Suara.com - Metabolisme tubuh yang lancar adalah kunci untuk menjaga kesehatan dan energi sepanjang hari. Proses metabolisme yang baik memastikan tubuh bisa mencerna makanan dengan efisien, menyerap nutrisi dengan maksimal, serta membakar kalori dengan lebih cepat.
Berbagai faktor seperti pola makan yang tidak sehat, stres, atau kurang tidur bisa memengaruhi kerja metabolisme. Untuk itu, mengonsumsi obat herbal untuk memperbaiki metabolisme tubuh bisa menjadi pilihan alami yang aman dan efektif.
Artikel yang dikutip dari pafibengkulutengahkab.org ini akan membahas lima jenis obat herbal yang terbukti dapat membantu memperbaiki metabolisme tubuh.
1. Jahe
Jahe sudah lama dikenal sebagai tanaman herbal yang memiliki berbagai manfaat kesehatan. Salah satu manfaat utama jahe adalah kemampuannya untuk meningkatkan metabolisme tubuh.
Menurut sebuah penelitian yang dipublikasikan di International Journal of Obesity, jahe dapat meningkatkan pembakaran kalori dan lemak, serta mempercepat proses pencernaan. Zat aktif dalam jahe, seperti gingerol, terbukti dapat meningkatkan suhu tubuh, yang pada gilirannya merangsang metabolisme.
Jika kamu ingin memperbaiki metabolisme tubuh secara alami, kamu bisa menambahkan jahe dalam berbagai bentuk, seperti teh jahe atau suplemen jahe.
2. Temulawak
Temulawak atau Curcuma xanthorrhiza adalah tanaman herbal yang sudah lama digunakan dalam pengobatan tradisional Indonesia. Selain dikenal untuk meningkatkan nafsu makan, temulawak juga berperan dalam memperbaiki metabolisme tubuh.
Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Universitas Gadjah Mada, temulawak dapat membantu meningkatkan fungsi hati dan pencernaan, yang pada gilirannya berdampak positif pada metabolisme tubuh. Mengonsumsi temulawak secara rutin dapat membantu tubuh lebih efisien dalam mengolah makanan menjadi energi.
3. Kayu Manis
Kayu manis adalah rempah yang banyak digunakan dalam masakan dan minuman di Indonesia. Selain menambah rasa, kayu manis juga memiliki banyak manfaat kesehatan, salah satunya adalah memperbaiki metabolisme tubuh.
Baca Juga: 7 Obat Herbal Terbaik untuk Meningkatkan Kualitas Tidur Kamu
Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam Journal of the Academy of Nutrition and Dietetics menunjukkan bahwa kayu manis dapat membantu menstabilkan kadar gula darah dan meningkatkan sensitivitas insulin.
Hal ini sangat penting karena ketidakseimbangan gula darah dapat memperlambat metabolisme tubuh. Dengan mengonsumsi kayu manis secara teratur, kamu bisa mendukung proses metabolisme tubuh yang lebih optimal.
4. Moringa
Moringa atau kelor adalah salah satu tanaman herbal yang sedang naik daun berkat berbagai manfaat kesehatannya. Tanaman ini kaya akan antioksidan, vitamin, dan mineral yang dibutuhkan tubuh untuk mendukung metabolisme yang sehat.
Sebuah studi yang dilakukan oleh Universitas Diponegoro menunjukkan bahwa moringa dapat membantu menurunkan kolesterol dan meningkatkan proses metabolisme tubuh, terutama bagi mereka yang memiliki masalah dengan berat badan. Kamu bisa mengonsumsi moringa dalam bentuk teh, kapsul, atau menambahkannya ke dalam smoothie untuk mendapatkan manfaatnya.
5. Teh Hijau
Teh hijau sudah tidak asing lagi sebagai minuman yang bermanfaat bagi kesehatan. Salah satu manfaat utama teh hijau adalah kemampuannya dalam meningkatkan metabolisme tubuh. Berdasarkan penelitian yang diterbitkan dalam American Journal of Clinical Nutrition, teh hijau mengandung katekin yang dapat meningkatkan pembakaran lemak, terutama ketika dipadukan dengan olahraga.
Jika kamu ingin mempercepat proses metabolisme tubuh, mengonsumsi teh hijau secara rutin dapat menjadi pilihan yang tepat. Selain itu, teh hijau juga membantu menjaga kesehatan jantung dan melawan radikal bebas.
Berita Terkait
-
7 Obat Herbal Terbaik untuk Meningkatkan Kualitas Tidur Kamu
-
5 Pengobatan untuk Radang Paru-paru dengan Obat Herbal yang Terbukti Efektif
-
Indonesia Kaya Tanaman Herbal, Peluang Pasar Obat Tradisional Terus Meningkat
-
5 Cara Mengobati Kolesterol Tinggi dengan Obat Herbal yang Ampuh dan Alami
-
7 Obat Herbal yang Ampuh untuk Mengatasi Depresi Secara Alami
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- Kakek Penjual Es Gabus Dinilai Makin 'Ngelunjak' Setelah Viral, Minta Mobil Saat Dikasih Motor
- 4 Calon Pemain Naturalisasi Baru Era John Herdman, Kapan Diperkenalkan?
- 26 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 31 Januari 2026: Buru Gullit 117 OVR dan Voucher Draft Gratis
- Muncul Isu Liar Soal Rully Anggi Akbar Setelah Digugat Cerai Boiyen
Pilihan
-
Isi Proposal OJK dan BEI ke MSCI: Janji Ungkap Penerima Manfaat Akhir Saham RI
-
MSCI Buka Suara Usai Diskusi dengan BEI, OJK dan KSEI Perihal IHSG
-
IHSG 'Kebakaran' di Awal Februari, Menkeu Purbaya: Ada Faktor Ketidakpastian!
-
Pupuk Indonesia Pugar Pabrik Tua, Mentan Amran Bilang Begini
-
Setiap Hari Taruhkan Nyawa, Pelajar di Lampung Timur Menyeberang Sungai Pakai Getek
Terkini
-
Era Baru Kesehatan Mata: Solusi Tepat Mulai dari Ruang Dokter Hingga Mendapatkan Kacamata Baru
-
Dokter Ungkap: Kreativitas MPASI Ternyata Kunci Atasi GTM, Perkenalkan Rasa Indonesia Sejak Dini
-
Solusi Bijak Agar Ibu Bekerja Bisa Tenang, Tanpa Harus Mengorbankan Kualitas Pengasuhan Anak
-
Dokter Saraf Ungkap Bahaya Penyalahgunaan Gas Tawa N2O pada Whip Pink: Ganggu Fungsi Otak!
-
Tidak Semua Orang Cocok di Gym Umum, Ini Tips untuk Olahraga Bagi 'Introvert'
-
Dehidrasi Ringan Bisa Berakibat Serius, Kenali Tanda dan Solusinya
-
Indonesia Masih Kekurangan Ahli Gizi, Anemia hingga Obesitas Masih Jadi PR Besar
-
Cedera Tendon Achilles: Jangan Abaikan Nyeri di Belakang Tumit
-
Super Flu: Ancaman Baru yang Perlu Diwaspadai
-
3D Echocardiography: Teknologi Kunci untuk Diagnosis dan Penanganan Penyakit Jantung Bawaan