Suara.com - 3 Berita Kesehatan Pilihan: Bayi Dipaksa Diet Vegan Alami Kondisi Serius
Sungguh malang nasib yang dialami bayi asal Australia yang dipaksa diet vegan oleh orangtuanya. Padahal di masa pertumbuhan, bayi membutuhkan banyak nutrisi tinggi agar tumbuh kembangnya optimal.
Akibat diet vegan ini, bayi perempuan usia 19 bulan yang tak disebut namanya itu mengalami malnutrisi.
Kasus memprihatinkan ini tentu saja menyedot banyak perhatian publik. Inilah yang menjadi alasan mengapa isu ini menjadi salah satu berita pilihan dari kanal kesehatan Suara.com, Sabtu (24/8/2019).
Ingin tahu kisah selanjutnya? Simak ulasannya dan 2 berita kesehatan pilihan lainnya yang dirangkum Suara.com.
1. Dipaksa Diet Vegan, Begini Kondisi Bayi 19 Bulan
Orangtua seharusnya memenuhi semua kebutuhan nutrisi anak demi tumbuh kembangnya, tetapi tidak pada pasangan asal Australia ini. Mereka justru memaksa bayinya diet vegan.
Akibatnya, bayi perempuan mereka yang berusia 19 bulan mengalami malnutrisi hingga berat badannya menjadi kurang dari 4,5 kilogram. Bahkan, bayinya tidak memiliki gigi hingga menderita rakhitis.
Sampai akhirnya, bayi tersebut mengalami kejang dan dilarikan ke rumah sakit. Apalagi yang dialami bayi malang tersebut, dan bagaimana kondisi selanjutnya? Baca selengkapnya.
2. Peneliti AS Teliti Sperma untuk Hilangkan Potensi kanker
Kanker payudara, ovarium, prostat, dan sel kanker lainnya masih jadi fokus masalah kuat di bidang kesehatan dunia. Karenanya di Amerika kini tengah melakukan eksperimen kontroversial untuk mengubah DNA sel sperma untuk hilangkan potensi penyakit tersebut.
Baca Juga: Selulit Barbie Kumalasari dan 2 Berita Gaya Hidup Terpopuler Lainnya
Eksperimen ini memantik kembali pro-kontra perancangan 'bayi rekayasa' yang dapat membuat orang tua bisa menghilangkan atau tetap membiarkan potensi kanker pada anaknya sebelum lahir.
Mengutip Dailymail, Jumat (23/8/2019) dalam praktiknya peneliti Weill Cornell Medicine di New York menggunakan alat penyunting gen CRISPR untuk mengubah gen yang disebut BRCA2. Lantas, apa yang didapat dari eksperimen tersebut? Baca selengkapnya.
3. Minum Bubble Tea 3 Kali Sehari, Seorang Lelaki Alami Kondisi Ini
Terjadi lagi, seorang lelaki usia 20 tahun asal Vietnam mengalami sakit perut yang parah akibat mengonsumsi minuman bubble tea.
Sebelum mendatangi dokter, dilansir World of Buzz, lelaki tersebut sudah mengeluh sakit perut selama 20 hari. Seiring berjalannya waktu, sakit perutnya semakin parah dan memburuk.
Ini terjadi, karena lelaki itu tak mampu menahan sakit perutnya lagi. Kondisi itulah yang kemudian membuat lelaki itu mulai mengunjungi klinik untuk memeriksa kondisinya. Apa yang terjadi selanjutnya? Baca selengkapnya.
Itulah tiga berita kesehatan pilihan dari Suara.com yang menarik untuk Anda ketahui.
Berita Terkait
Terpopuler
Pilihan
-
Menuju Juara Piala Asia Futsal 2026: Perjalanan Timnas Futsal Indonesia Cetak Sejarah
-
PTBA Perkuat Hilirisasi Bauksit, Energi Berkelanjutan Jadi Kunci
-
Klaten Berduka! Wakil Bupati Benny Indra Ardianto Meninggal Dunia
-
Kisah Petani Gurem, Dihantui Pangan Murah Rendah Gizi
-
Ketika Hujan Tak Selalu Berkah, Dilema Petani Sukoharjo Menjaga Dapur Tetap Ngebul
Terkini
-
Perubahan Iklim Bikin Nyamuk DBD Makin Ganas, Dokter: Kini Bisa Berulang 2 Tahunan
-
Mengenal Ultra Low Contrast PCI, Pendekatan Tindakan Jantung yang Lebih Ramah Ginjal
-
Bukan Sekadar Timbangan: Mengapa Obesitas Resmi Jadi Penyakit Kronis di 2026?
-
Bayi Sering Gumoh? Umumnya Normal, Tapi Wajib Kenali Tanda Bahaya GERD
-
Melawan Angka Kematian Kanker yang Tinggi: Solusi Lokal untuk Akses Terapi yang Merata
-
Atasi Batuk Ringan hingga Napas Tidak Nyaman, Pendekatan Nutrisi Alami Kian Dipilih
-
Jangan Abaikan Kelainan Refraksi, Deteksi Dini Menentukan Masa Depan Generasi
-
Toko Sociolla Pertama di Sorong, Lengkapi Kebutuhan Kecantikan di Indonesia Timur
-
Awali 2026, Lilla Perkuat Peran sebagai Trusted Mom's Companion
-
Era Baru Kesehatan Mata: Solusi Tepat Mulai dari Ruang Dokter Hingga Mendapatkan Kacamata Baru