Suara.com - Selama masa kehamilan, ibu hamil seringkali merasa tidak nyaman dalam berbagai posisi. Ibu hamil kerap tidak bisa menemukan posisi tidur yang baik dan nyaman, sehingga menjadi kurang tidur dan akibatnya kelelahan sepanjang hari. Tentu hal ini juga kurang baik bagi janin.
Selain posisi tidur yang nyaman, ibu hamil juga harus mengetahui posisi tidur yang baik dan menyehatkan janin. Jika ibu hamil merasa tidak nyaman, maka janin di dalam kandungannya pun akan ikut merasakan apa yang ibunya rasakan. Oleh karena itu, ibu hamil diharapkan dapat tidur dengan nyaman dan tidak merasa terganggu.
Perubahan tubuh secara fisik maupun hormon dapat menyebabkan ketidaknyamanan ini. Untuk mengatasinya, ada beberapa posisi tidur yang baik untuk ibu hamil untuk mendapatkan tidur berkualitas yang dibutuhkan oleh ibu hamil. Penasaran apa saja? Simak penjelasannya berikut ini.
3 Posisi Tidur yang Baik dan Nyaman untuk Ibu Hamil
Tubuh ibu hamil akan mengalami berbagai macam perubahan yang dapat mengganggu tidur. Perut yang ukurannya membesar, sakit punggung, rasa mulas di perut, sesak nafas, hingga insomnia wajar dialami oleh ibu hamil, terutama menjelang trimester akhir. Nah, untuk mengatasi rasa tidak nyaman yang muncul ketika tidur, bumil bisa mencoba beberapa posisi tidur berikut ini.
1. Posisi Tidur Miring ke Kiri
Posisi tidur saat hamil yang berbaik adalah posisi miring ke kiri. Tidur miring ke kiri akan meningkatkan aliran darah dan nutrisi ke plasenta dan bayi. Dengan posisi ini, liver atau hati juga tidak akan tertekan oleh perut yang sudah membesar.
Ketika berbaring, letakkan bantal di bawah perut atau di antara lutut sebagai tumpuan pada perut dan punggung pada posisi miring. Bantal tersebut juga dapat mencegah tubuh berganti posisi, misalnya menjadi tengkurap secara tidak sadar ketika sedang tidur.
2. Tidur Terlentang
Posisi ini bisa dicoba ketika ibu hamil mengalami heartburn atau rasa mulas pada perut di malam hari. Tempatkan sebuah bantal empuk di bawah dada kemudian berbaringlah dalam posisi terlentang untuk menghilangkan rasa tidak nyaman tersebut.
3. Disangga dengan Menggunakan Bantal
Keluhan sesak napas seringkali dialami ibu hamil, terutama jika sudah memasuki trimester akhir. Jika mengalami sesak napas, sebaiknya ibu hamil jangan panik dan cobalah untuk berbaring miring dengan disangga bantal. Tidak apa-apa ketika tubuh secara alami berguling dari posisi miring menjadi terlentang saat tidur. Biarkan tubuh bergerak mencari posisi yang nyaman daripada bangun setiap kali berganti posisi.
Ibu hamil membutuhkan tidur dan istirahat yang cukup. Tak perlu kuatir karena tubuh dengan sendirinya akan memberi sinyal jika posisi tidur dirasa kurang baik atau kurang nyaman. Semoga informasi ini berguna untuk Anda yang sedang mencari posisi tidur yang baik dan nyaman untuk ibu hamil.
Baca Juga: Zaskia Sungkar Sempat Alami Diare, Ini Bahayanya Pada Ibu Hamil!
Sumber artikel :
https://id.theasianparent.com/posisi-tidur-yang-baik-saat-hamil
Baca juga :
https://id.theasianparent.com/manfaat-essential-oil
https://id.theasianparent.com/manfaat-sayur-oyong/
| Published by The Asian Parent |
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Kulit Wajah di Indomaret dan Harganya
- Oki Setiana Dewi Jadi Kunci Kasus Pelecehan Syekh Ahmad Al Misry Terbongkar Lagi, Ini Perannya
- 7 Sabun Cuci Muka dengan Kolagen untuk Kencangkan Wajah, Bikin Kulit Kenyal dan Glowing
- 6 HP Realme Kamera Bagus dan RAM Besar, Paling Murah Mulai Rp1 Jutaan
- Cushion Apa yang Tahan 12 Jam Tanpa Luntur? Ini 4 Pilihan Terbaiknya
Pilihan
-
Kisah di Balik Korban Helikopter Sekadau, Perjalanan Terakhir yang Tak Pernah Sampai
-
DPR Minta Ombudsman RI Segera Konsolidasi Internal Usai Ketua Jadi Tersangka Korupsi Nikel
-
Siti Nurhaliza Alami Kecelakaan Beruntun di Jalan Tol
-
Timnas Indonesia U-17 Diganyang Malaysia, Kurniawan Ungkap Borok Kekalahan
-
Beban Ganda Wanita Saat WFH: Terjebak Laptop dan Pekerjaan Rumah Tangga
Terkini
-
Ini Bahaya Tersembunyi Ikan Sapu-Sapu yang Mengancam Ekosistem Jakarta
-
Apakah Ikan Sapu-Sapu Bisa Dimakan? Ini Bahaya untuk Manusia dan Ekosistem
-
Varises Bukan Sekadar Masalah Estetika, Kenali Sinyal Bahaya Sebelum Jadi Komplikasi Serius
-
Tren Lari Meningkat, Waspadai Risiko Cedera Otot dan Memar Ikut Mengintai
-
Perempuan Berlari 2026: Integrasi Olahraga, Kesehatan Mental, dan Literasi Keuangan
-
Bukan Sekadar Sekolah, Anak Neurodivergent Butuh Dukungan Menyeluruh untuk Tumbuh
-
Awas Logam Berat! Ini 7 Deretan Risiko Kesehatan Jika Mengonsumsi Ikan Sapu-Sapu
-
Waspada Gejala Awal Serangan Jantung Sering Dikira Diare Biasa
-
Saat Screen Time Tak Bisa Dihindari, Ini Rekomendasi Tontonan Anak yang Aman dan Edukatif
-
Air Jernih Belum Tentu Aman: Inilah 'Musuh Tak Terlihat' yang Memicu Stunting pada Anak