Suara.com - Vaksin Covid-19 buatan Sinovac hanya diberikan pada populasi 18-59 tahun. Berbeda dengan Rusia, yang menyebut uji klinis vaksin juga dilakukan pada populasi lansia.
Dilansir ANTARA, Institut Riset Gamaleya, pengembang calon vaksin Covid-19 Sputnik V dari Rusia, menyatakan akan melakukan pengujian klinis terhadap orang yang berusia di atas 60 tahun, untuk membuktikan kemanjuran vaksin pada lansia.
Dalam tiga tahap uji klinis Sputnik V yang sudah dan tengah dijalankan hingga saat ini, Gamaleya mengambil relawan vaksinasi dengan rentang usia 18 hingga 60 tahun, sehingga muncul pertanyaan mengenai penggunaan vaksin pada kelompok di luar usia tersebut.
"Bagi kelompok usia lainnya, anak-anak dan lansia di atas 60 tahun, kami mengajukan protokol uji klinis baru, dan telah mendapatkan persetujuan protokol untuk melakukan uji klinis pada kelompok usia 60 lebih," kata dr. Denis Logunov, Wakil Direktur Kinerja Ilmiah Institut Gamaleya pada Selasa (20/10/2020).
Logunov menambahkan bahwa kelompok target uji klinis terbaru ini merupakan kelompok usia dengan tingkat mortalitas, atau kematian, akibat Covid-19 yang sangat tinggi.
Di samping penambahan kelompok usia tersebut, Logunov menjelaskan bahwa pada uji klinis tahap III, dengan 40.000 relawan dalam kelompok 18 hingga 60 tahun, sejauh ini tidak ada laporan mengenai efek ketidakcocokan yang serius.
Menurutnya, sejumlah efek ketidakcocokan muncul dengan tingkat yang ringan hingga sedang, serta terjadi dalam beberapa hari setelah vaksinasi dilakukan.
"Efek ketidakcocokan yang kami temukan adalah hipotermia (penurunan suhu tubuh, red), nyeri pada titik penyuntikan, mungkin juga sedikit pegal-pegal, dan kelelahan di antara para relawan," kata Logunov.
Menjawab pertanyaan mengenai kelemahan yang dimiliki oleh Sputnik V, Logunov mengatakan tidak ada masalah berarti sejauh ini.
Baca Juga: Benarkah Sikat Gigi selama 2 Menit Bisa Cegah Virus Corona? Ini Buktinya!
"Namun karena pengujian dilakukan terhadap populasi manusia yang heterogen [...] terdapat kemungkinan bahwa vaksin apapun, bukan hanya vaksin kami, [...] menimbulkan hasil yang beragam," ujarnya.
Institut Gamaleya menjanjikan publikasi data uji klinis tahap III dari 5.000 hingga 10.000 relawan pada pertengahan November mendatang mengenai kemanjuran Sputnik V, tidak hanya bagi kelompok 18-60 tahun, namun juga kelompok yang lebih luas.
Berita Terkait
-
Stok Bensin dan Gas LPG Aman? Simak 5 Fakta Indonesia Borong Minyak Rusia
-
AS Blokade Selat Hormuz, China-Rusia Bersatu Tekan Washington
-
Lobi Prabowo ke Putin Berhasil Amankan Pasokan BBM, Eddy Soeparno: Indonesia Masuk Zona Aman
-
Prabowo Amankan Pasokan Minyak dan LPG Rusia, Eddy Soeparno: RI Masuk Zona Aman Energi
-
Kenapa Indonesia Nekat Beli Minyak Rusia? Ini Hasil Pertemuan 3 Jam Prabowo-Putin
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 5 Rekomendasi Parfum Lokal yang Wanginya Segar seperti Malaikat Subuh
- 67 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 April 2026: Sikat Item Undersea, Evo Draco, dan AK47
Pilihan
-
Solidaritas Tanpa Batas: Donasi WNI untuk Rakyat Iran Tembus Rp9 Miliar
-
CFD Ampera Bikin Macet, Akademisi: Ada yang Salah dari Cara Kota Diatur
-
Polisi: Begal Petugas Damkar Tertangkap Saat Pesta Narkoba Didampingi Wanita di Pluit
-
Warga Sambeng Borobudur Terancam Kehilangan Mata Air, Sendang Ngudal Dikepung Tambang
-
Rivera Park Tebo Terancam Lagi, Tambang Ilegal Kembali Beroperasi Saat Wisatawan Membludak
Terkini
-
Bukan Sekadar Sekolah, Anak Neurodivergent Butuh Dukungan Menyeluruh untuk Tumbuh
-
Awas Logam Berat! Ini 7 Deretan Risiko Kesehatan Jika Mengonsumsi Ikan Sapu-Sapu
-
Waspada Gejala Awal Serangan Jantung Sering Dikira Diare Biasa
-
Saat Screen Time Tak Bisa Dihindari, Ini Rekomendasi Tontonan Anak yang Aman dan Edukatif
-
Air Jernih Belum Tentu Aman: Inilah 'Musuh Tak Terlihat' yang Memicu Stunting pada Anak
-
Bisa Remisi, Ini Cara Mengendalikan Diabetes Tanpa Bergantung Obat
-
Sering Self-Diagnose? Hentikan Kebiasaan Berbahaya Ini dengan Panduan Cerdas Pilih Produk Kesehatan
-
Jangan Asal Pilih Material Bangunan! Ini Dampak Buruk Paparan Timbal Bagi Otak dan Kesehatan
-
96% Warga Indonesia Tak ke Dokter Gigi, Edukasi Digital Jadi Kunci Ubah Kebiasaan
-
Aktivitas Bermain Menunjang Perkembangan Holistik dan Kreativitas Anak