Suara.com - Lebih Banyak Mudarat, WHO Tangguhkan Uji Coba Hydroxychloroquine
Organisasi Kesehatan Dunia sementara ini menghentikan uji klinis hydroxychloroquine untuk mengobati pasien Covid-19.
Hal itu didasari kekhawatiran bahwa obat itu mungkin lebih membawa mudarat atau berbahaya daripada membawa manfaat. Demikian seperti dilansir dari NPR.
Langkah ini dilakukan setelah jurnal medis The Lancet melaporkan pada hari Jumat bahwa pasien yang mendapatkan hydroxychloroquine lebih banyak yang meninggal daripada pasien coronavirus lainnya.
WHO memiliki 3.500 pasien dari 17 negara yang terdaftar dalam apa yang disebutnya Uji Solidaritas.
Ini adalah upaya yang diawasi oleh WHO untuk menemukan pengobatan baru untuk Covid-19.
Para pasien dalam percobaan telah secara acak untuk dirawat dengan hydroxychloroquine yang merupakan obat malaria umum, atau 3 obat eksperimental lain untuk mengobati Covid-19 dalam berbagai kombinasi.
Namun, hanya hydroxychloroquine yang dihentikan uji cobanya.
"Tinjauan ini akan mempertimbangkan data yang dikumpulkan sejauh ini dalam Uji Solidaritas dan khususnya data acak yang tersedia untuk secara memadai mengevaluasi potensi manfaat dan bahaya dari obat ini (hydroxycholoroquine)," kata Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus dalam konferensi pers online dari Jenewa pada hari Senin.
Baca Juga: Sering Dianggap Sepele, Kapan Sakit Kepala Harus Ke Dokter?
Kepala ilmuwan WHO, Soumya Swaminathan, mengatakan peninjauan tersebut dipicu oleh artikel di The Lancet, yang bukan uji coba kontrol secara acak tetapi masih besar.
"Meski itu masih berupa pelaporan data pengamatan, itu berasal dari beberapa pendaftar dan cukup banyak pasien, 96.000 pasien."kata Swaminathan,
Dia mengatakan WHO belum melihat data yang menunjukkan masalah dengan hydroxychloroquine dalam penelitiannya sendiri tetapi artikel Lancet menimbulkan pertanyaan di antara banyak peneliti yang terlibat dalam uji coba WHO.
"Komite pengarah bertemu selama akhir pekan, dalam ketidakpastian ini. Kami memutuskan bahwa kami harus proaktif, berhati-hati terhadap dan menangguhkan pendaftaran sementara hydroxychloroquine (dari persidangan Solidaritas),"Swaminathan,
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Kulit Wajah di Indomaret dan Harganya
- 7 Sabun Cuci Muka dengan Kolagen untuk Kencangkan Wajah, Bikin Kulit Kenyal dan Glowing
- Oki Setiana Dewi Jadi Kunci Kasus Pelecehan Syekh Ahmad Al Misry Terbongkar Lagi, Ini Perannya
- 6 HP Realme Kamera Bagus dan RAM Besar, Paling Murah Mulai Rp1 Jutaan
- Cushion Apa yang Tahan 12 Jam Tanpa Luntur? Ini 4 Pilihan Terbaiknya
Pilihan
-
BREAKING NEWS! Iran Resmi Buka Blokade Selat Hormuz Sepenuhnya
-
Kisah di Balik Korban Helikopter Sekadau, Perjalanan Terakhir yang Tak Pernah Sampai
-
DPR Minta Ombudsman RI Segera Konsolidasi Internal Usai Ketua Jadi Tersangka Korupsi Nikel
-
Siti Nurhaliza Alami Kecelakaan Beruntun di Jalan Tol
-
Timnas Indonesia U-17 Diganyang Malaysia, Kurniawan Ungkap Borok Kekalahan
Terkini
-
Ini Bahaya Tersembunyi Ikan Sapu-Sapu yang Mengancam Ekosistem Jakarta
-
Apakah Ikan Sapu-Sapu Bisa Dimakan? Ini Bahaya untuk Manusia dan Ekosistem
-
Varises Bukan Sekadar Masalah Estetika, Kenali Sinyal Bahaya Sebelum Jadi Komplikasi Serius
-
Tren Lari Meningkat, Waspadai Risiko Cedera Otot dan Memar Ikut Mengintai
-
Perempuan Berlari 2026: Integrasi Olahraga, Kesehatan Mental, dan Literasi Keuangan
-
Bukan Sekadar Sekolah, Anak Neurodivergent Butuh Dukungan Menyeluruh untuk Tumbuh
-
Awas Logam Berat! Ini 7 Deretan Risiko Kesehatan Jika Mengonsumsi Ikan Sapu-Sapu
-
Waspada Gejala Awal Serangan Jantung Sering Dikira Diare Biasa
-
Saat Screen Time Tak Bisa Dihindari, Ini Rekomendasi Tontonan Anak yang Aman dan Edukatif
-
Air Jernih Belum Tentu Aman: Inilah 'Musuh Tak Terlihat' yang Memicu Stunting pada Anak