Suara.com - Bumil & Busui Positif Corona Ingin Minum Obat,, Baca Dulu Panduan BPOM Ini.
Baru-baru ini Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI merilis e-book yang berisi Informatorium Obat Covid-19 di Indonesia.
Dalam e-book itu juga berisi hal-hal yang harus diperhatikan dalam pemberian obat, khususnya bagi ibu hamil yang dinyatakan positif Covid-19.
Ibu hamil dan menyusui adalah salah satu kelompok berisiko. Sedikit saja kesalahan hal itu bisa mengganggu bayi yang dikandung atau mengancam nyawa.
"Hindari pemberian kombinasi obat antiviral sekaligus. Perhatikan regimen dosis, cara pemberian, lama pengobatan, interaksi obat, efek samping dan kewaspadaan terkait penggunaan obat yang sesuai sudah dijelaskan pada buku Informatorium Obat Covid-19," jelas Spesialis Farmakologi Rianto Setiabudy dalam sesi diskusi peluncuran e-book beberapa waktu lalu.
Sedangkan untuk ibu hamil dan menyusui dengan positif Covid-19, selain melihat gejala yang dialami tanpa gejala, ringan, sedang dan berat. Penting juga memperhatikan kondisi janin atau ibu menyusui.
Dalam buku yang dilaunching BPOM RI disebutkan bagaimana sistem imun dan fisiologi pada wanita hamil, secara umum dapat meningkatkan risiko komplikasi infeksi virus seperti influenza.
Namun demikian, pada saat ini belum cukup bukti yang terkait keparahan Covid-19 pada kondisi wanita hamil mengingat terbatasnya data.
"Di samping itu beberapa studi dilakukan di Republik Rakyat Tiongkok terkait transmisi vertikal intra uterin ibu hamil ke janin menunjukkan hasil yang berbeda," tulis buku tersebut.
Baca Juga: Terpopuler Hari Ini: Masker dari Sutera, Wisata Virtual Dufan
Di sebutkan juga berdasarkan berbagai rujukan terapi atau pengobatan Covid-19 pada ibu hamil (bumil) dan ibu menyusui (busui) harus dilakukan oleh tim multidisiplin, yang terdiri dari spesialis kandungan, perinatal, neonatal dan perawatan intensif.
Terapi atau pengobatan ibu hamil dan menyusui dengan Covid-19 mengikuti terapi suportif yang disarankan dengan mempertimbangkan perubahan fisiologik perempuan hamil.
Khusus penggunaan obat asimptomatik dan obat uji Covid-19, pada perempuan hamil harus diperhatikan informasi kehati-hatian, terkait masing-masing obat misalnya:
- Ibuprofen untuk anti demam atau panas tidak boleh dipakai oleh perempuan hamil trimester ketiga.
- Obat uji favipiravir tidak boleh dipakai oleh perempuan hamil atau yang diduga akan hamil karena kemungkinan efek teratogenik (kerusakan embrio atau perkembangan tidak normal) pada janin.
Berita Terkait
Terpopuler
- 3 Sepatu New Balance Tanpa Tali, Bantalan Nyaman untuk Jalan Kaki Jauh
- Warga Kayumanis Bogor Tolak PSEL
- 5 Sepatu Adidas Tanpa Tali yang Serbaguna, Anti Pegal Dipakai Jalan Seharian
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- 5 HP Baru 2026 Memori Besar dan Baterai Badak untuk Multitasking, Harga Rp2 Jutaan
Pilihan
-
Strategi Berani John Herdman: Mengapa Piala AFF 2026 Jadi Panggung Khusus Pemain Domestik?
-
Insiden Noni Madueke Tanpa Penalti, Eks Wasit Liga Inggris Buka Suara
-
Drama Final Liga Champions: Sakitnya Arsenal, PSG Back to Back Juara
-
Kesehatan Donald Trump Bermasalah? Gedung Putih Dituding Tutupi Hasil Medical Check-up
-
Kebakaran RSUD Syekh Yusuf Gowa, Begini Kondisi Terkini Pasien
Terkini
-
Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining
-
Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem
-
Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua
-
Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?
-
Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak
-
Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan
-
Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern
-
Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian
-
Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI
-
Mengapa Lupus Lebih Banyak Menyerang Wanita?