- Gubernur Pramono akan memperbaiki prosedur pembersihan ikan sapu-sapu dengan melibatkan tenaga ahli merespons kritik MUI.
- Pemprov DKI tetap memusnahkan ikan sapu-sapu karena populasi berlebih mencapai 6,5 ton yang mengancam ekosistem.
- Pemerintah akan membentuk satuan tugas khusus dari unsur PPSU untuk menangani pengendalian populasi secara berkelanjutan.
Suara.com - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, merespons kritik dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengenai prosedur pembersihan ikan sapu-sapu di perairan Jakarta.
Ditemui di kawasan Pati Unus, Jakarta Selatan, pada Minggu (19/4/2026), Pramono menyatakan akan melibatkan tenaga ahli untuk menata ulang prosedur pembersihan.
"Mengenai ada saran dan kritik dari MUI, nanti saya minta untuk yang ahli menyesuaikan tata caranya," ujarnya.
Namun, tindakan pemusnahan terhadap ikan sapu-sapu akan tetap dilakukan karena jumlah populasinya sudah melampaui batas wajar di wilayah perairan Jakarta.
Hasil operasi pembersihan yang dilakukan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta dalam satu hari pun membuktikan bahwa sebaran sapu-sapu di ibu kota memang sudah mengkhawatirkan.
"Di Jakarta Selatan itu lebih dari 3,5 ton, dan total hampir 6,5 ton ikan sapu-sapu yang berhasil ditangkap," jelas Pramono.
Eks Sekretaris Kabinet ini juga menegaskan bahwa penanganan masalah tidak boleh dilakukan sekali saja, atau sekedar bersifat seremonial.
Demi menjaga keberlangsungan ekosistem air di ibu kota, Pemprov DKI Jakarta berencana membentuk satuan tugas khusus dari unsur PPSU.
"Sebab kalau tidak, maka ekosistem air di Jakarta pasti akan rusak," tegas Pramono.
Baca Juga: Evaluasi WFH ASN di Jakarta, Pramono Anung: Kemacetan Turun Drastis
Sorotan MUI terhadap metode pembersihan sapu-sapu oleh Pemprov DKI Jakarta sendiri muncul imbas dugaan pemusnahan satwa dengan cara dikubur hidup-hidup.
Komisi Fatwa MUI menyebut tindakan semacam itu tidak selaras dengan prinsip ihsan atau berperilaku baik terhadap makhluk ciptaan Tuhan.
Namun di sisi lain, kebijakan Pemprov DKI dalam mengendalikan populasi ikan sapu-sapu juga dinilai Komisi Fatwa MUI sebagai upaya perlindungan lingkungan.
Populasi ikan sapu-sapu yang terlalu besar dapat merusak ekosistem sungai, hingga mengancam keberadaan ikan lokal.
Berita Terkait
-
Kebijakannya Baik Tapi Caranya Salah, MUI Sorot Metode DKI Musnahkan Ikan Sapu-Sapu: Itu Tidak Ihsan
-
Menjual Nama Halte ke Parpol: Terobosan PAD atau Politisasi Ruang Publik?
-
Pramono Anung Ungkap Cara Putus Rantai Kemiskinan di Jakarta: Kunci di Pendidikan
-
Evaluasi WFH ASN di Jakarta, Pramono Anung: Kemacetan Turun Drastis
Terpopuler
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- 7 Sepeda Terbaik untuk Pemula Mulai Rp1 Jutaan: dari Hybrid, Lipat hingga City Bike
- Lipstik Wardah yang Bagus Apa? Ini 4 Pilihan Paling Tahan Lama untuk Dipakai Seharian
Pilihan
-
Sudaryono Jabat Kepala BGN, Sudah Diworo-woro Istana Sejak Selasa Malam
-
Sudaryono, Mantan Ajudan Prabowo Akan Gantikan Nanik Jadi Kepala BGN
-
Nanik Mundur dari Kepala BGN, Ini Alasannya
-
Nanik S Deyang Mundur dari Kepala BGN, Prabowo Minta Tetap Awasi MBG
-
Laporkan Hotman Paris ke Polda Metro, PWI Ragukan Ketulusan Permohonan Maaf Sang Pengacara
Terkini
-
Peran Guru Tak Lagi Sekadar Mengajar, Kini Ikut Bentuk Kebiasaan Finansial Siswa
-
Cushion OMG untuk Kulit Sawo Matang Shade Berapa? Ini Rekomendasinya Menurut Review
-
5 Langkah Mudah Merawat Jam Tangan Stainless Steel, Biar Tetap Kinclong
-
Daftar Harga Sewa iPhone di Jogja: Mulai Rp110 Ribu, Bisa Bikin Konten Estetik Seharian
-
Unik! Siswa Baru SMA Islam Al Azhar 9 Jogja Diajak Jajal Golf, MPLS Sekaligus Jaring Bibit Unggul
-
5 Aplikasi Cek Kulit Gratis, Lengkap dengan Rekomendasi Produknya Sesuai Jenis Kulit
-
Polisi Telusuri Penyalahgunaan BBM Subsidi di Rohil, Ungkap Modusnya
-
3 Moisturizer Mochi Skin Terbaik untuk Bikin Kulit Kenyal dan Cerah
-
Jaga Sumber Air dari Hulu hingga ke Hilir, AMDATARA Tanam 250 Mangrove di Pesisir Jateng
-
134 Karya Siswa Sekolah Rakyat Semarakkan Lomba Fotografi Awan Cerah 2026 di TIM