloam Hospital Kebon Jeruk, Senin (6/8/2018).
Namun Ia menambahkan, kecil kemungkinan janin dengan kelainan genetik bertahan hidup. Ia menyebut, hanya lima persen janin dengan kelainan genetik yang berhasil lahir.
Untuk mendeteksi kelainan genetik saat hamil, ditambahkan Dr. med. Ferdhy Suryadi Suwandinata SpOG bumil bisa melakukan pemeriksaan USG atau tes darah. Melalui tes darah, dokter nanti akan melihat risiko kelainan genetik yang dialami janin dalam kandungan.
"Bisa dideteksi sejak hamil bisa ambil darah ibunya. Meskipun bayi punya ari-ari cukup, bayi tapi banyak sel bayi yang lepas ke ibu. Nanti kita tes ada kelainan apa atau enggak. Tapi kalau sudah terdeteksi kelainan genetik mau apa, diterminasi nggak boleh, diterapi juga nggak bisa karena genetik hanya bisa diterima," tandasnya.
Sayangnya peraturan di Indonesia tidak ada yang menghalalkan aksi terminasi kehamilan atau menggugurkan bayi dengan kelainan genetik yang mana sudah diterapkan di beberapa negara maju.
"Di Indonesia terminasi kehamilan dilarang sampai sekarang. Padahal kalaupun ada yang hidup itu nggak bisa diterapi karena genetik, jadi hanya bisa diterima. Di luar negeri, aborsi diperbolehkan sampai usia kehamilan 14 minggu," tambah dia.
Baca Juga: Kapolri Kirim 460 Pasukan Bantu Korban Gempa Lombok Sampai Pulih
Ia menambahkan, kasus kelainan genetik sendiri mencapai 1-2 persen dari 1000 kehamilan. Beberapa kelainan genetik yang tergolong ringan adalah trisomi 21 atau down syndrome karena cenderung memiliki harapan hidup yang tinggi.
"Dari 100 kehamilan yang terdeteksi kelainan genetik 60 persen di antaranya berisiko keguguran," tandas dia tentang risiko wanita yang hamil di atas usia 36 tahun berisiko mengalami kelainan genetik.
Berita Terkait
Terpopuler
- 55 Kode Redeem FF Max Terbaru 18 Maret 2026: Raih Pulsa, Skin Trogon Rose, dan Diamond
- 7 HP Baru 2026 Paling Murah Jelang Lebaran, Spek Gahar Mulai Rp1 Jutaan
- Ratusan Warga Cianjur Gagal Rayakan Lebaran Gara-gara Kena Tipu Paket Sembako Bodong
- Lebaran 2026 Tanggal Berapa? Cek Jadwal Idulfitri Pemerintah, NU, Muhammadiyah, dan Negara Lain
- Update Posisi Hilal Jelang Idulfitri, Ini Prediksi Lebaran 2026 Pemerintah dan NU
Pilihan
-
Serangan AS-Israel di Malam Takbiran Tewaskan Jubir Garda Revolusi Iran
-
Mencekam! Jirayut Terjebak Baku Tembak di Thailand
-
Pak Menteri Siap Potong Gaji? Siasat Prabowo Hadapi Krisis Global Contek Pakistan
-
Kabar Duka! Pemilik Como 1907 Sekaligus Bos Djarum Meninggal Dunia
-
Resmi! Hasil Sidang Isbat Pemerintah Tetapkan Idulfitri 1447 H Jatuh pada Sabtu 21 Maret 2026
Terkini
-
Pentingnya Edukasi Menstruasi untuk Remaja Perempuan, Kunci Sehat dan Percaya Diri Sejak Dini
-
Jaga Hidrasi Saat Ramadan, Ini Pentingnya Menjaga Ion Tubuh di Tengah Mobilitas Tinggi
-
Waspada Makan Berlebihan Saat Lebaran: 5 Tips Cerdas Nikmati Opor Tanpa Gangguan Pencernaan!
-
Ancaman Senyap di Rumah: Mengapa Kualitas Udara Buruk Sebabkan Bronkopneumonia pada Anak?
-
Tips Mudik Aman untuk Pasien Gangguan Irama Jantung
-
Jangan Abaikan Kesehatan Saat Mudik, Ini Tips Agar Perjalanan Tetap Nyaman
-
Pelangi di Mars Tayang Jelang Lebaran, Film Anak yang Ajarkan Berani Bermimpi
-
Cedera Lutut hingga Bahu Paling Banyak Dialami Atlet dan Penggemar Olahraga
-
Jelang Lebaran, Korban Banjir Aceh Tamiang Dibayangi ISPA hingga Diare: Imunitas Harus Diperhatikan
-
Deteksi Dini dan Kebijakan Ramah Lingkungan: Solusi Terpadu untuk Menangani Penyakit Ginjal