Suara.com - Sesekali, stres memang sulit untuk dihindari. Meski ada banyak cara untuk membantu redakan stres, beberapa makanan dan minuman tertentu diyakini ampuh untuk kondisi seperti ini. Melansir dari Healthline, ini dia 5 makanan atau minuman yang bisa membantu meredakan stres.
1. Bubuk Matcha
Bubuk teh hijau ini populer di kalangan penggemar kesehatan karena kaya akan L-theanine, asam amino non-protein dengan sifat pereda stres yang cukup kuat.
Matcha adalah sumber asam amino yang lebih banyak dibandingkan jenis teh hijau lainnya, karena dibuat dari daun teh hijau yang ditanam di tempat teduh. Proses ini meningkatkan kandungan senyawa tertentu, termasuk L-theanine.
Studi pada manusia dan hewan menunjukkan bahwa matcha dapat mengurangi stres jika kandungan L-theanine-nya cukup tinggi dan kafeinnya rendah.
Studi selama 15 hari terhadap 36 orang yang mengonsumsi kue yang mengandung 4,5 gram bubuk matcha setiap hari, menunjukkan bahwa mereka mengalami penurunan aktivitas penanda stres alfa-amilase saliva secara signifikan, dibandingkan dengan kelompok plasebo.
2. Ubi Jalar
Ubi jalar dapat membantu menurunkan kadar hormon stres kortisol. Meskipun kadar kortisol diatur dengan ketat, stres kronis dapat menyebabkan disfungsi kortisol, yang dapat menyebabkan peradangan, nyeri, dan efek samping lainnya.
Sebuah studi selama 8 minggu pada wanita dengan berat badan berlebih atau obesitas, menunjukan bahwa mereka yang makan makanan yang kaya akan karbohidrat padat nutrisi secara signifikan memiliki tingkat kortisol saliva yang lebih rendah, daripada mereka yang mengikuti diet standar Amerika yang tinggi karbohidrat dari bahan olahan.
Ubi jalar adalah makanan utuh yang menjadi pilihan karbohidrat yang sangat baik, dikemas dengan nutrisi yang penting untuk respons stres, seperti vitamin C dan juga kalium.
3. Kimchi
Kimchi adalah hidangan sayuran fermentasi yang biasanya dibuat dari kubis napa dan daikon (sejenis lobak). Makanan fermentasi seperti kimchi mengandung bakteri menguntungkan yang disebut probiotik, yang tinggi vitamin, mineral, dan juga antioksidan.
Baca Juga: Stres selama Kehamilan, Bantu Atasi dengan 4 Herbal Ini
Penelitian mengungkapkan bahwa makanan fermentasi dapat membantu mengurangi stres dan juga kecemasan. Dalam sebuah penelitian pada 710 orang dewasa berusia muda, mereka yang makan makanan fermentasi lebih sedikit mengalami gejala kecemasan.
Banyak penelitian lain menunjukkan bahwa suplemen probiotik dan makanan kaya probiotik seperti kimchi ini memiliki efek menguntungkan pada kesehatan mental.
4. Jeroan
Jeroan seperti jantung, hati, dan ginjal hewan seperti sapi dan ayam, merupakan sumber vitamin B yang sangat baik, terutama B12, B6, riboflavin, dan folat, yang penting untuk pengendalian stres.
Vitamin B diperlukan untuk memproduksi neurotransmiter seperti dopamin dan serotonin, yang membantu mengatur suasana hati, termasuk membantu mengurangi stres. Sebuah tinjauan terhadap 18 penelitian terhadap orang dewasa menemukan bahwa suplemen vitamin B membantu menurunkan tingkat stress, dan secara signifikan bermanfaat bagi suasana hati.
Hanya 1 irisan (85 gram) hati sapi dapat memberikan lebih dari 50% Nilai Harian (DV) untuk vitamin B6 dan folat, juga lebih dari 200% DV untuk riboflavin, dan lebih dari 2.000% DV untuk vitamin B12.
5. Telur
Telur sering disebut sebagai multivitamin alami, lantaran kandungan nutrisinya yang lengkap. Telur utuh mengandung vitamin, mineral, asam amino, dan antioksidan, yang dibutuhkan untuk merespons stres secara sehat.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Mobil Hybrid Paling Murah dan Irit, Cocok untuk Pemula
- 7 HP Terbaru di 2026 Spek Premium, Performa Flagship Mulai Rp3 Jutaan
- Bedak Apa yang Bikin Muka Glowing? Ini 7 Rekomendasi Andalannya
- 7 Sepatu Running Adidas dengan Sol Paling Empuk dan Stabil untuk Pelari
- Pendidikan dan Karier Wakil Bupati Klaten Benny Indra Ardhianto yang Meninggal Dunia
Pilihan
-
Ucap Sumpah di atas Alkitab, Keponakan Prabowo Sah Jabat Deputi Gubernur BI
-
Liburan Keluarga Berakhir Pilu, Bocah Indonesia Ditabrak Mati di Singapura
-
Viral Oknum Paspampres Diduga Aniaya Driver Ojol di Jakbar, Dipicu Salah Titik dan Kata 'Monyet'
-
Hasil Rapat DPR: Pasien PBI BPJS Tetap Dilayani, Pemerintah Tanggung Biaya Selama 3 Bulan
-
OJK Bongkar Skandal Manipulasi Saham, PIPA dan REAL Dijatuhi Sanksi Berat
Terkini
-
Perubahan Iklim Bikin Nyamuk DBD Makin Ganas, Dokter: Kini Bisa Berulang 2 Tahunan
-
Mengenal Ultra Low Contrast PCI, Pendekatan Tindakan Jantung yang Lebih Ramah Ginjal
-
Bukan Sekadar Timbangan: Mengapa Obesitas Resmi Jadi Penyakit Kronis di 2026?
-
Bayi Sering Gumoh? Umumnya Normal, Tapi Wajib Kenali Tanda Bahaya GERD
-
Melawan Angka Kematian Kanker yang Tinggi: Solusi Lokal untuk Akses Terapi yang Merata
-
Atasi Batuk Ringan hingga Napas Tidak Nyaman, Pendekatan Nutrisi Alami Kian Dipilih
-
Jangan Abaikan Kelainan Refraksi, Deteksi Dini Menentukan Masa Depan Generasi
-
Toko Sociolla Pertama di Sorong, Lengkapi Kebutuhan Kecantikan di Indonesia Timur
-
Awali 2026, Lilla Perkuat Peran sebagai Trusted Mom's Companion
-
Era Baru Kesehatan Mata: Solusi Tepat Mulai dari Ruang Dokter Hingga Mendapatkan Kacamata Baru