Suara.com - Pemerintah Indonesia sedang berjuang meyakinkan masyarakat untuk mau divaksinasi Covid-19, salah satunya dengan menggandeng publik figur termasuk Nazriel Irham atau yang akrab disapa Ariel Noah.
Nampaknya pentolan grup band Noah ini berhasil menginfluence masyarakat soal vaksin, terbukti dengan trendingnya nama Ariel di Twitter, saat menjelaskan vaksin Covid-19 dan virus corona.
Ariel menjelaskan bagaimana vaksin bisa meningkatkan kekebalan tubuh terhadap virus corona SARS CoV 2 penyebab sakit Covid-19.
"Kalau orang sudah divaksin itu karena badannya sudah kenal dengan virus corona, jadi si itu (kekebalan tubuh) bisa lebih cepat bekerja," ujar Ariel saat menjadi bintang tamu di channel YouTube SULE Channel, dikutip Suara.com, Selasa (23/2/2021).
"Begitu virus masuk ke badan, (virus) ada proteinnya, nah itu suka diambil sama antibodi kita, karena ini virus baru jadi si antibodi belum kenal," sambung Ariel.
Pelantun 'Menghapus Jejakmu' itu juga menjelaskan bagaimana Covid-19 berbeda dari virus flu yang sudah dikenal tubuh sehingga lebih mudah sembuh.
Akibat virus baru inilah ia menyusup di tubuh dan berkembangbiak di dalamnya sehingga menyebabkan sakit Covid-19.
"Kalau udah divaksin, begitu ada corona beneran masuk, jadi antibodi sudah siap. Jadi bisa sakit tapi nggak parah. Jadi kayak kena flu aja, itu sebenarnya," terang Ariel.
Lelaki dengan seorang putri itu menjelaskan lebih lanjut bagaimana vaksin tidak hanya melindungi diri sendiri tapi juga bisa melindungi orang lain.
Baca Juga: Ini Lirik dan Chrod Menghapus Jejakmu Ariel NOAH feat BCL yang Bikin Baper
Lantaran vaksin membuat virus tidak bisa berkembang biak di tubuh, sehingga jumlah virusnya tidak bisa menular ke orang lain.
"Jadi sebenernya orang yang kita lindungi itu orang-orang yang nggak bisa divaksin. Yang TBC (tuberkulosis) punya masalah imunitas, karena begitu mereka kena corona pasti sakit. Selain melindungi diri sendiri ya, (vaksin) melindungi mereka juga," pungkas Ariel.
Pemilihan bahasa dan istilah, serta cara menjelaskan lelaki kelahiran 39 tahun itu dinilai sangat bisa dimengerti masyarakat awam, sehingga lebih mudah dicerna.
Bahkan dari sebanyak 31,4 ribu akun yang mencuitkan nama Ariel mengaku lebih mendengarkan penjelasan lelaki kelahiran Pangkalan Brandan, 16 September 1981 itu, dan menyandingkannya dengan Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO.
"Siapakah orang Indonesia pertama yg layak menjadi Dirjen WHO dan kenapa Ariel?" cuit @newsplatter.
"Cara menjelaskannya apik, menggunakan cerita yang sederhana jadi bikin gampang dicerna. Selain itu, Ariel juga keliatan berhati-hati saat menjelaskan. Salut sih," timpal @bennysiauw89
Berita Terkait
-
Apa Itu Garpit? 'Rokok Kuli' yang Viral Lagi Karena Nicholas Saputra hingga Ariel Tatum
-
Gabung Ariel NOAH, Raline Shah hingga Arya Saloka Dikabarkan Bintangi Film Dilan ITB 1997
-
5 Motor Bekas Retro Mirip Vespa Ariel Noah, Harga Mulai 6 Jutaan Cocok untuk Kaum Mendang-mending
-
Sudah Jadi Istri Maxime Bouttier, Luna Maya Masih Simpan Postingan tentang Ariel NOAH
-
Uji Materi UU Hak Cipta Dikabulkan Sebagian, MK Perkuat Hak Musisi
Terpopuler
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- Apakah Jateng Tak Punya Gubernur? Ketua TPPD: Buktinya Pertumbuhan Ekonomi Jateng Nomor Dua di Jawa
- Habiburokhman Ngamuk di DPR, Perwakilan Pengembang Klaster Vasana Diusir Paksa Saat Rapat di Senayan
Pilihan
-
Israel Klaim Ali Khamenei Tewas, Menlu Iran: Ayatollah Masih Hidup
-
Jenderal Iran: Trump Harus Tahu, Hari Ini Kami Baru Tembakkan Rudal Stok Lama
-
Israel Klaim Menhan Iran dan Komandan Garda Revolusi Tewas, Nasib Khamenei Masih Misterius
-
Menlu Iran: Demi Allah! Kami Akan Balas Kematian 51 Siswi SD yang Dibantai Israel - AS
-
DPR RI Ragukan Misi Damai Board of Peace, Desak Pemerintah Tegas soal Serangan AS-Israel ke Iran
Terkini
-
Presisi dan Personalisasi: Arah Baru Perawatan Kanker di Asia Tenggara
-
Lonjakan Kasus Kanker Global, Pencegahan dengan Bahan Alami Kian Dilirik
-
Cara Memilih dan Memakaikan Popok Dewasa untuk Cegah Iritasi pada Lansia
-
5 Fakta Keracunan MBG Cimahi: Pengelola Minta Maaf, Menu Ini Diduga Jadi Penyebab
-
4 Penjelasan Sains Puasa Membantu Tubuh Lebih Sehat: Autofagi, Insulin dan Kecerdasan
-
Mendampingi Anak Gamer: Antara Batasan, Keamanan, dan Literasi Digital
-
Selamat Tinggal Ruam! Rahasia Si Kecil Bebas Bergerak dan Mengeksplorasi Tanpa Batasan Kenyamanan
-
Tantangan Penanganan Kanker di Indonesia: Edukasi, Akses, dan Deteksi Dini
-
Virus Nipah Mengintai: Mengapa Kita Harus Waspada Meski Belum Ada Kasus di Indonesia?
-
Transformasi Layanan Kesehatan Bawa Semarang jadi Kota Paling Berkelanjutan Ketiga se-Indonesia