Suara.com - Dua warga Australia nekat mengirim lamaran untuk mengisi lowongan juru gantung alias algojo di Sri Lanka, setelah pemerintah negara itu mengaku kesulitan mencari kandidat untuk lowongan pekerjaan tersebut di dalam negerinya sendiri.
"Dua warga Australia telah mengirim email ke salah satu departemen kami, yang isinya mengatakan mereka tertarik (dengan lowongan itu)," kata Chandrarathna Pallegama, komisaris jenderal lembaga pemasyarakatan Sri Lanka, Kamis (13/3/2014).
"Kami tidak memanggil mereka, apa lagi kami memang dilarang untuk merekrut orang asing," imbuh dia.
Sebelumnya diberitakan bahwa Sri Lanka sedang mencari juru gantung, petugas pelaksana eksekusi hukuman mati, setelah kandidat terakhir yang diberikan kepercayaan mengaku tidak kuat melihat tiang gantungan.
Pekan lalu departemen lembaga pemasyarakatan Sri Lanka sebenarnya sudah mendapatkan juru gantung baru, yang berhasil menyisihkan 176 orang pesaing dalam proses seleksi yang ketat. Ia menggantikan dua juru gantung yang mengundurkan diri beberapa bulan sebelumnya.
“Kami memberinya pelatihan selama satu pekan, tetapi dia langsung mundur setelah melihat tiang gantungan. Dia bilang, dia tidak mau melakukan pekerjaan ini,” kata Pallegama.
Meski dinamai juru gantung, kecil kemungkinan penjabat posisi benar-benar menggantung orang. Jabatan itu sebenarnya lebih kepada jabatan administrasi.
Negara kepulauan yang penduduknya mayoritas beragama Budha tidak pernah melaksanakan hukuman gantung sejak 1976, meski ada setidaknya 405 terpidana mati di negara itu.
Akan tetapi meningkatnya angka pelecehan seksual, pemerkosaan, pembunuhan, dan perdagangan obat terlarang, membuat sejumlah politikus mendesak agar hukuman mati diberlakukan lagi di negara tersebut. (Reuters)
Berita Terkait
Terpopuler
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- Amplop Raja Juli Menyusut SGD2.000, KPK Buka Peluang Periksa Ajudan hingga Kapolres Kuansing
- Contoh Teks Sambutan Ketua RT Malam Tirakatan 17 Agustus yang Singkat, dan Penuh Makna
- Masuk Desil 10 Padahal Penghasilan Pas-pasan? Jangan Panik, Ini Arti dan Penjelasan Resminya
- 4 Rice Cooker Mini Murah yang Cepat Matang dan Hemat Listrik Sesuai Review Pembeli
Pilihan
-
Prabowo: Ojol Sekarang Dapat 92 Persen Hasil Kerja, Pendapatannya Naik 3 Kali Lipat
-
Hadiri Sidang Tahunan, Intip Gaya Prabowo dan Gibran saat Tiba di Gedung Parlemen Senayan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
Terkini
-
Polda DIY Tetapkan Tiga Tersangka Kasus Pembubaran Ibadah Gereja di Bantul
-
Puji Target Defisit Turun di RAPBN 2027, Habib Idrus Tetap Minta Keberpihakan pada Usaha Kecil
-
Ingin Setia: Debut Aziz Padurasta yang Meleburkan Reggae, Rock, dan Punk
-
Tren Botox Meningkat, Ini Pentingnya Memastikan Perawatan Dilakukan Sesuai Standar Medis
-
Sadar Kebijakan Tak Bisa Bahagiakan Semua Pihak, Rudy Susmanto Janji Terus Pembenahan di Bogor
-
Judi Online Kamboja Pakai Pulsa Buat Transaksi Rp890 M, 8 Markasnya Digerebek Bareskrim
-
Dasco Bicara Soal Rencana Dwikewarganegaraan Terbatas, Fasilitasi Diaspora Potensial
-
1.584 Personel Pasukan Gabungan Gelar Apel Kebangsaan di Bogor, Ada Apa?
-
Luruskan Pidato Prabowo, Mendikdasmen Jelaskan Soal Bahasa Asing Wajib Sejak SD
-
Fantastis! Tijjani Reijnders Bakal Kantongi Lebih dari Rp1,5 Triliun di Arab Saudi