Suara.com - Setelah sempat menutup perbatasan demi mencegah infeksi COVID-19 dari luar negeri, Jepang perlahan-lahan mulai melonggarkan aturan.
Salah satunya, dengan membolehkan lebih banyak siswa dan pekerja asing yang masuk ke negara Matahari Terbit tersebut dalam satu hari.
Perdana Menteri Fumio Kishida akan meningkatkan jumlah orang yang dapat memasuki Jepang menjadi 7.000 per hari dari 5.000 orang.
Sementara itu, para siswa tidak termasuk dalam hitungan jumlah harian orang yang diizinkan masuk ke negara itu dan dipertimbangkan masuk dalam kategori terpisah, menurut laporan media.
Langkah itu akan memperpanjang pelonggaran langkah-langkah ketat perbatasan Jepang pada awal pekan ini yang membuka pintu bagi lebih banyak siswa dan pekerja asing.
Langkah pelonggaran perbatasan tersebut diambil Pemerintah Jepang di tengah kritik dari para pemimpin bisnis dan pendidik.
Kishida akan mengumumkan langkah-langkah baru pembatasan, bersama dengan status keadaan darurat kuasi virus corona yang diperpanjang, pada konferensi pers pada pukul 07.00 malam waktu setempat.
Sekitar 150.000 pelajar asing telah dilarang masuk ke Jepang sejak 2020, bersama dengan para pekerja yang sangat dibutuhkan oleh negara yang menua dengan populasi yang menyusut itu.
Larangan masuk itu memicu peringatan akan kekurangan tenaga kerja dan merusak reputasi internasional Jepang.
Baca Juga: Ingin Ubah Gaya Hidup Menjadi Lebih Sehat, Penjualan Airfryer Naik 300 Persen Sejak 2019
Sementara jumlah kasus virus corona baru mulai turun, rumah sakit di Jepang tetap berada di bawah tekanan saat mereka memerangi kasus COVID-19 varian Omicron.
Februari 2022 juga merupakan bulan paling mematikan dari pandemi yang berlangsung sejauh ini di Jepang, dengan 4.856 kematian, menurut penghitungan oleh media nasional Jepang -- NHK.
Pemerintah Pusat Jepang telah menerima permintaan dari lima prefektur, termasuk Kyoto dan Osaka di Jepang barat, untuk memperpanjang tindakan pengendalian infeksi yang akan berakhir pada Minggu (6/3), kata kepala sekretaris kabinet Jepang Hirokazu Matsuno pada Rabu (2/3).
Sepuluh prefektur lainnya, termasuk Tokyo, diperkirakan akan meminta perpanjangan masa aturan pembatasan selama dua hingga tiga minggu yang mencakup jam kerja yang lebih pendek untuk restoran dan pembatasan penjualan alkohol.
Selain soal penanganan COVID-19, Perdana Menteri Kishida juga diharapkan untuk menangani masalah invasi Rusia ke Ukraina.
Jepang telah bergabung dengan para sekutu luar negerinya untuk menjatuhkan sanksi terhadap Rusia, dan Kishida pada Rabu mengatakan bahwa negara itu juga siap menerima pengungsi Ukraina. [ANTARA]
Berita Terkait
-
Prilly Latuconsina Berbagi Pengalaman Tahun Baru di Jepang: Hening!
-
Awali 2026 dengan Kolaborasi Global, TXT Gandeng Hyde di Single Jepang Baru
-
Belum Pensiun, Kazuyoshi Miura Gabung Fukushima United di Usia 58 Tahun
-
Jadi Momok Timnas Indonesia, Striker Jepang Masuk Radar Liverpool Gantikan Isak
-
30 Ucapan Selamat Tahun Baru 2026 Dalam Bahasa Jepang: Unik dan Penuh Makna
Terpopuler
- 9 Sepatu Puma yang Diskon di Sports Station, Harga Mulai Rp300 Ribuan
- Semurah Xpander Sekencang Pajero, Huawei-Wuling Rilis SUV Hybrid 'Huajing S'
- 9 HP Redmi RAM 8 GB Harga Rp1 Jutaan, Lancar Jaya Dipakai Multitasking
- 5 Sepatu New Balance yang Diskon 50% di Foot Locker Sambut Akhir Tahun
- 5 Lem Sepatu Kuat Mulai Rp 3 Ribuan: Terbaik untuk Sneakers dan Bahan Kulit
Pilihan
-
4 HP Memori Jumbo Paling Murah dengan RAM 12 GB untuk Gaming Lancar
-
In This Economy: Banyolan Gen Z Hadapi Anomali Biaya Hidup di Sepanjang 2025
-
Ramalan Menkeu Purbaya soal IHSG Tembus 9.000 di Akhir Tahun Gagal Total
-
Tor Monitor! Ini Daftar Saham IPO Paling Gacor di 2025
-
Daftar Saham IPO Paling Boncos di 2025
Terkini
-
Lebih dari Separuh Anak Terdampak Gempa Poso Alami Kecemasan, Ini Pentingnya Dukungan Psikososial
-
Pakar Ungkap Cara Memilih Popok Bayi yang Sesuai dengan Fase Pertumbuhannya
-
Waspada Super Flu Subclade K, Siapa Kelompok Paling Rentan? Ini Kata Ahli
-
Asam Urat Bisa Datang Diam-Diam, Ini Manfaat Susu Kambing Etawa untuk Pencegahan
-
Kesehatan Gigi Keluarga, Investasi Kecil dengan Dampak Besar
-
Fakta Super Flu, Dipicu Virus Influenza A H3N2 'Meledak' Jangkit Jutaan Orang
-
Gigi Goyang Saat Dewasa? Waspada! Ini Bukan Sekadar Tanda Biasa, Tapi Peringatan Serius dari Tubuh
-
Bali Menguat sebagai Pusat Wellness Asia, Standar Global Kesehatan Kian Jadi Kebutuhan
-
Susu Creamy Ala Hokkaido Tanpa Drama Perut: Solusi Nikmat buat yang Intoleransi Laktosa
-
Tak Melambat di Usia Lanjut, Rahasia The Siu Siu yang Tetap Aktif dan Bergerak