Suara.com - Jumlah korban meninggal di Amerika Serikat karena pandemi corona Covid-19 telah mengejutkan para ilmuwan yang memimpin pemberantasan SARS di China. Mereka menyebut AS gagal mengindahkan nasihat para ilmuwan.
Dilansir dari South China Morning Post (SCMP), lebih dari 1,66 juta infeksi Covid-19 telah dilaporkan di AS dengan 100 ribu lebih orang meninggal.
"Tujuh belas tahun yang lalu, epidemi SARS ditangani dengan sangat baik di AS, benar-benar berbeda dari situasi sekarang," kata Zhong Nanshan, direktur Pusat Penelitian Klinis Nasional untuk Penyakit Pernafasan dan pemimpin tim ilmuwan yang memberi nasihat kepada pemerintah.
"Anda dapat mengatakan bahwa AS melakukan penyaringan yang sangat luas atau lebih banyak penyaringan daripada negara lain. Tetapi korban yang banyak masih mengejutkan saya," katanya dalam wawancara eksklusif dengan SCMP.
Zhong mengatakan rekan-rekannya di AS mengatakan kepadanya bahwa sistem Amerika tidak siap untuk epidemi, meskipun tersedia perawatan medis, peralatan, dan fasilitas tingkat tinggi negara itu.
Dia mengatakan ini mirip dengan respons awal di Wuhan ketika banyak tenaga medis terinfeksi dan meninggal.
"Tetapi masalah utama di AS adalah kegagalan untuk mendengarkan para ahli medis," katanya.
Para pejabat AS juga tidak mendengarkan pandangan para ahli medis mengenai pembukaan kembali ekonomi.
“Membuka ekonomi dengan cepat bisa berisiko. Saya pikir mereka harus mengikuti aturan sains dan membuka kembali langkah demi langkah ekonomi," kata Zhong.
Baca Juga: Dilengkapi QR Code, Polisi Klaim Belum Temukan Adanya SIKM Palsu
Anthony Fauci, direktur Institut Alergi dan Penyakit Menular Nasional AS, telah memperingatkan agar bisnis tidak dibuka kembali terlalu cepat karena ancaman gelombang kedua infeksi.
Fauci, yang merupakan spesialis medis top pemerintah, telah berulang kali mengatakan bahwa virus akan memutuskan kapan negara akan dibuka kembali.
Beberapa pendukung Trump telah menyerang Fauci atas komentar-komentar ini, menyarankan dia harus dikeluarkan dari gugus tugas virus corona Gedung Putih.
Zhong mengatakan AS telah tersandung mengatasi Covid-19 tapi begitu berhasil mengatasi SARS. Ia mengatakan bahwa ia berhubungan dengan para ahli AS yang bersiaga tinggi setelah SARS pecah pada awal Februari 2003.
“Karena tindakan pencegahan yang kuat diambil, AS hanya memiliki 27 kasus (SARS) yang sama sekali berbeda dari apa yang terjadi sekarang," kata Zhong.
Berita Terkait
Terpopuler
- 55 Kode Redeem FF Max Terbaru 18 Maret 2026: Raih Pulsa, Skin Trogon Rose, dan Diamond
- 7 HP Baru 2026 Paling Murah Jelang Lebaran, Spek Gahar Mulai Rp1 Jutaan
- Ratusan Warga Cianjur Gagal Rayakan Lebaran Gara-gara Kena Tipu Paket Sembako Bodong
- Lebaran 2026 Tanggal Berapa? Cek Jadwal Idulfitri Pemerintah, NU, Muhammadiyah, dan Negara Lain
- Update Posisi Hilal Jelang Idulfitri, Ini Prediksi Lebaran 2026 Pemerintah dan NU
Pilihan
-
Serangan AS-Israel di Malam Takbiran Tewaskan Jubir Garda Revolusi Iran
-
Mencekam! Jirayut Terjebak Baku Tembak di Thailand
-
Pak Menteri Siap Potong Gaji? Siasat Prabowo Hadapi Krisis Global Contek Pakistan
-
Kabar Duka! Pemilik Como 1907 Sekaligus Bos Djarum Meninggal Dunia
-
Resmi! Hasil Sidang Isbat Pemerintah Tetapkan Idulfitri 1447 H Jatuh pada Sabtu 21 Maret 2026
Terkini
-
Pentingnya Edukasi Menstruasi untuk Remaja Perempuan, Kunci Sehat dan Percaya Diri Sejak Dini
-
Jaga Hidrasi Saat Ramadan, Ini Pentingnya Menjaga Ion Tubuh di Tengah Mobilitas Tinggi
-
Waspada Makan Berlebihan Saat Lebaran: 5 Tips Cerdas Nikmati Opor Tanpa Gangguan Pencernaan!
-
Ancaman Senyap di Rumah: Mengapa Kualitas Udara Buruk Sebabkan Bronkopneumonia pada Anak?
-
Tips Mudik Aman untuk Pasien Gangguan Irama Jantung
-
Jangan Abaikan Kesehatan Saat Mudik, Ini Tips Agar Perjalanan Tetap Nyaman
-
Pelangi di Mars Tayang Jelang Lebaran, Film Anak yang Ajarkan Berani Bermimpi
-
Cedera Lutut hingga Bahu Paling Banyak Dialami Atlet dan Penggemar Olahraga
-
Jelang Lebaran, Korban Banjir Aceh Tamiang Dibayangi ISPA hingga Diare: Imunitas Harus Diperhatikan
-
Deteksi Dini dan Kebijakan Ramah Lingkungan: Solusi Terpadu untuk Menangani Penyakit Ginjal