Putri Candrawathi dikabarkan meninggal dunia secara tak wajar. Dalam kabar yang beredar, disebutkan jika jenazah salah satu terdakwa dalam kasus pembunuhan berencana terhadap Brigadir J ini mengeluarkan belatung.
Informasi ini disebarkan melalui video yang diunggah oleh kanal YouTube CENTRAL BERITA INDONESIA pada Selasa (14//3/2023).
Dalam unggahannya, kanal YouTube yang telah memiliki lebih dari 80 ribu subscriber ini menuliskan judul sebagai berikut, "PC Meninggal Dunia Secara Tidak Wajar, Tiba Tiba Muncul Hal Aneh Saat Jenazah Di Makamkan".
Sementara itu, dalam thumbnail video yang dibagikan juga tertulis narasi senada, "MULUTMU HARIMAUMU. AZAB AKIBAT BERBOHONG DALAM PERSIDANGAN JENAZAH PUTRI CANDRAWATHI MULUTNYA KELUARKAN BELATUNG SAAT HENDAK DIMAKAMKAN SEMUA PELAYAT PANIK".
Lalu benarkah klaim tersebut?
Penjelasan
Berdasarkan penelusuran metro.suara.com, klaim Putri Candrawathi meninggal dunia secara tak wajar adalah tidak benar.
Pasalnya, dalam unggahan berdurasi 5 menit 2 detik tersebut sama sekali tidak menguraikan dan memberikan bukti valid terkait klaim yang telah ditulis di bagian judul dan thumbnail video.
Video ini justru berisi slide foto yang merekam momen ketika Putri Candrawathi melakukan proses rekonstruksi dan sidang kasus pembunuhan berencana yang menyeret namanya dan sang suami Ferdy Sambo.
Baca Juga: Alshad Ahmad Spill Biaya Makan Hewan Peliharaan, Tembus Rp65Juta Sebulan!
Terlepas dari isi video tersebut, hingga sekarang juga tidak ada informasi valid atau kredibel mengenai klaim Putri Candrawathi meninggal dunia secara tidak wajar.
Jika ditelusuri melalui Google, belum ada pemberitaan resmi yang mengabarkan meninggalnya istri Ferdy Sambo tersebut. Hingga kini, yang bersangkutan masih mendekam di penjara.
Simpulan
Berdasarkan penjelasan di atas, maka dapat disimpulkan bahwa kabar Putri Candrawathi meninggal secara tidak wajar adalah keliru.
Informasi yang disebarkan kanal YouTube CENTRAL BERITA INDONESIA tersebut masuk dalam hoaks kategori konten menyesatkan.
Catatan Redaksi:
Berita Terkait
-
CEK FAKTA: LPSK Cabut Perlindungan, Richard Eliezer Hampir Meregang Nyawa Dihajar Orang Suruhan Ferdy Sambo
-
CEK FAKTA: Inul Darastista Meninggal Dunia, Begini Suasana Rumah Duka Banyak Artis Senior Datang Melayat
-
CEK FAKTA: Video Detik-detik Ferdy Sambo Dihukum Mati Tayang Malam Ini, Begini Pesan Terakhirnya
-
CEK FAKTA: Innalillahi, Ahmad Dhani Tewas Akibat Kecelakaan Mobil, Dewa 19 Berduka
-
CEK FAKTA: Ammar Zoni Pakai Narkoba Gegara Pergoki Istri Selingkuh, Benarkah?
Terpopuler
- 6 Motor Listrik Paling Kuat di Tanjakan 2026, Anti Ngeden dan Tetap Bertenaga
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Proyek PSEL Makassar: Investor Akan Gugat Pemkot Makassar Rp2,4 Triliun
- Therese Halasa, Perempuan Palestina yang Tembak Benjamin Netanyahu
- 5 Rekomendasi Tablet Murah dengan Keyboard Bawaan, Jadi Lebih Praktis
Pilihan
-
Biadab! Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera di Gaza pakai Serangan Drone
-
Iran Tuduh AS-Israel Langgar Kesepakatan, Gencatan Senjata Terancam Batal
-
Jambret Bersenjata di Halmahera Semarang: Residivis Kambuhan yang Tak Pernah Belajar
-
Regime Change! Kongres AS Usul Donald Trump dan Menteri Perang Dicopot Pekan Depan
-
Kebakaran di Gedung Satreskrim Polres Jakarta Barat, 13 Mobil Damkar Dikerahkan
Terkini
-
4 Lip Balm SPF 30 Terbaik, Bibir Lembap dan Terlindungi
-
IM3 dan Tri Hadirkan Google Gemini AI di Paket Data Tanpa Langganan Mahal
-
Bikin Akun Instagram, Heeseung Eks ENHYPEN Ganti Nama Panggung Baru, Evan
-
Kualitas Air Terjaga, Nelayan Halmahera Penuhi Kebutuhan Gizi Karyawan Harita Nickel
-
Respons Istana soal Desakan TGPF Kasus Andrie Yunus: Masih Dikaji, Klaim Proses Sudah Transparan
-
Presiden Prabowo Akan Bentuk Pusat Finansial Khusus di Bali, Tarik Investasi Asing
-
Marak Investor Bodong, SIPF Ingin Perluas Kewenangan dan Jaga Dana Pemodal
-
Iran Minta AS Tertibkan 'Anjing Gila' Israel, Siap-siap Batalkan Gencatan Senjata!
-
Tak Cukup Satu Gaji, Fenomena 'Side Hustle' Picu Geliat Bisnis Franchise di FLEI 2026
-
BI : Uang Primer Tumbuh Melambat Jadi Rp2.386,5 Triliun Akhir Maret 2026