Menerima aksi KDRT dan penyekapan dari suaminya sendiri, Kimberly lantas menghubungi ayah dan ibu sambungnya di Bali. Ia berharap kedua orang tuanya itu datang dan langsung menyelamatkannya.
Beruntung, ayah dan ibu sambungnya datang dan segera menyelamatkan Kimberly dan anak-anaknya. Tak hanya berdua, mereka juga dibantu oleh Polsek Payangan untuk membuka pintu rumahnya.
"Jadi ibu sambung saya datang ke rumah bawa polisi dari Polsek Payangan buat membuka pintu. Saat itu, saya disuruh pulang ke Jakarta tapi saya tetap di rumah di Bali," jelas Kimberly Ryder.
4. Edward Akbar diusir dari rumah
Setelah berhasil keluar dari rumah, orang tua Kimberly mengusir Edward Akbar dan melarangnya untuk bertemu dengan anaknya.
"Lalu Edward diusir dari rumah dan tidak boleh ketemu saya dan anak-anak," ujar Kimberly.
Bahkan, Kimberly memblokir semua nomor Edward agar tidak bisa dihubungi lagi. Namun, ia selalu mengganti nomor dan berusaha menghubungi Kim.
"Sampai sekarang gak ada komunikasi. Saya blok tapi dia ganti nomor juga," kata Kimberly.
5. Edward Akbar membantah adanya KDRT dan penyekapan
Baca Juga: Trauma Lihat Kimberly Disakiti, Natasha Ryder: Pernikahan Menakutkan!
Berbeda dari pengakuan Kimberly Ryder, Edward Akbar justru mengaku jika tidak pernah melakukan KDRT dan penyekapan terhadap sang istri.
Edward mengaku bahwa itu semua hanyalah kebohongan yang luar biasa.
"Ini kebohongan luar biasa, diplintir, kejadian yg ada dan fakta kebenaran sesungguhnya," tutur Edward.
Untuk menyanggah tuduhan yang dilayang sang istri, Edward menyatakan siap untuk membeberkan bukti berupa rekaman CCTV.
"Dan saya punya CCTV lengkapnya banyak. Kejadian penuduhan penyekapan di Bali padahal sama sekali tidak ada penyekapan," ujar Edward.
"Saya tidak pernah atau mungkin menyekap istri, apalagi ada anak-anak saya di rumah. Mana mungkin saya menyekap istri?" pungkasnya.
Kontributor : Damayanti Kahyangan
Berita Terkait
-
Trauma Lihat Kimberly Disakiti, Natasha Ryder: Pernikahan Menakutkan!
-
Mertua Semprot Edward Akbar Gara-Gara Cuma Kasih Nafkah Anak Rp 1,5 Juta: Pelit Dah Pelit!
-
Edward Akbar Diungkap Cuma Kasih Rp1,5 Juta untuk Biaya Anak Ngaji Seumur Hidup: Pelit atau Gak Mampu?
-
Jadi Korban KDRT dan Kini Bercerai, Kimberly Ryder Menyesal Menikah dengan Edward Akbar: Jangan Cuma Mau Makan Cinta
-
Edward Akbar Bantah Sekap Kimberly Ryder dan Anak-anak: Kebohongan Luar Biasa
Terpopuler
- Bedak Wardah Apa yang Cocok untuk Usia 40 Tahun? Ini 5 Rekomendasi Terbaik agar Flawless dan Fresh
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- Perbedaan Eau De Parfum dan Eau De Toilette, Mana yang Sesuai Kebutuhanmu?
Pilihan
-
Laporkan Hotman Paris ke Polda Metro, PWI Ragukan Ketulusan Permohonan Maaf Sang Pengacara
-
Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay
-
Usai Nobar Final Piala Dunia, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini Kena OTT KPK
-
Menteri PU Dody Hanggodo Bakal Dicopot Agustus? 'Prabowo Tak Suka Menteri yang Bikin Gaduh'
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
Terkini
-
FIFA Buka Voting Tim Terbaik Piala Dunia 2026: Argentina Sumbang 5 Pemain, Spanyol?
-
Dari Pameran Kudatuli, Megawati Titip Pesan untuk Generasi Muda Indonesia
-
Kasus Dugaan Penculikan Atlet Golf Jesslyn Wijaya, Polisi Telusuri Perjalanan hingga Kuala Lumpur
-
Bukan Sekedar Catatan Masa Lalu, Peristiwa Kudatuli Merupakan Simbol Perjuangan Lawan Ketidakadilan
-
Usut Aliran Rp 91 Miliar Suap Bea Cukai, KPK Tetapkan Tersangka Baru
-
Korupsi Disebut Kejahatan HAM, Mengapa Hak Korban Belum Jadi Perhatian?
-
Aksesori Estetik Makin Digemari, Ini Tempat Belanja Lengkap Incaran Reseller hingga Jastiper
-
Salah Setting Aplikasi Navigasi, Pemotor RX-King Nekat Masuk Tol Jagorawi
-
Anggaran Jasa Belanja Tenaga Ahli Banten Tembus Rp55,47 Miliar, Kepala BPKAD Mengaku Kaget
-
Jembatan di Serang Mulai Dibangun Andra Soni Usai 25 Tahun Tak Tersentuh Perbaikan