- Anggaran Makan Bergizi Gratis (MBG) senilai Rp100 triliun 'dibalikin' ke Menkeu Purbaya karena belum terserap utuh.
- BGN sebut kembalikan Rp70 Triliun, Menkeu jelaskan yang ditolak Rp100 triliun.
- Hingga awal Oktober, realisasi anggaran MBG baru 29%.
Suara.com - Program unggulan pemerintah, Makan Bergizi Gratis (MBG), mencuat menjadi sorotan setelah adanya kebingungan data terkait pengembalian anggaran. Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, sebelumnya menyatakan telah mengembalikan dana sebesar Rp70 triliun karena belum terserap.
Namun, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengklarifikasi bahwa angka yang dikembalikan adalah Rp100 triliun, yang ironisnya merupakan pengajuan tambahan yang bahkan belum dicairkan atau dialokasikan kepada BGN.
"Yang saya tahu dia balikin Rp100 triliun dari anggaran yang dia sempat minta, tapi itu belum dianggarkan betul. Jadi sebetulnya uangnya belum ada. Dari anggaran yang dia minta dulu yang belum kita alokasikan, jadi uangnya nggak ada," kata Purbaya di Kantor Kemenkeu, Selasa (14/10/2025).
Meski dana tambahan Rp100 triliun itu hanya sebatas pengajuan yang batal, Purbaya menegaskan fokus utamanya adalah pada anggaran Rp71 triliun yang sudah dialokasikan dalam APBN 2025 dan sudah dipegang oleh BGN.
"Justru yang kita lihat yang disebut tadi, yang Rp71 triliun. Bukan yang dibalikin ya, dianggarkan ya, berapa yang diserap sampai akhir tahun, kita lihat seperti apa," jelas Purbaya.
Menurut data yang diungkap Wakil Menteri Keuangan, Suahasil Nazara, realisasi anggaran MBG per awal Oktober 2025 baru mencapai Rp20,6 triliun dari total pagu Rp71 triliun, atau sekitar 29%. Sementara itu, jumlah penerima MBG sudah menyentuh 31,2 juta orang di seluruh Indonesia.
Menkeu Purbaya pun memastikan akan memantau ketat kinerja BGN hingga akhir Oktober, guna mendorong serapan anggaran program yang dinilainya sangat bagus ini.
Meski serapan tahun ini terhambat, dukungan pemerintah untuk program MBG tahun depan meningkat tajam. Kepala BGN Dadan Hindayana sebelumnya menyebutkan bahwa BGN akan menerima Rp268 triliun untuk tahun 2026. Angka fantastis ini menjadikan BGN sebagai satu-satunya lembaga dengan anggaran terbesar di kabinet, menandakan komitmen kuat pemerintah terhadap program gizi dan kesehatan.
Baca Juga: Menkeu Purbaya Buka Opsi Turunkan PPN, Ditentukan Akhir Tahun
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 3 Sepatu New Balance Tanpa Tali, Bantalan Nyaman untuk Jalan Kaki Jauh
- Warga Kayumanis Bogor Tolak PSEL
- 5 Sepatu Adidas Tanpa Tali yang Serbaguna, Anti Pegal Dipakai Jalan Seharian
- 5 HP Baru 2026 Memori Besar dan Baterai Badak untuk Multitasking, Harga Rp2 Jutaan
- 5 Moisturizer Mengandung SPF untuk Pagi Hari, Melembapkan dan Mencerahkan Kulit
Pilihan
-
Kesehatan Donald Trump Bermasalah? Gedung Putih Dituding Tutupi Hasil Medical Check-up
-
Kebakaran RSUD Syekh Yusuf Gowa, Begini Kondisi Terkini Pasien
-
Israel Bombardir Lebanon, 74 Warga Jadi Korban Satu Keluarga Tewas Saat Kabur
-
AS-Iran Kembali Sepakati Gencatan Senjata, Harga Minyak Stabil di USD 90
-
Skandal! Jaksa AS Selidiki FIFA, Penjualan Tiket Piala Dunia 2026 Diduga Bermasalah
Terkini
-
Dolar 'Cekik' UMKM: Harga Kedelai Tembus Rp545 Ribu, Perajin Tahu Tempe Terpaksa 'Sunat' Ukuran
-
Putra SBY Jadi Bos Komite Kereta Cepat, Purbaya, Rosan hingga Nusron Wahid Jadi Anak Buah
-
Influencer hingga Selebgram Tak Bisa Lagi Nikmati Pajak UMKM 0,5%
-
Aturan Pajak Purbaya Makin Ketat, PP Baru Siap Kuras Kantong UMKM Beromzet Miliaran
-
Tok! Pemerintah Coret Influencer dan Selebgram dari Daftar PPh Final UMKM 0,5 Persen
-
Rupiah Terus Terpuruk, Djarot PDIP: Rakyat Desa Tak Pakai Dolar tapi Harga Sembako Melambung Tinggi!
-
BTN Kucurkan Kredit Rp1,5 Triliun ke Pindad, Sokong Produksi Maung MV3 Hingga Amunisi
-
Rupiah Sekarat Menuju Rp18.000: Kebijakan BI Dinilai Terlambat Jinakkan Bom Waktu Fiskal dan Global
-
Sindir Jakarta Sibuk Urus IHSG, Andi Widjajanto: Di Jogja Kami Mikir Republik!
-
Harga Kakao Melonjak Tajam Efek Selat Hormuz Ditutup, Kemendag Rilis Patokan Baru