Lifestyle / Komunitas
Selasa, 21 April 2026 | 12:22 WIB
Warga mengangkut ikan sapu-sapu saat operasi pembersihan di Sungai Ciliwung, Cililitan, Jakarta, Jumat (17/4/2026). [ANTARA FOTO/Sulthony Hasanuddin/tom]

Bahkan, ikan yang ditemukan sudah mati pun tetap boleh dikonsumsi selama tidak membahayakan. Namun, jika mendapatkan ikan yang masih hidup, diharapkan untuk membunuhnya dengan cara yang paling cepat merenggut nyawa.

Tindakan membunuh ikan dengan cara jangan sampai menyiksanya diajarkan oleh Rasulullah SAW, ia bersaba:

إِنَّ اللَّهَ كَتَبَ الإِحْسَانَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ، فَإِذَا قَتَلْتُمْ فَأَحْسِنُوا القِتْلَةَ، وَإِذَا ذَبَحْتُمْ فَأَحْسِنُوا الذِّبْحَةَ، وَلْيُحِدَّ أَحَدُكُمْ شَفْرَتَهُ، وَلْيُرِحْ ذَبِيحَتَهُ

Artinya: "Sesungguhnya Allah mewajibkan untuk berbuat bagi kepada makhluk apapun. Karena itu, jika kalian ingin membunuh, bunuhlah dengan cara yang baik. Dan jika ingin menyembelih, sembelihlah dengan cara yang baik. Hendaknya kalian mengasah pisau kalian, agar sembelihannya cepat mati." (HR. Ahmad, Nasai, Turmudzi, dan dishahihkan Al-Albani).

Cara Membunuh Ikan yang Benar Menurut Islam

Berdasarkan prinsip-prinsip di atas, ada beberapa adab atau cara yang dianjurkan dalam mematikan ikan yang masih hidup:

1. Memastikan kematian berlangsung cepat

Cara terbaik adalah metode yang langsung merenggut nyawa ikan dalam waktu singkat. Ini bisa dilakukan dengan memukul bagian kepala secara tepat atau metode lain yang membuat ikan segera mati tanpa rasa sakit berkepanjangan.

2. Menghindari penyiksaan

Metode seperti mengubur ikan hidup-hidup, membiarkannya kehabisan oksigen secara perlahan, atau membiarkannya menggelepar terlalu lama termasuk tindakan yang tidak sesuai dengan prinsip ihsan.

Baca Juga: Manfaat Ikan Sapu-Sapu Jadi Sumber Protein di Amazon Tapi Berbahaya di Indonesia

3. Menggunakan alat yang tepat

Jika menggunakan alat, pastikan alat tersebut efektif dan tidak memperpanjang penderitaan ikan. Prinsip ini sejalan dengan anjuran Nabi untuk menggunakan alat yang tajam saat menyembelih.

4. Tidak mempermainkan hewan

Islam melarang menjadikan hewan sebagai objek hiburan yang menyakitkan. Oleh karena itu, membunuh ikan harus didasarkan pada kebutuhan, bukan sekadar iseng atau hiburan.

Demikian itu cara membunuh ikan yang benar menurut Islam. Kasus ikan sapu-sapu di Jakarta menjadi contoh nyata bahwa menjaga lingkungan tidak boleh mengabaikan etika terhadap makhluk hidup.

Islam mengajarkan keseimbangan antara kebutuhan manusia, kelestarian alam, dan kasih sayang terhadap hewan.

Load More