Suara.com - Kejadian pemukulan terhadap wanita di SPBU Palembang menjadi buah bibir masyarakat. Apalagi saat mengetahui pelakunya adalah seorang pria yang begitu impulsif ketika melayangkan pukulan.
Peristiwa itu dapat dikaitkan dengan beberapa kondisi, termasuk penyakit mental yang berkenaan dengan pelampiasan penderitanya saat emosi dengan memukul benda atau orang. Salah satunya adalah intermittent explosive disorder (IED)
Gangguan eksplosif intermiten atau intermittent explosive disorder adalah kondisi kesehatan mental yang ditandai dengan seringnya ledakan kemarahan impulsif atau agresi.
Keadaan yang tidak proporsional yang memicu kemarahan biasa menyebabkan penderita IED mencari pelampiasan dengan cara memukul benda atau orang lain.
Orang dengan penyakit mental ini memiliki toleransi yang rendah terhadap frustrasi dan kesulitan. Namun, jika kondisi sedang stabil, penderita penyakit ini akan memiliki perilaku yang normal dan pantas.
Kemarahan yang terjadi pada mereka akan muncul jika ada hal yang tidak sesuai dengan yang mereka inginkan. Dalam kondisi tersebut, mental mereka tidak stabil dan dapat memicu emosi berupa amarah, argumen verbal atau perkelahian fisik atau agresi.
Menyandur dari Clevelandclinic, penyakit mental ini termasuk dalam gangguan kontrol impuls sehingga cukup sulit bagi penderitanya untuk mengontrol emosi tersebut.
Dalam penelitian yang diungkap oleh University of Chicago, 80 persen penderita IED memiliki kondisi kesehatan mental lain, seperti gangguan kecemasan, gangguan eksternalisasi, cacat intelektual, autisme dan gangguan bipolar.
Gangguan eksplosif intermiten (IED) dapat terjadi mulai usia anak-anak 6 tahun ke atas dan orang dewasa. Orang dewasa yang didiagnosis dengan IED biasanya berusia di bawah 40 tahun, dengan catatan penyakit ini dapat terjadi dengan orang berusia 40 tahun ke atas jika sudah didiagnosis sebelum umur 40 tahun.
Baca Juga: Kasus Anggota DPRD Palembang Syukri Zen Aniaya Wanita di SPBU Diambil Alih Polrestabes
Tanda-tanda utama penderita penyakit IED ini adalah pola ledakan kemarahan yang tidak proporsional dengan situasi atau peristiwa yang membuat amarahnya memuncak.
Orang dengan IED sadar bahwa ledakan kemarahan mereka tidak pantas, tetapi merasa seperti mereka tidak dapat mengendalikan tindakan mereka selama kemarahan itu mencuat.
Adapun beberapa hal berikut merupakan tanda-tanda orang yang menderita penyakit IED :
- Sering mengeluarkan argumen verbal termasuk berteriak dan/atau mengancam orang lain.
- Menyerang orang atau hewan secara fisik, seperti mendorong, menampar, meninju, atau menggunakan senjata untuk melukai.
- Kerusakan harta benda/benda, seperti melempar, menendang atau memecahkan benda dan membanting pintu.
- Kekerasan dalam rumah tangga.
- Kekerasan yang dilakukan terhadap orang lain dalam situasi apapun.
Hal ini tentu perlu menjadi perhatian kerabat sekitar jika melihat perlakuan seseorang dengan tanda-tanda di atas, karena sejatinya penderita IED sulit mengendalikan emosinya sehingga perlu pengawasan lebih dari orang-orang sekitar agar tidak membahayakan orang lain.
Kontributor : Dea Nabila
Berita Terkait
-
Kasus Anggota DPRD Palembang Syukri Zen Aniaya Wanita di SPBU Diambil Alih Polrestabes
-
5 Fakta Anggota DPRD Palembang Syukri Zen yang Aniaya Wanita di SPBU: Politisi Gerindra
-
Kasus Pemukulan oleh Anggota DPRD Palembang Belum Selesai, Korban: Hotman Paris Siap Bantu Saya
-
Rekam Jejak M Syukri Zen, Anggota DPRD Palembang yang Aniaya Wanita di SPBU
-
Nopol Mobil Mewah Anggota DPRD Palembang Aniaya Wanita di SPBU Ada Tanda Bintang, Palsu?
Terpopuler
- Ratusan Warga Cianjur Gagal Rayakan Lebaran Gara-gara Kena Tipu Paket Sembako Bodong
- 61 Kode Redeem FF Max Terbaru 20 Maret 2026: Raih THR Idul Fitri, AK47 Lava, dan Joker
- Lebaran 2026 Tanggal Berapa? Cek Jadwal Idulfitri Pemerintah, NU, Muhammadiyah, dan Negara Lain
- 7 HP Samsung Terbaik untuk Orang Tua: Layar Besar, Baterai Awet
- 30 Link Twibbon Idul Fitri 2026 Simpel Elegan, Cocok Dibagikan ke Grup Kantor dan Rekan Kerja
Pilihan
-
Skandal Dean James Melebar! Pakar Hukum Belanda Sebut Status WNI Jadi Masalah Utama
-
Serangan AS-Israel di Malam Takbiran Tewaskan Jubir Garda Revolusi Iran
-
Mencekam! Jirayut Terjebak Baku Tembak di Thailand
-
Pak Menteri Siap Potong Gaji? Siasat Prabowo Hadapi Krisis Global Contek Pakistan
-
Kabar Duka! Pemilik Como 1907 Sekaligus Bos Djarum Meninggal Dunia
Terkini
-
Pentingnya Edukasi Menstruasi untuk Remaja Perempuan, Kunci Sehat dan Percaya Diri Sejak Dini
-
Jaga Hidrasi Saat Ramadan, Ini Pentingnya Menjaga Ion Tubuh di Tengah Mobilitas Tinggi
-
Waspada Makan Berlebihan Saat Lebaran: 5 Tips Cerdas Nikmati Opor Tanpa Gangguan Pencernaan!
-
Ancaman Senyap di Rumah: Mengapa Kualitas Udara Buruk Sebabkan Bronkopneumonia pada Anak?
-
Tips Mudik Aman untuk Pasien Gangguan Irama Jantung
-
Jangan Abaikan Kesehatan Saat Mudik, Ini Tips Agar Perjalanan Tetap Nyaman
-
Pelangi di Mars Tayang Jelang Lebaran, Film Anak yang Ajarkan Berani Bermimpi
-
Cedera Lutut hingga Bahu Paling Banyak Dialami Atlet dan Penggemar Olahraga
-
Jelang Lebaran, Korban Banjir Aceh Tamiang Dibayangi ISPA hingga Diare: Imunitas Harus Diperhatikan
-
Deteksi Dini dan Kebijakan Ramah Lingkungan: Solusi Terpadu untuk Menangani Penyakit Ginjal