Jaksa Penuntut Umum (JPU) tampak kekeh menganggap Bharada E sebagai pelaku utama pembunuhan Brigadir J hingga menolak nota pembelaan atau pleidoinya.
Menurut jaksa, hal itu karena Bharada E dinilai menunjukkan sikap loyalitasnya kepada Ferdy Sambo dengan menembak korban.
Menanggapi hal tersebut, pengacara Bharada E, Ronny Talapessy menjelaskan bahwa loyalitas atau kepatuhan kliennya itu berkaitan dengan fakta persidangan.
"Kepatuhan ini berkaitan dengan fakta persidangan, bahwa Richard Eliezer memiliki kepatuhan yang tinggi. Itu yang sudah disampaikan oleh ahli psikolog dari jaksa penuntut umum juga, itu sudah menyampaikan bahwa Richard Eliezer ini punya tingkat kepatuhan tinggi," kata Ronny dikutup dari tayangan Metro TV, Selasa (31/01/2023).
Dalam persidangan beberapa saat lalu, ahli psikolog yang dihadirkan oleh JPU dan pihak Ronny saling berkesesuain bahwa memang Bharada E miliki tingkat kepatuhan yang tinggi.
Kepatuhan Bharada E itu disampaikan sesuai dengan teori Milgram, yang berkaitan dengan kepatuhan seseorang kepada otoritas.
"Bersesuaian dengan ahli psikolog yang kita hadirkan. Terus juga bersesuaian dengan teori Milgram, dimana ahli psikolog forensik menyampaikan ada teori Milgram dimana pelaku dia itu berada di dalam suatu ruangan memakai kostum kemudian ada perintah dan lisan gitu," kata Ronny.
"Nah hal-hal seperti itu sebenarnya sudah terungkap di persidangan, tetapi ya kita melihat dalam hal ini jangan sampai hal teknis mengalahkan rasa keadilan," tambahnya.
Ronny menyampaikan untuk tak berbicara mengenai teknis, soal peraturan internal di Kejaksaan tetapi ada Undang-Undnag, sebab hal ini tetap terkait dengan rasa keadilan.
Baca Juga: Pensiunan Polisi di Kasus Kecelakaan Mahasiswa UI Bukan Kader, Gerindra Minta Proses Secara Hukum
"Dimana rasa keadilan tersebut ketika Richard Eliezer dituntut tinggi daripada terdakwa yang lainnya, di mana terdakwa yang lainnya mempunyai peran yang signifikan penting," ungkapnya.
"Kalau kita hanya berpatokan kepada yang melakukan penembakan ekseutor, tetapi ini tidak bisa berdiri sendiri," sambung Ronny.
Ronny menyampaikan bahwa peristiwa pidana penembakan Brigadir J harus dilihat secara utuh. Mulai dari orang yang berperan sebagai pemanggil, penutup jendela, hingga melakukan perencanaan.
Pihak Ronny menilai tidak bisa mengesampingkan hal-hal tersebut. Akan tetapi, Ronny percaya dan berharap Majelis Hakim melihat peristiwa pidana secara utuh dari segala sisi.
Berita Terkait
-
Tak Ingin Ferdy Sambo Divonis Seumur Hidup, Eks Pegawai KPK: Lebih Ringanlah!
-
JPU Tak Ringankan Hukuman Bharada E, Pakar Hukum: Ada Tangan-tangan Halus Bermain!
-
Pengacara Ferdy Sambo Semprot Pedas JPU: Serampangan, Halusinasi dan Tak Profesional!
-
Dianggap Frustasi, Kubu Ferdy Sambo: Replik Jaksa Rendahkan Profesi Advokat!
-
Nantikan! Sidang Vonis Ferdy Sambo Bakal Digelar 13 Februari 2023
Terpopuler
- PP Nomor 9 Tahun 2026 Resmi Terbit, Ini Aturan THR dan Gaji ke-13 ASN
- Trump Umumkan Perang Lawan Iran 'Selesai' Usai Diskusi dengan Vladimir Putin
- 5 Rekomendasi Body Lotion Terbaik Mencerahkan Kulit di Indomaret
- Promo Kue Kaleng Lebaran Indomaret Alfamart Terbaru, Harga Serba Rp15 Ribuan
- Pelatih asal Spanyol Sebut Persib Bandung Kandidat Juara, Kedalaman Skuad Tak Tertandingi
Pilihan
-
Yaqut Diperiksa KPK Pekan Ini Usai Praperadilannya Ditolak, Langsung Ditahan?
-
Dua Kali Blunder Kiper Tottenham Antonin Kinsky Bikin Igo Tudor Kehabisan Kata-kata
-
Teror di Rumah Wali Kota New York Zohran Mamdani: Dua Remaja Lempar Bom Rakitan
-
Trump Bilang Perang Segera Selesai, Iran: Ngaku Saja, Amunisi Kalian Sudah Mau Habis
-
Selain Bupati, KPK Juga Gelandang Wabup Rejang Lebong ke Jakarta Usai OTT
Terkini
-
Penyelundupan Narkoba di Bandara Soetta, Modus Kemasan Minuman Hingga Sabun Thailand Terbongkar
-
Revisi UU Pemilu Mendesak, Ada 5 Isu Krusial yang Mengancam Demokrasi dan Kesejahteraan Negara
-
Kronologi Balita 2 Tahun di Pasuruan Meninggal di Sungai Petung, Sempat Hilang dari Rumah
-
Abu Janda Kicep Ditanya Referensi soal Palestina: Kalau Cuma Nyerocos, Anak SD Juga Bisa!
-
Drama Klarifikasi Dela Shifa: Bongkar Dugaan Korupsi di SPPG Lembursitu, Kini Minta Maaf
-
Peringatan dari Iran: Harga Minyak Dunia Akan Tembus 200 dolar AS per Barel
-
Kapolri Ungkap Pesan Prabowo: TNI-Polri Harus Bersatu, Jangan Sampai Terpecah
-
Impor Mobil India Dinilai Sebagai Otokritik Atas Kartel Mobil di Indonesia
-
Mahalini Tanggapi Namanya Dicatut Aldi Taher untuk Promosi Burger: Stop!
-
Antisipasi Macet di Gerbang Tol Purwomartani, Polda DIY Siagakan Tim Urai dan Pos Pantau