Suara.com - Kisah Pasien OCD, 20 Tahun Lebih Bersiap Hadapi Pandemi Seperti Sekarang
Hidup dengan fobia kuman ternyata telah membuat wartawan BBC, Peter Goffin siap menghadapi pandemi virus corona penyebab sakit Covid-19 dibanding orang lain.
Dia mengaku telah terbiasa melakukan aturan kebersihan selama dua puluh tahun lebih ketat daripada orang kebanyakan.
Semua berawal saat Goffin masih berusia remaja. Ia didiagnosis menderita Obsessive Compulsive Disorder atau OCD. Selama hampir dua pertiga dari hidupnya, ia mengaku menderita karena kuman.
Upaya pencegahan infeksi virus corona seperti menghindari kontak fisik dengan orang lain, mencuci tangan setelah menyentuh apa pun yang disentuh orang lain, mendisinfeksi bahan makanan dari supermarket, sudah menjadi kebiasannya jauh sebelum ada pandemi Covid-19.
"Saya mengenali banyak kebiasaan saya sendiri dalam budaya global akibat virus corona. Tetapi yang paling saya kenali adalah rasa cemas seolah Anda tidak pernah aman dari infeksi," cerita Goffin dikutip dari BBC.
Meski telah melakukan seluruh protokol kesehatan dengan teliti dan yakin akan terhindar dari infeksi virus, menurut Goffin perasaan cemas selalu ada walaupun hanya sedikit.
Meski begitu, ia tak selalu menganggap itu hal buruk. Karena di sisi lain juga membuat diri selalu waspada.
Goffin tumbuh besar di Kanada dan mengalami masalah dalam mengendalikan rasa khawatir dan takut sejak usia lima atau enam tahun. Sebagian besar kekhawatiran itu muncul karena kontaminasi dengan cairan tubuh orang lain seperti percikan ludah saat orang berbicara, kuman menyebar dari orang yang tidak mencuci tangan setelah menggunakan toilet, dan semua bakteri berbahaya yang dibayangkannya sendiri.
Baca Juga: Kocak! Bertemu Bupati Klaten, Mbah Minto Bawa HT dan Keluarkan Meteran
Goffin kemudian berusaha tidak menyentuh benda-benda fasilitas umum seperti kenop pintu dan sakelar lampu.
"Saya beruntung memiliki orangtua yang menerima dan mendukung. Mereka selalu mendengarkan dengan simpatik dan mengarahkan pada pelayanan kesehatan mental. Saya menjalani terapi juga diresepkan obat anti-depresi, yang saya bawa sampai hari ini," tuturnya.
Segala perawatan itu dan diagnosis OCD telah ia anggap menjadi bagian dari kehidupan normalnya. Namun OCD dan segala perawatannya mulai terasa mengganggu ketika Goffin berusia remaja dan awal 20-an.
Usai pulang sekolah menengah hingga universitas, Goffin lebih peduli membersihkan kuman-kuman disekitarnya daripada belajar. Ia bahkan pernah begadang semalaman untuk berkali-kali mencuci pakaian yang sama.
Ia juga selalu mengupayakan menjaga jarak dengan teman-temannya. Selain karena khawatir dengan kontaminasi kuman, Goffin takut jika teman-temannya tahu tentang OCD-nya.
Dalam lima tahun terakhir barulah Goffin bisa mengusai perasaan kecemasan dari OCD yang dideritanya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- 26 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 31 Januari 2026: Buru Gullit 117 OVR dan Voucher Draft Gratis
- 5 Mobil Toyota Dikenal Paling Jarang Rewel, Ideal untuk Mobil Pertama
- 5 HP Murah Alternatif Redmi Note 15 5G, Spek Tinggi buat Multitasking
- 6 Moisturizer Pencerah Wajah Kusam di Indomaret, Harga di Bawah Rp50 Ribu
Pilihan
-
Insentif Mobil Listrik Dipangkas, Penjualan Mobil BYD Turun Tajam
-
Pasar Modal RI Berpotensi Turun Kasta, Kini Jepang Pangkas Rekemondasi Saham BEI
-
Jeffrey Hendrik Belum Resmi jadi Pjs Direktur Utama BEI
-
Penghentian Operasi dan PHK Intai Industri Batu Bara Usai Kementerian ESDM Pangkas Kuota Produksi
-
Perilaku Audiens Berubah, Media Diminta Beradaptasi dengan AI dan Medsos
Terkini
-
Dokter Ungkap: Kreativitas MPASI Ternyata Kunci Atasi GTM, Perkenalkan Rasa Indonesia Sejak Dini
-
Solusi Bijak Agar Ibu Bekerja Bisa Tenang, Tanpa Harus Mengorbankan Kualitas Pengasuhan Anak
-
Dokter Saraf Ungkap Bahaya Penyalahgunaan Gas Tawa N2O pada Whip Pink: Ganggu Fungsi Otak!
-
Tidak Semua Orang Cocok di Gym Umum, Ini Tips untuk Olahraga Bagi 'Introvert'
-
Dehidrasi Ringan Bisa Berakibat Serius, Kenali Tanda dan Solusinya
-
Indonesia Masih Kekurangan Ahli Gizi, Anemia hingga Obesitas Masih Jadi PR Besar
-
Cedera Tendon Achilles: Jangan Abaikan Nyeri di Belakang Tumit
-
Super Flu: Ancaman Baru yang Perlu Diwaspadai
-
3D Echocardiography: Teknologi Kunci untuk Diagnosis dan Penanganan Penyakit Jantung Bawaan
-
Diam-Diam Menggerogoti Penglihatan: Saat Penyakit Mata Datang Tanpa Gejala di Era Layar Digital