Suara.com - Memiliki radang sendi tentu merupakan kondisi yang membuat tidak nyaman. Tapi, sebenarnya ada makanan yang jika dikonsumsi tiap hari bisa meredakan radang sendi.
Sementara itu, feses saat sedang buang air besar juga bisa menjadi tanda awal seorang terkena kanker usus. Dua berita tadi merupakan kabar terpopuler di kanal health Suara.com. Berikut ini kabar populer lainnya.
1. Ampuh Obati Radang Sendi, Konsumsi 2 Makanan ini Setiap Hari
Radang sendi bisa menyerang semua orang dari segala usia. Seseorang yang mengalami nyeri radang sendi bisa mengalami kesulitan beraktivitas sehari-hari.
Karena itu, nyeri radang sendi tidak bisa dibiarkan. Anda perlu konsultasi dengan dokter untuk menentukan pengobatan dan perawatan yang tepat.
2. Waspada Kanker Usus, Ini Artinya Bila Feses Mengapung atau Tidak saat BAB!
Kanker usus salah satu jenis kanker umum yang bisa berbahaya bila tak ditangani dengan tepat. Kanker usus juga merupakan istilah umum kanker usus besar.
Tapi, banyak orang seringkali tidak menyadari dirinya menderita kanker usus atau tidak. Karena itu, Anda perlu memperhatikan feses atau tinja setiap kali buang air besar (BAB).
Baca Juga: Bayi Mona Ratuliu Idap Alergi, Wajahnya Sampai Ruam Kemerahan
3. Anak Mona Ratuliu Idap Dermatitis Atopik, Mungkinkah Bisa Sembuh?
Anak keempat Mona Ratuliu, Numa, sedang mengalami dermatitis atopik yang membuat kulit wajahnya penuh ruam merah dan berair.
Mona Ratuliu menceritakan kondisi anaknya itu bukan disebabkan oleh ASI maupun dicium oleh sembarangan orang.
4. Awas, Efek Samping Virus Corona Covid-19 ini Berisiko Lebih Mematikan!
Gejala umum virus corona Covid-19 adalah batuk persisten, suhu tinggi, hilanganya rasa dan bau. Virus corona Covid-19 juga bisa menyebabkan efek samping yang berbeda-beda pada setiap orang.
Tapi, para ahli mengatakan bahwa pasien virus corona Covid-19 yang mengalami peradangan lebih berisiko tinggi meninggal dunia daripada lainnya.
5. 150 Siswa Positif Covid-19, Sekolah di Korea Selatan Tutup
Korea Selatan menutup sekolah dan kembali memberlakukan kegiatan belajar dan mengajar (KBM) secara daring, setelah laporan terbaru menyebut sekitar 150 siswa dinyatakan positif Covid-19.
Dilansir ANTARA, kebijakan itu merupakan langkah terbaru Korsel mengantisipasi lonjakan kasus positif Covid-19 yang ditemukan beberapa hari terakhir.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
- Setahun Andi Sudirman-Fatmawati Pimpin Sulsel, Pengamat: Kinerja Positif dan Tata Kelola Membaik
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
- 5 Rekomendasi Sepeda Lipat di Bawah 5 Juta yang Ringan dan Stylish, Mobilitas Semakin Nyaman
Pilihan
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
-
Hujan Gol, Timnas Indonesia Futsal Putri Ditahan Malaysia 4-4 di Piala AFF Futsal 2026
Terkini
-
Mendampingi Anak Gamer: Antara Batasan, Keamanan, dan Literasi Digital
-
Selamat Tinggal Ruam! Rahasia Si Kecil Bebas Bergerak dan Mengeksplorasi Tanpa Batasan Kenyamanan
-
Tantangan Penanganan Kanker di Indonesia: Edukasi, Akses, dan Deteksi Dini
-
Virus Nipah Mengintai: Mengapa Kita Harus Waspada Meski Belum Ada Kasus di Indonesia?
-
Transformasi Layanan Kesehatan Bawa Semarang jadi Kota Paling Berkelanjutan Ketiga se-Indonesia
-
Membangun Kebiasaan Sehat: Pentingnya Periksa Gigi Rutin bagi Seluruh Anggota Keluarga
-
Susu Kambing Etawa Indonesia Tembus Pameran Internasional: Etawanesia Unjuk Gigi di Expo Taiwan
-
Penanganan Penyintas Kanker Lansia Kini Fokus pada Kualitas Hidup, Bukan Sekadar Usia Panjang
-
Ini Rahasia Tubuh Tetap Bugar dan Kuat Menjalani Ramadan Optimal Tanpa Keluhan Tulang dan Sendi
-
Anak Sekolah Jadi Kelompok Rentan, Pemantauan Aktif Vaksinasi Dengue Diperluas di Palembang