Suara.com - Pada ibu hamil, salah satu keluhan yang kerap terjadi adalah wasir. Penyebabnya adalah pembengkakan pembuluh darah vena di dalam dan di sekitar anus akibat tekanan yang disebabkan oleh tekanan rahim.
Gejala wasir yang paling umum adalah timbulnya rasa gatal dan terbakar di anus, dan rasa sakit saat buang air besar.
Wasir bisa bersifat internal yang ditandai dengan adanya darah ketika ibu hamil buang air besar yang keras (sembelit), atau bersifat eksternal yang muncul sebagai benjolan atau bengkak berwarna kebiruan di bagian luar anus. Meski terasa menyakitkan, wasir eksternal umumnya tidak berdarah.
Dilansir dari Todays Parent, wasir umumnya muncul di trimester pertama atau trimester akhir kehamilan. Pemicunya adalah perubahan hormon.
Meski umum dialami oleh ibu hamil, wasir pada ibu hamil sebenarnya bisa dicegah. Salah satunya, menurut Cassandra Reid, ahli gizi teregister dari Toronto, ibu hamil harus memperbanyak asupan serat, minum air putih yang cukup, dan mengonsumsi probiotik. Intinya, hindari sembelit dan mengejan saat buang air besar, karena itu adalah faktor risiko yang bisa memunculkan wasir pada ibu hamil.
Tapi, bagaimana jika wasir terlanjur muncul? Berarti, Anda harus fokus pada cara menanganinya. Inilah 5 cara mengatasi wasir saat hamil yang bisa Anda lakukan sendiri di rumah.
1. Berendam di dalam air hangat beberapa kali sehari. Anda bisa berendam di dalam bathtub yang diisi air hangat, atau bisa juga berendam di dalam bak kecil yang memungkinkan bagian anus dan sekitarnya terendam.
2. Lakukan kompres dingin di area wasir beberapa kali sehari. Ini karena kompres dingin dapat mengurangi pembengkakan dan membantu menghilangkan rasa sakit pada wasir.
3. Jaga anus tetap bersih dan kering. Gunakan handuk atau tisu lembut untuk membersihkan area di sekitar anus setiap kali selesai buang air besar. Hindari tisu toilet yang cenderung kasar, atau menggesek area anus dengan keras yang bisa memicu peradangan.
Baca Juga: Awas! Wasir yang Tak Ditangani Bisa Picu Anemia
4. Hindari duduk terlalu lama. Selain membuat tak nyaman, duduk terlalu lama bisa membuat kondisi wasir semakin parah akibat penekanan pada pembuluh darah di sekitarnya. Gunakan bantal atau alas duduk yang empuk saat duduk agar tidak mengganggu benjolan wasir.
5. Oleskan salep topikal. Ini hanya berlaku untuk wasir eksternal. Tapi, pastikan Anda berkonsultasi lebih dahulu dengan dokter mengenai pengobatan atau jensi salep yang tepat dan aman untuk wasir.
Semoga tips di atas berguna untuk Anda yang sedang berjuang mengatasi wasir.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Motor Gigi Tanpa Kopling: Praktis, Irit, dan Tetap Bertenaga
- 5 Rekomendasi HP Layar Lengkung Murah 2026 dengan Desain Premium
- 5 Lipstik Ringan dan Tahan Lama untuk Usia 55 Tahun, Warna Natural Anti Menor
- Kenapa Angin Kencang Hari Ini Melanda Sejumlah Wilayah Indonesia? Simak Penjelasan BMKG
- Lula Lahfah Pacar Reza Arap Meninggal Dunia
Pilihan
-
Menilik Survei Harvard-Gallup: Bahagia di Atas Kertas atau Sekadar Daya Tahan?
-
ESDM: Harga Timah Dunia Melejit ke US$ 51.000 Gara-Gara Keran Selundupan Ditutup
-
300 Perusahaan Batu Bara Belum Kantongi Izin RKAB 2026
-
Harga Emas Bisa Tembus Rp168 Juta
-
Fit and Proper Test BI: Solikin M Juhro Ungkap Alasan Kredit Loyo Meski Purbaya Banjiri Likuiditas
Terkini
-
Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Punya Layanan Bedah Robotik Bertaraf Internasional
-
Hari Gizi Nasional: Mengingat Kembali Fondasi Kecil untuk Masa Depan Anak
-
Cara Kerja Gas Tawa (Nitrous Oxide) yang Ada Pada Whip Pink
-
Ibu Tenang, ASI Lancar: Kunci Menyusui Nyaman Sejak Hari Pertama
-
Kisah Desa Cibatok 1 Turunkan Stunting hingga 2,46%, Ibu Kurang Energi Bisa Lahirkan Bayi Normal
-
Waspada Penurunan Kognitif! Kenali Neumentix, 'Nootropik Alami' yang Dukung Memori Anda
-
Lompatan Layanan Kanker, Radioterapi Presisi Terbaru Hadir di Asia Tenggara
-
Fokus Turunkan Stunting, PERSAGI Dorong Edukasi Anak Sekolah tentang Pola Makan Bergizi
-
Bukan Mistis, Ini Rahasia di Balik Kejang Epilepsi: Gangguan Listrik Otak yang Sering Terabaikan
-
Ramadan dan Tubuh yang Beradaptasi: Mengapa Keluhan Kesehatan Selalu Datang di Awal Puasa?