Suara.com - Proses melahirkan membawa banyak perubahan pada tubuh. Mulai dari bentuk tubuh, payudara, hingga vagina sekalipun. Ada sebuah anggapan di masyarakat bahwa perempuan yang telah melahirkan akan memiliki organ intim yang lebih longgar.
Ini lantaran peregangan yang terjadi pada saat melahirkan. Tapi, benarkah anggapan tersebut?
Dilansir dari Very Well Family, vagina perempuan meregang saat melahirkan agar bisa membiarkan bayi melewati jalan lahir. Satu studi menemukan bahwa otot dasar panggul yang terlibat selama kelahiran dapat meregang lebih dari tiga kali lipat dari jumlah normalnya.
Vagina dirancang untuk meregang dan menampung bayi. Setelah melahirkan, jaringan biasanya akan menyusut kembali ke keadaan sebelum hamil.
Vagina mungkin menjadi lebih longgar setelah melahirkan karena otot dasar panggul di sekitar vagina menjadi teregang. Perubahan ini bisa lebih terlihat berdasarkan beberapa faktor, seperti seberapa besar bayi Anda, komplikasi apa pun selama persalinan, dan berapa banyak bayi yang sudah Anda lahirkan.
Berlatih latihan dasar panggul seperti Kegels dapat membantu memperkuat dasar panggul pasca melahirkan.
Sebagian besar perubahan pada tampilan vulva dan lubang vagina yang dapat terjadi setelah kehamilan hanya bersifat sementara. Melahirkan dapat menyebabkan pembengkakan atau perubahan warna akibat kehamilan atau proses melahirkan.
Pembengkakan dan perubahan warna dapat terjadi baik saat menjalani operasi caesar atau persalinan pervaginam, karena hormon kehamilan. Bergantung pada seberapa banyak persalinan yang telah Anda lalui, proses persalinan itu sendiri dapat menyebabkan pembengkakan.
Peregangan, dan robekan dapat terjadi di sekitar lubang vagina. Cedera ini akan sembuh dengan sedikit waktu. Meskipun lebih jarang terjadi daripada sebelumnya, episiotomi terkadang diperlukan untuk membantu memberi ruang bagi bayi.
Baca Juga: Vagina Kendur Karena Melahirkan, Coba Atasi dengan Cara Ini
Episiotomi adalah saat dokter atau bidan membuat sayatan kecil di perineum (kulit yang menghubungkan anus ke lubang vagina) untuk memberi lebih banyak ruang bagi bayi untuk melewatinya.
Secara umum, episiotomi sembuh dalam waktu sekitar tiga hingga enam minggu dan dalam beberapa kasus, dapat meninggalkan bekas luka. Jumlah jaringan parut akan tergantung pada seberapa banyak perineum yang terlibat dan cedera lain pada jaringan tersebut.
Jaringan parut ini biasanya tidak terlihat dan tidak memengaruhi penampilan atau fungsi vagina Anda.
Secara umum, fungsi vagina Anda tidak akan berubah akibat kehamilan atau persalinan. Namun, terkadang otot dasar panggul yang mengontrol vagina terpengaruh.
Otot-otot ini mengelilingi dan menopang kandung kemih dan vagina, sehingga bisa cedera atau melemah saat lahir atau karena tekanan kehamilan. Dalam beberapa kasus, kerusakan pada otot dasar panggul dapat menyebabkan komplikasi seperti disfungsi kandung kemih atau prolaps rahim.
Salah satu masalah paling umum yang dialami perempuan setelah melahirkan, misalnya, adalah inkontinensia urin. Beberapa perempuan menemukan bahwa mereka mengeluarkan air seni, terutama dengan aktivitas berat, seperti melompat atau bersin. Ini biasa terjadi, tetapi tidak normal. atau tidak bisa diobati.
Mintalah saran dari penyedia layanan kesehatan Anda untuk memperkuat otot dasar panggul Anda untuk mencegah inkontinensia.
Berita Terkait
Terpopuler
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- Roy Suryo Ditangkap di Bintaro Terkait Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Sempat Diancam Borgol
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!
-
Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens
-
Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?
-
Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak
-
Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh
-
Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi
-
Mata Merah dan Buram Tak Boleh Dianggap Sepele, Bisa Jadi Tanda Kerusakan Kornea
-
Kesehatan Penglihatan Tak Boleh Diabaikan, Ini Pentingnya Koreksi Refraksi yang Tepat
-
Perawatan Gigi Anak yang Nyaman, Bantu Si Kecil Tumbuh dengan Senyum Sehat dan Percaya Diri
-
Tren Sport Nutrition, Ini Peran Asupan Energi dalam Olahraga Endurance