Suara.com - Sri Lanka sedang mencari juru gantung, petugas pelaksana eksekusi hukuman mati, setelah kandidat terakhir yang diberikan kepercayaan mengaku tidak kuat melihat tiang gantungan, demikian dikatakan petugas terkait, Selasa (11/3/2014).
Pekan lalu departemen lembaga pemasyarakatan Sri Lanka sebenarnya sudah mendapatkan juru gantung baru, yang berhasil menyisihkan 176 orang pesaing dalam proses seleksi yang ketat. Ia menggantikan dua juru gantung yang mengundurkan diri beberapa bulan sebelumnya.
"Kami memberinya pelatihan selama satu pekan, tetapi dia langsung mundur setelah melihat tiang gantungan. Dia bilang, dia tidak mau melakukan pekerjaan ini," kata Chandrarathna Pallegama, komisaris jenderal lembaga pemasyarakatan Sri Lanka.
"Ia mengatakan bahwa setelah melihat tiang gantungan, dia merasa tertekan...Lain kali, kami akan menunjukkan tiang gantungan dulu kepada kandidat pengisi lowongan ini sebelum memberinya pelatihan dasar," sambung Pallegama.
Meski dinamai juru gantung, kecil kemungkinan penjabat posisi benar-benar menggantung orang. Jabatan itu sebenarnya lebih kepada jabatan administrasi.
Negara kepulauan yang penduduknya mayoritas beragama Budha tidak pernah melaksanakan hukuman gantung sejak 1976, meski ada setidaknya 405 terpidana mati di negara itu.
Akan tetapi meningkatnya angka pelecehan seksual, pemerkosaan, pembunuhan, dan perdagangan obat terlarang, membuat sejumlah politikus mendesak agar hukuman mati diberlakukan lagi di negara tersebut. (Reuters)
Berita Terkait
-
Siapa Atef Najib? Eks Petinggi Suriah yang Dijatuhi Hukuman Mati Bersama Bashar al-Assad
-
Amnesty Bantah Hukuman Mati Bikin Koruptor Jera: Hanya Mitos
-
Menteri Hukum Mending Dorong RUU Perampasan Aset, Ketimbang Hukuman Mati Koruptor
-
Ramai Desakan Febrie Adriansyah Dijatuhi Hukuman Mati, LBHM Ingatkan Bahaya Ilusi Ketegasan
-
DPR Desak Hukuman Mati untuk Febrie Adriansyah: Penghianat Hukum yang Lukai Rakyat!
Terpopuler
- Megawati: Saya Dipanggil Polisi 3 Kali, Diperiksa Jaksa Sampai Malam
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
- Besok, Front Mahasiswa UI hingga IPB Siap Gelar Aksi 'Merebut Kemerdekaan' di Jakarta
- 5 Sunscreen Brand Jepang untuk Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harga
Pilihan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
-
Bundaran HI Dijaga Ketat, Solidaritas Warga Mengalir: Ini Titik Logistik untuk Pendemo
-
Jelang Demo Mahasiswa, Bundaran HI Dijaga Ketat: Kendaraan Taktis Siaga, Lalin Masih Normal
Terkini
-
Pelajar Palembang Viral Usai Pamer Revolver saat Konvoi, Ternyata Senpira Dibeli dari Facebook
-
Nama Bupati PALI Muncul di Kasus Suap Audit BPK, KPK Periksa Asgianto Sebagai Saksi
-
Kondisi Terbaru Gunung Semeru, Enam Kali Erupsi dalam Sehari dan Masih Berstatus Siaga
-
Detik-detik Narapidana Narkoba Diborgol Usai Bebas karena Remisi 17 Agustus, Ada Apa?
-
Dedi Mulyadi Sindir Birokrasi Minta Dihormati: Rapat Habis Puluhan Juta, Tapi Rakyat Tetap Menderita
-
Koreksi Data Pidato Presiden: 6 Fakta Realitas Hidup Susanah, Kuli Kain Majun Asal Cileungsi Bogor
-
Bantah Isu Pisah dari NKRI, Ini 6 Pesan Penting Sultan Banten ke-18 untuk Masyarakat
-
Penerbangan Langsung Palembang-Bandung Kembali Hadir, Ini Jadwal dan Harga Tiket Citilink
-
Oknum Petugas Bandara Terlibat Penyelundupan 22 Kg Emas Batangan
-
Mati Lampu hingga 4 Jam, Cek Daftar Wilayah di Palembang yang Terdampak Pemadaman PLN