Suara.com - Pandemi Corona, Dokter Lakukan Konsultasi Kesehatan Online di India
Penggunaan internet jarak jauh di bidang kedoktera alias telemedicine semakin marah, di tengah pandemi virus Corona Covid-19 yang menyerang dunia.
Sebagai salah satu negara layanan teknik informatika terdepan, India rupanya sudah mengoptimalkan pelayanan akses kesehatan secara daring.
Dilansir ANTARA dari Reuters, dokter kini beralih menggunakan panggilan video dan obrolan melalui WhatsApp, selain panggilan telepon biasa, untuk merawat pasien yang menderita penyakit seperti diabetes atau kondisi ginjal.
"Ada penguncian, pasien tidak bisa datang, tetapi penyakit ini tidak akan menunggu," kata Sushila Kataria, direktur kedokteran internal di Rumah Sakit Medanta di Gurugram, dekat New Delhi.
Kataria mengatakan dia sudah mulai merawat hampir 80 persen pasien secara daring, dengan pemeriksaan fisik terbatas hanya untuk kasus-kasus mendesak.
Meskipun sejak akhir Maret karantina wilayah diberlakukan di India, salah satu aturan paling ketat di dunia, jumlah infeksi virus di negara itu mencapai lebih dari 165.000 dengan 4.706 kematian.
Penyebaran virus telah membuat pasien membanjiri banyak rumah sakit, yang sudah bergulat dengan kekurangan tempat tidur dan dokter. Keadaan itu mengalihkan perhatian para tenaga medis dari pasien-pasien nonvirus dan yang menderita penyakit kronis.
Dengan sistem kesehatan yang kewalahan, bahkan dalam masa-masa normal, India mengeluarkan pedoman pengobatan jarak jauh sebagai dorongan untuk konsultasi melalui internet.
Baca Juga: Dokter Meninggal karena Corona, Petugas Medis Tuntut Pemerintah Mesir
Pasien dapat membuat janji dan melakukan pembayaran di muka secara daring, dengan konsultasi tindak lanjut gratis, bahkan sebelum pandemi.
Dokter umum Devendra Taneja mengatakan panggilan video darurat paling mahal, dengan panggilan yang dijadwalkan di muka lebih murah dan biaya untuk panggilan telepon lebih rendah, sementara obrolan WhatsApp adalah yang termurah.
Perawatan dari rumah meyakinkan beberapa orang, seperti Pradeep Kumar Malhotra, seorang pasien Taneja yang berusia 69 tahun yang baru-baru ini menjalani operasi tulang belakang.
"Seseorang sebenarnya takut untuk pergi ke dokter. (Karena) kita mungkin tertular infeksi dari rumah sakit. Itu masalah besar," kata Malhotra.
Namun, dokter harus berjuang dengan koneksi jaringan yang buruk dan menemukan cara untuk membangun kepercayaan pasien.
Tidak dapat melakukan pemeriksaan fisik pasien hamil bisa membuat frustrasi, seperti yang dialami dokter kandungan Mukta Kapila
"Tidak bisa memberikan sentuhan penyembuhan pada saat ini membuat Anda merasa sedikit tidak lengkap sebagai seorang dokter," ujar dia. [ANTARA]
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Apa Itu Sepatu Hybrid? Ini 5 Rekomendasi Buatan Lokal Terbaik dan Serbaguna
- Kaki Masih Pegal Setelah Lari? Ini 5 Sepatu Recovery Run Lokal dengan Review Terbaik
- Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
Notarace 2026 Siap Digelar, Ajang Lari yang Padukan Olahraga dan Wawasan Hukum
-
Rekomendasi Dokter Richard, Ini Solusi Praktis Redakan Wasir dengan Cara Alami
-
Kolesterol Tinggi Sering Tanpa Gejala, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini sejak Usia 20 Tahun
-
Dokter Bantah Mitos Obat Kolesterol dan Diabetes Rusak Ginjal, Ini Penjelasannya
-
Anak Sering Ruam atau Diare Setelah Minum Susu? Bisa Jadi Tanda Alergi Susu Sapi
-
Metoo Hadirkan Senyum di Tengah Mobilitas Jakarta lewat Aktivasi Interaktif di CSW
-
Dorong Pola Makan Seimbang, Konsumsi Buah dan Sayur Masih Jadi Tantangan di Indonesia
-
Saat Lambung Mulai Sensitif, Ini Pilihan Makanan yang Lebih Ramah di Perut
-
Quinn Salman Selalu Sempatkan Waktu Bermain Bersama Keluarga, Ternyata Manfaatnya Bagus Banget?
-
Mobilitas Tinggi Bikin Kulit Lebih Rentan Terpapar Kuman, Kapan Perlu Antiseptik?