Suara.com - Kantor Kementerian Kesehatan Republik Indonesia yang terletak di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan disebut-sebut menjadi salah satu klaster kantor Covid-19 terbesar di Jakarta.
Hingga Jumat (18/9) sebanyak 252 pekerja di lingkungan kantor Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto tersebut dinyatakan positif mengidap Covid-19.
Lalu, apa yang bisa dilakukan jika ada karyawan di kantor yang dinyatakan positif Covid-19, terlebih jika ia sempat beraktivitas di kantor selama 14 hari ke belakang?
Pakar Kesehatan Masyarakat Dr. Ede Surya Darmawan, S.K.M., M.D.M. mengatakan langkah awal yang bisa dilakukan adalah memastikan karyawan tersebut menjalani isolasi baik di rumah sakit maupun isolasi mandiri di rumah, selanjutnya melakukan pembersihan dengan disinfektan.
"Lakukan proses pembersihan dan disinfektan tempat-tempat yang disentuh tangan manusia bukan seluruh gedungnya," ujar Dr. Ede di Graha BNPB, Jakarta Timur, Jumat (18/9/2020).
Lantai harus selalu dibersihkan setiap hari, disapu dan dipel dengan disinfektan. Pun dengan semua benda dan permukaan yang disentuh atau tersentuh manusia harus segera dibersihkan secara menyeluruh.
"Didisinfektan semua meja, pegangan pintu, lift dan lain-lain semuanya bukan disemprot tapi dibersihkan dengan menggunakan disinfektan yang benar," jelar Dr. Ede.
Setelah dibersihkan, kantor sudah bisa beroperasi kembali dengan syarat maksimal kapasitas 50 persen dari total kapasitas kantor yang diperbolehkan masuk.
"Pembersihan membutuhkan berapa hari seharikah, dua hari? Artinya penutupan tidak perlu seterusnya, yang penting adalah mereka yang positif dites dan diisolasi dan jangan masuk dulu sampai benar-benar sembuh," terangnya.
Baca Juga: Klaster Kementerian: Kantor Kami Menutup Info Siapa yang Positif Corona
Dengan adanya kasus positif Covid-19, pihak kantor juga perlu melakuakn evaluasi lebih ketat lagi terkait protokol kesehatan. Jangan sampai malah kebobolan dengan bertambahnya korban karyawan yang ikut terjangkit sakit Covid-19.
"Begitu masuk orang di depan sudah diingatkan ada spanduk besar ada banner besar, mengingatkan protokol kesehatan, perintahkan cuci tangan tapi tempatnya juga harus menyediakan tempat cuci tangan," jelas Dr. Ede.
Memakai masker adalah kewajiban, jika tidak maka karyawan tidak diperbolehkan masuk, dan jika perlu gunakan thermo gun untuk mengukur suhu tubuh.
Ditambah jika memungkinkan mengubah setting kantor agar lebih banyak udara segar masuk dan keluar. "Settingnya, agar karyawan bisa jaga jarak, kalau ventilasi kemungkinan dibutuhkanagar ada pergantian udara segar dari luar," tutupnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- Work to Run: 5 Sepatu Lari Hitam Polos yang Tetap Rapi di Kantor dan Nyaman Dipakai Lari
- 5 HP Redmi RAM 8 GB Memori 256 GB Termurah di Bawah Rp1,5 Juta, Spek Juara
Pilihan
-
Bejatnya Kiai Cabul Ashari di Pati: Ngaku Keturunan Nabi hingga Istri Orang Bebas Dicium
-
Mengungkap Jejak Pelarian Kiai Cabul Pati: Terendus Ritual di Kudus, Kini Raib Bak Ditelan Bumi
-
Diterpa Kontroversi dan Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Ceramah JK, Ade Armando Mundur dari PSI
-
Lolos Blokade AS! Kapal Tanker Iran Rp 3,8 T Menuju Riau, Kemlu RI: Tak Langgar Hukum
-
Kapal Perang AS Dihantam 2 Rudal karena Coba Masuk Selat Hormuz, Klaim Iran
Terkini
-
Diet Vegan Kurangi Emisi Gas Rumah Kaca Hingga 55 Persen, Apa Buktinya?
-
Lebih dari Sekadar Nutrisi, Protein Jadi Kunci Hidup Aktif dan Sehat
-
Kisah Dera Bantu Suami Melawan Penyakit GERD Melalui Pendekatan Holistik
-
Dari Antre Panjang ke Serba Cepat, Smart Hospital Ubah Cara Rumah Sakit Layani Pasien
-
Berat Badan Tak Kunjung Naik? Susu Flyon Jadi Salah Satu Solusi yang Dilirik
-
Lebih Banyak Belum Tentu Lebih Baik: Fakta Mengejutkan di Balik Kebiasaan Konsumsi Suplemen Anda
-
Nyeri Lutut pada Perempuan Tak Boleh Dianggap Sepele, Mesti Waspada Hal Ini
-
Olahraga Bukan Hanya Soal Kompetisi bagi Anak: Bisa Jadi Cara Seru Membangun Gaya Hidup Aktif
-
Studi Ungkap Mikroplastik Ditemukan di Dalam Tubuh Manusia, Bisa Picu Gangguan Pencernaan
-
Kebutuhannya Berbeda dengan Dewasa, Ini 5 Alasan Si Kecil Perlu ke Dokter Gigi Anak