Suara.com - Hepatitis akut misterius tengah menjadi perbincangan masyarakat karena dunia termasuk Indonesia. Menurut organisasi kesehatan duni WHO, hepatitis akut umumnya menyerang anak usia 1 bulan hingga remaja berusia 16 tahun. Meski begitu, penyakit hepatitis akut misterius juga bisa menyerang orang dewasa.
Kabid Humas PP Perhimpunan Dokter Umum Indonesia (PDUI) dr. Milka Inkiriwang menjelaskan, hepatitis adalah keradangan atau infeksi yang terjadi pada hati atau liver.
"Hepatitis akut berat (misterius) berarti infeksi hati yang belum diketahui pasti penyebabnya termasuk mekanisme ataupun patofisiologinya . Penyebab pastinya bisa dikatakan masih hipotesis atau dalam investigasi," ujar dr. Milka dikutip dari siaran pers yang dibagikan Le Minerale, Selasa (24/05/2022).
Lebih lanjut, ia menyebut setidaknya ada empat langkah yang perlu masyarakat ketahui terkait ancaman hepatitis akut, sesuai dengan anjuran Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.
Empat langkah itu adalah, pertama, waspada gejala awalnya seperti mual, muntah, diare, sakit perut, hingga demam ringan. Kedua, jika muncul gejala awal, usahakan jangan panik.
Ketiga, jangan menunggu gejala lanjutan muncul seperti mata dan kulit menguning agar tidak terlambat mendapatkan penanganan. Keempat atau terakhir, jika terjadi penurunan kesadaran, segera bawa ke rumah sakit dengan fasilitas ICU anak.
Lebih lanjut, dr. Milka juga menyoroti bagaimana penularan hepatitis akut bisa melalui saluran pernafasan dan saluran pencernaan. Karenanya, ia menekankan masyarakat harus menjalankan hidup bersih seperti mencuci tangan, makan makanan matang dan bersih, dan tidak bergantian alat makan dan minum.
"Virus rentan masuk melalui saluran pencernaan, masyarakat harus memerhatikan apa yang dikonsumsi. Pastikan semuanya dalam keadaan bersih. Termasuk jika membeli makanan dan minuman dalam kemasan, sebaiknya pilihlah kemasan yang bersih dan selalu baru."
"Masyarakat diharapkan jangan panik. Penting saat ini melakukan tindakan pencegahan dengan menjaga daya tahan tubuh, terapkan hidup sehat dan selalu pilih yang bersih," pungkas dr. Milka.
Baca Juga: Hits Kesehatan: Cacar Monyet Bukan Penyakit Kaum Gay, Bisakah Atasi Rabun Dekat dengan Kacamata?
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Mobil Hybrid Paling Murah dan Irit, Cocok untuk Pemula
- 7 HP Terbaru di 2026 Spek Premium, Performa Flagship Mulai Rp3 Jutaan
- Bedak Apa yang Tahan Lama? Ini 5 Produk yang Bisa Awet hingga 12 Jam
- Bedak Apa yang Bikin Muka Glowing? Ini 7 Rekomendasi Andalannya
- 7 Sepatu Running Adidas dengan Sol Paling Empuk dan Stabil untuk Pelari
Pilihan
-
Ucap Sumpah di atas Alkitab, Keponakan Prabowo Sah Jabat Deputi Gubernur BI
-
Liburan Keluarga Berakhir Pilu, Bocah Indonesia Ditabrak Mati di Singapura
-
Viral Oknum Paspampres Diduga Aniaya Driver Ojol di Jakbar, Dipicu Salah Titik dan Kata 'Monyet'
-
Hasil Rapat DPR: Pasien PBI BPJS Tetap Dilayani, Pemerintah Tanggung Biaya Selama 3 Bulan
-
OJK Bongkar Skandal Manipulasi Saham, PIPA dan REAL Dijatuhi Sanksi Berat
Terkini
-
Bergerak dengan Benar, Kunci Hidup Lebih Berkualitas
-
Direkomendasikan Para Dokter, Ini Kandungan Jamtens Tangani Hipertensi dan Kolesterol
-
Perubahan Iklim Bikin Nyamuk DBD Makin Ganas, Dokter: Kini Bisa Berulang 2 Tahunan
-
Mengenal Ultra Low Contrast PCI, Pendekatan Tindakan Jantung yang Lebih Ramah Ginjal
-
Bukan Sekadar Timbangan: Mengapa Obesitas Resmi Jadi Penyakit Kronis di 2026?
-
Bayi Sering Gumoh? Umumnya Normal, Tapi Wajib Kenali Tanda Bahaya GERD
-
Melawan Angka Kematian Kanker yang Tinggi: Solusi Lokal untuk Akses Terapi yang Merata
-
Atasi Batuk Ringan hingga Napas Tidak Nyaman, Pendekatan Nutrisi Alami Kian Dipilih
-
Jangan Abaikan Kelainan Refraksi, Deteksi Dini Menentukan Masa Depan Generasi
-
Toko Sociolla Pertama di Sorong, Lengkapi Kebutuhan Kecantikan di Indonesia Timur