Keunikan vaksin BCG terletak pada sifat proteksinya yang berbeda menurut kelompok usia. Vaksin ini menunjukkan efektivitas terbaik dalam melindungi anak-anak, sementara perlindungan terhadap TBC paru pada orang dewasa relatif lebih terbatas. Masa perlindungan yang diberikan diperkirakan bertahan selama 10 hingga 15 tahun, yang menjelaskan mengapa vaksinasi ulang biasanya tidak dianjurkan.
Dalam konteks global, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) merekomendasikan pemberian BCG di negara-negara dengan beban TBC tinggi, termasuk Indonesia. Rekomendasi ini didasarkan pada bukti bahwa vaksinasi BCG dapat mengurangi angka kesakitan dan kematian akibat TBC pada anak secara signifikan. Namun penting untuk dipahami bahwa vaksin ini bukanlah solusi tunggal, melainkan bagian dari strategi komprehensif pengendalian TBC yang mencakup juga deteksi dini dan pengobatan yang tepat.
Perkembangan terbaru dalam penelitian vaksin TBC menunjukkan bahwa BCG mungkin memiliki manfaat tambahan yang belum sepenuhnya terungkap. Beberapa studi menemukan bahwa vaksin ini dapat memberikan perlindungan silang terhadap beberapa penyakit infeksi lainnya, meskipun temuan ini masih memerlukan penelitian lebih lanjut. Fenomena ini dikenal sebagai "efek heterolog" dan menjadi bidang penelitian yang menarik dalam imunologi modern.
Berita Terkait
-
Masih Eksis! 4 Bakmi Halal Legendaris di Jakarta yang Wajib Dicoba
-
Indonesia Berpotensi Besar Jadi Pusat Industri Halal Dunia
-
Dari Pedas Menggigit hingga Manis Menggoda, Ini 5 Kuliner Halal PIK untuk Berbuka
-
Tren Belanja Halal di Era Digital: Memastikan Kehalalan Ayam dan Daging dari Bahan Baku hingga Pengiriman
-
Peran Sertifikasi Halal dalam Industri Kecantikan dan Kesehatan, Tingkatkan Kepercayaan Konsumen
Terpopuler
- Link Download Gratis Ebook PDF Buku Broken Strings, Memoar Pilu Karya Aurelie Moeremans
- Biodata dan Agama DJ Patricia Schuldtz yang Resmi Jadi Menantu Tommy Soeharto
- Kronologi Pernikahan Aurelie Moeremans dan Roby Tremonti Tak Direstui Orang Tua
- 5 Sepatu Jalan Lokal Terbaik Buat Si Kaki Lebar Usia 45 Tahun, Berjalan Nyaman Tanpa Nyeri
- DPUPKP Catat 47 Hektare Kawasan Kumuh di Kota Jogja, Mayoritas di Bantaran Sungai
Pilihan
-
Purbaya Sebut Bisnis Sektor Media Cerah: Saham DIGI, TMPO, dan VIVA Langsung Ceria
-
Dari 'Kargo Gelap' Garuda ke Nakhoda Humpuss: Kembalinya Ari Askhara di Imperium Tommy Soeharto
-
Tanpa Bintang Eropa, Inilah Wajah Baru Timnas Indonesia Era John Herdman di Piala AFF 2026
-
Hari Ini Ngacir 8 Persen, Saham DIGI Telah Terbang 184 Persen
-
Mengapa Purbaya Tidak Pernah Kritik Program MBG?
Terkini
-
Angka Kematian Bayi Masih Tinggi, Menkes Dorong Program MMS bagi Ibu Hamil
-
Gaya Hidup Sedentari Tingkatkan Risiko Gangguan Muskuloskeletal, Fisioterapi Jadi Kunci Pencegahan
-
Hati-hati saat Banjir! Jangan Biarkan 6 Penyakit Ini Menyerang Keluarga Anda
-
Pankreas, Organ yang Jarang Disapa Tapi Selalu Bekerja Diam-Diam
-
Perawatan Kulit Personal Berbasis Medis, Solusi Praktis di Tengah Rutinitas
-
Implan Gigi Jadi Solusi Modern Atasi Masalah Gigi Hilang, Ini Penjelasan Ahli
-
Apa Beda Super Flu dengan Flu Biasa? Penyakitnya Sudah Ada di Indonesia
-
5 Obat Sakit Lutut Terbaik untuk Usia di Atas 50 Tahun, Harga Mulai Rp 13 Ribu
-
Kalimantan Utara Mulai Vaksinasi Dengue Massal, Kenapa Anak Jadi Sasaran Utama?
-
Kesehatan Anak Dimulai Sejak Dini: Gizi, Anemia, dan Masalah Pencernaan Tak Boleh Diabaikan