Suara.com - Dari sekian banyak teori hilangnya MH370 yang muncul, teori yang satu ini mungkin yang bisa disebut paling menyeramkan.
Pakar penerbangan melontarkan kemungkinan bahwa pilot tak sadarkan diri, namun tidak demikian halnya dengan para penumpang. Penumpang dalam keadaan sehat dan tahu ada yang tidak beres di kokpit pilot.
Mereka mencoba mengakses kokpit, namun tidak bisa karena pilot tidak sadarkan diri, sementara pintu kokpit terkunci dari dalam. Penumpang dan kru pun tidak bisa melakukan panggilan darurat. Pasalnya, tidak ada alat komunikasi darurat di kabin penumpang. Kemungkinan besar, ponsel jauh dari jangkauan sinyal. Sementara, telepon satelit yang ada di kelas bisnis bisa saja tidak berfungsi, bersamaan dengan matinya sistem pelacakan pesawat.
"Tidak ada (alat) komunikasi yang tersedia dari kabin ke tanah... hanya dari kokpit," kata Profesor Jason Middleton, rektor Universitas Penerbangan New South Wales.
Berdasarkan teori tersebut, itu artinya penumpang dan kru mengetahui bahwa pesawat mereka dalam masalah. Namun, mereka tidak bisa berbuat apa-apa untuk mencari pertolongan.
Hal itu mungkin saja terjadi, pasalnya pasca serangan teroris 9/11, sistem keamanan pesawat diperketat. Pilot bisa mengisolasi diri mereka di kokpit sehingga tidak bisa dijangkau penumpang maupun pembajak yang berniat mengambil alih pesawat.
"Kini, satu-satunya cara untuk melindungi dari aktivitas ilegal dan pembajakan adalah untuk membuat para pilot terlindungi sehingga tidak satupun yang bisa mendekati mereka dan tak satupun bisa mengakses sistem pesawat," kata Jason.
Insiden semacam itu pernah terjadi pada tahun 2005. Saat itu, sebuah pesawat Boeing 737 milik maskapai Helios Airlines jatuh di kawasan pegunungan di Yunani. Berdasarkan penyelidikan, diketahui pilot mengalami hipoksia (pingsan) akibat kekurangan oksigen. Seorang kru pesawat mencoba mengambil alih kendali pesawat namun kemudian juga ikut pingsan.
Pesawat sempat terbang selama dua jam sebelum akhirnya kehabisan bahan bakar dan jatuh. Dari hasil otopsi diketahui bahwa para penumpang masih dalam keadaan hidup saat pesawat jatuh. Namun tidak dapat dipastikan apakah mereka dalam kondisi sadar atau pingsan sebelum pesawat menabrak gunung.
Namun, masih belum dapat dipastikan apa yang sebenarnya terjadi pada pilot dan penumpang pesawat MH370. Semua teori yang bermunculan masih sebatas spekulasi. (SMH)
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Film Pesta Babi Bercerita tentang Apa? Ini Sinopsis dan Maknanya
- Bantah Kepung Rumah dan Sandera Anak Ahmad Bahar, GRIB Jaya: Kami Datang Persuasif Mau Tabayun!
- Koperasi Merah Putih Viral, Terekam Ambil Stok dari Gudang Indomaret
- Profil Ahmad Bahar, Penulis 'Gibran The Next President' yang Rumahnya Digeruduk GRIB Jaya
- 4 HP RAM 12 GB Memori Besar Harga Rp2 Jutaan, Gaming dan Edit Video Lancar Jaya
Pilihan
-
Bawa Bukti ke Istana, Purbaya 'Bongkar' 10 Perusahaan Sawit Manipulasi Harga Ekspor
-
Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
-
Bertambah Dua, 7 WNI Kini Ditangkap Israel dalam Misi Kemanusiaan Flotilla Gaza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
-
'Desa Nggak Pakai Dolar' Prabowo Dikritik: Realita Pahit di Dapur Rakyat Saat Rupiah Tembus Rp17.600
Terkini
-
ShopeePay Hadirkan "Pasti Gratis", Transfer ke Semua Bank dan E-Wallet Tanpa Biaya Admin
-
Jejak Kriminal Teror Pocong: Mengapa Modus Mistis Masih Bertahan di Era Digita?
-
Spanduk 'Surat Permohonan Maaf' soal Prabowo-Gibran Terpasang di Gerbang UGM, Kampus Beri Respons
-
Trauma Berat, Putri Ahmad Bahar Adukan Dugaan Intimidasi Ormas GRIB Jaya ke Komnas HAM
-
Usai Temui Prabowo di Istana, Menkeu Purbaya Mendadak Umumkan Batal Naik Haji, Ada Apa?
-
Polisi Bantah Isu Begal di Tomang, Ternyata Motif Asmara dan Dendam Pribadi
-
Siasat Pencuri di Jaksel Gasak Kotak Amal, Pura-pura Salat Ashar Demi Kelabui Jemaah
-
KPAI Bongkar Modus Baru Narkoba: Zat Adiktif Disamarkan dalam Vape hingga Makanan Anak
-
Berawal dari Latihan Sepatu Roda, Anak 16 Tahun Diduga Jadi Korban Kekerasan Seksual
-
Pesan Pangdam III/Siliwangi Mayjen TNI Kosasih Usai TMMD di Cilegon: Jaga Hasil Pembangunan