Suara.com - Penyakit radang usus atau inflammatory bowel disease (IBD) adalah salah satu penyakit autoimun yang bisa menurunkan kualitas hidup penderitanya, akibat gejala yang berlansung lama.
Beberapa gejala di antaranya seperti diare kronik yang bisa berlangsung lebih dari dua minggu, penurunan berat badan, nyeri perut, hingga buang air besar berdarah.
Lalu, adakah makanan yang sebaiknya dihindari atau dipantang oleh pengidap IDB?
Prof. dr. Marcellus Simadibrata, Dokter Spesialis Penyakit Dalam dan Konsultan Gastroenterologi Hepatologi, RSCM-FKUI mengatakan tidak ada makanan atau minuman spesifik yang harus dipantang.
"Kalau Anda percaya makanan itu menimbulkan keluhan, sebaiknya dihindari tapi harus berkonsultasi dengan dokter," ujar Prof. Marcellus dalam acara diskusi virtual beberapa waktu lalu.
Meski masih menimbulkan pro kontra, untuk susu binatang dan daging merah sebaiknya dihindari, karena dari beberapa pasien yang merasakan keluhan sakit perut setelah mengonsumsinya.
"Nah mungkin itu yang harus di-stop, karena hasil penelitian memang menunjukkan itu," terang dokter yang berpraktik di RSCM Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) itu.
Terlepas dari pantangan itu, Prof.Marcellus mengingatkan untuk tidak terlalu memilih makanan yang bisa menyebabkan penderita jadi kekurangan gizi.
Hal ini lantaran dari gejala penyakit yang ditimbulkan sudah akan menguras gizi seperti diare dan sakit perut yang terus menerus.
Baca Juga: Hindari Pola Makan ala Barat, Bisa Bahayakan Kesehatan Usus Lho
"Jadi kalau memang nggak ada keluhan, makan makanan tertentu itu boleh, namun perlu namun kita lihat dan monitor (oleh dokter)," pungkasnya.
Sementara itu IBD bisa menyerang semua kelompok usia, mulai dari anak hingga dewasa. Sedangkan kasus termuda IBD yang pernah ditemukan yakni di usia 18 tahun.
Adapun puncak kasus terbanyak dialami usia 20 hingga 49 tahun, dan tidak dipengaruhi jenis kelamin tertentu.
Berita Terkait
-
Jangan Anggap Remeh! Diare dan Nyeri Perut Bisa Jadi Tanda Awal Penyakit Kronis yang Mengancam Jiwa
-
Radang Usus Kronik Meningkat di Indonesia, Mengapa Banyak Pasien Baru Sadar Saat Sudah Parah?
-
5 Pengobatan untuk Radang Usus dengan Obat Alami yang Terbukti Ampuh
-
Sering Nyeri Perut Bagian Bawah? Waspada Radang Usus Gara-Gara Salah Pola Diet
-
Kenali 5 Gejala Radang Usus Besar yang Dialami oleh Masayu Anastasia
Terpopuler
- Ratusan Warga Cianjur Gagal Rayakan Lebaran Gara-gara Kena Tipu Paket Sembako Bodong
- 61 Kode Redeem FF Max Terbaru 20 Maret 2026: Raih THR Idul Fitri, AK47 Lava, dan Joker
- Lebaran 2026 Tanggal Berapa? Cek Jadwal Idulfitri Pemerintah, NU, Muhammadiyah, dan Negara Lain
- 7 HP Samsung Terbaik untuk Orang Tua: Layar Besar, Baterai Awet
- 30 Link Twibbon Idul Fitri 2026 Simpel Elegan, Cocok Dibagikan ke Grup Kantor dan Rekan Kerja
Pilihan
-
Rudal Iran Hantam Dekat Fasilitas Nuklir Israel, 100 Orang Jadi Korban
-
Skandal Dean James Melebar! Pakar Hukum Belanda Sebut Status WNI Jadi Masalah Utama
-
Serangan AS-Israel di Malam Takbiran Tewaskan Jubir Garda Revolusi Iran
-
Mencekam! Jirayut Terjebak Baku Tembak di Thailand
-
Pak Menteri Siap Potong Gaji? Siasat Prabowo Hadapi Krisis Global Contek Pakistan
Terkini
-
Pentingnya Edukasi Menstruasi untuk Remaja Perempuan, Kunci Sehat dan Percaya Diri Sejak Dini
-
Jaga Hidrasi Saat Ramadan, Ini Pentingnya Menjaga Ion Tubuh di Tengah Mobilitas Tinggi
-
Waspada Makan Berlebihan Saat Lebaran: 5 Tips Cerdas Nikmati Opor Tanpa Gangguan Pencernaan!
-
Ancaman Senyap di Rumah: Mengapa Kualitas Udara Buruk Sebabkan Bronkopneumonia pada Anak?
-
Tips Mudik Aman untuk Pasien Gangguan Irama Jantung
-
Jangan Abaikan Kesehatan Saat Mudik, Ini Tips Agar Perjalanan Tetap Nyaman
-
Pelangi di Mars Tayang Jelang Lebaran, Film Anak yang Ajarkan Berani Bermimpi
-
Cedera Lutut hingga Bahu Paling Banyak Dialami Atlet dan Penggemar Olahraga
-
Jelang Lebaran, Korban Banjir Aceh Tamiang Dibayangi ISPA hingga Diare: Imunitas Harus Diperhatikan
-
Deteksi Dini dan Kebijakan Ramah Lingkungan: Solusi Terpadu untuk Menangani Penyakit Ginjal